Sama halnya dengan kebanyakan bahasa Jepang, kata yang digunakan untuk menyebut “suami” pun memiliki variasi . Biar lebih jelasnya, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Penjelasan “Otto

Bahasa Jepang sering kali menggunakan kata yang berbeda untuk menyatakan hal yang bersangkutan dengan diri sendiri dan orang lain, selain itu selalu ada makna formal dan informal. Begitu pula dengan kata “suami”, dalam bahasa Jepang otto merupakan istilah “suami” yang paling sering digunakan, terutama ketika membicarakannya di tempat umum atau menuliskan status dalam dokumen-dokumen legal yang menyangkut informasi data diri (kartu keluarga, sertifikat pernikahan dan sebagainya). Otto bisa juga digunakan ketika membicarakan suami orang lain (orang ketiga), tapi tidak digunakan ketika kalian membicarakan suami orang yang sedang kalian ajak bicara.

Bahasa Jepang Lain untuk “Suami”

Shujin

Kata yang paling sering digunakan di masa sebelum perang. Bisa kalian gunakan ketika membicarakan suami kalian di depan siapapun, baik atasan, teman kerja maupun teman terdekat kalian. Secara harfiah berarti “pemilik” atau “tuan”, yang mengimplikasikan bahwa seorang suami adalah pemilik dan tuan atas keluarganya yang tentu saja agak bertentangan dengan konsep di zaman sekarang. 


Walaupun sampai sekarang masih ada yang menggunakan kata ini, sudah banyak orang yang menghindari pemakaiannya karena ada kesan hubungan “hierarkis”. Karena secara harfiah artinya pemilik, kata ini juga digunakan untuk menunjukan pemilik rumah sewa (ibu/bapak kos) dan majikan binatang peliharaan. Kata shujin mengandung kerendahan hati yang tersirat sebagai orang yang melayani suami, maka jarang digunakan untuk merujuk pada suami orang lain. Tapi kalian bisa menggunakan go-shujin ketika membicarakan suami orang yang sedang kalian ajak bicara untuk menunjukkan kesopanan.

Danna/Danna-sama

Kata ini adalah peninggalan dari zaman dulu ketika digunakan untuk menyebut tamu dan pelanggan berpangkat tinggi dan bermartabat, karena itu, kata ini dulu dianggap lebih sopan dibandingkan shujin. Tapi sekarang penggunaannya lebih bersifat akrab dan kasual dan digunakan di sekitar orang-orang terdekat. Jadi, sebaiknya tidak digunakan dalam lingkungan kerja. Gunakan danna-san atau danna-sama ketika menyebut suami orang lain.

Danna ini berasal dari istilah India yang seringkali digunakan oleh para biksu di China dan Jepang, artinya “pemberi derma” yang maknanya disangkutpautkan dengan “penjaga kuil”. Dari makna inilah lahir pengertian “orang yang menjaga”, “orang yang memberi dukungan dan kebijaksanaan” dan seiring berjalannya waktu populer digunakan sebagai pasangan laki-laki atau suami.

Contoh Kalimat :

Otto

Otto to kekkon shite, kyuu-nen ni narimasu.
Sudah 9 tahun sejak saya menikah dengan suami.
Oneesan no otto wa, kare no tame ni tsukuru mono wo nan demo tabemasu.
Suami kakak perempuan saya akan memakan apapun yang dimasak oleh kakak saya.
Ano tsuma wa otto wo dakishimeteiru.
Sang istri memeluk suaminya.
Sono otto wa tatanda taoru no haitte iru kago wo hakondeiru.
Sang suami membawakan keranjang berisi handuk yang sudah dilipat.
Aijou no aru otto.
Suami tersayang.
Yaku ni tatsu otto.
Suami yang banyak membantu.

Shujin 

Shujin wa shupattsu shite orimasu.
Suami saya sedang dalam perjalanan bisnis.
Shujin ni soudanshite kara okotae shimasu.
Saya akan memberikan jawaban setelah mendiskusikannya dengan suami saya.
Watashi no shujin wa honkong no nihon ryouji desu.
Suami saya adalah Konsul Jepang di Hongkong.
Ano otoko no hito wa watashi no shujin desu.
Pria itu adalah suami saya.
Paatii ni shujin to kimashita.
Saya datang ke pesta dengan suami.

Danna 

Danna-san ni yoroshiku otsutaekudasai.
Sampaikan salam saya pada suami Anda.
Kore wa danna ga totta shashin desu.
Ini adalah foto yang diambil oleh suami saya.
Watashi no danna wa iron-na kuni no gakkai ni shussekishiteiru.
Suami saya menghadiri banyak konferensi akademi di berbagai negara.
Tamako-san no danna-san wa totemo yasashi sou na hito datta.
Suaminya Tamako-san kelihatan seperti orang yang baik.
Michiko-san wa danna-san no shigoto no kankei de, betonamu ni sundeimasu.
Michiko-san tinggal di Vietnam karena pekerjaan suaminya.
Kyou, danna to kenka wo shiteimashita.
Hari ini saya bertengkar dengan suami.

Kesimpulan

Begitulah penjelasan tentang berbagai kata dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut “suami”. Perhatikan posisi dan kondisi kalian ketika mengucapkannya. Jangan sampai salah memilih kata ya.

Semoga bahasa Jepang yang saya sampaikan hari ini pun bermanfaat buat kalian. Dan tentunya jangan lupa ikuti terus informasi belajar bahasa Jepang dari Kepo Jepang ya…