Q) Apa perbedaan内緒dan秘密

Q) Baik 内緒 (naisho) maupun 秘密 (himitsu) dalam bahasa Indonesia diartikan “rahasia”. Kedua istilah ini digunakan sebagai makna dari “sebuah informasi atau hal yang hanya diketahui oleh satu orang atau beberapa orang dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain”. Tergantung pada situasi dan konteksnya, “himitsu” bisa juga diartikan sebagai “misteri”. “Himitsu” juga lebih berfokus pada rahasia itu sendiri. Contoh : (1) これは秘密です。/ kore wa himitsu desu. (ini adalah rahasia.) / (2) 美味しさの秘密は蜂蜜です。/ oishisa no himitsu wa hachimitsu desu. (rahasia kelezatannya adalah madu.) Sedangkan “naisho”, tergantung dari konteks dan situasinya, maknanya bisa mengandung sesuatu yang bersifat “privasi”. Selain itu, “naisho” lebih berfokus pada keadaan di mana sesuatu dirahasiakan. Contoh : 美味しさの秘密は内緒にする。/ oishisa no himitsu wa naisho ni suru. (aku akan merahasiakan rahasia kelezatannya.) Dalam contoh ini, “naisho” berfungsi sebagai bagian dari ekspresi yang umum digunakan yaitu “naisho ni suru”, yang berarti “menjaga sesuatu yang bersifat rahasia”. Jadi, bisa disimpulkan “naisho” lebih berfokus pada keadaan di mana sesuatu disembunyikan atau dirahasikan daripada rahasia itu sendiri. Oleh karena itu, dalam banyak kasus “naisho” tidak bisa menggantikan “himitsu”. Misalnya, pada contoh (2) kata “himitsu” tidak bisa diganti oleh “naisho”. Perbedaan lainnya adalah dari jumlah orang yang mengetahui “rahasia”. “Himitsu” umumnya digunakan untuk sesuatu yang disembunyikan tapi orang yang mengetahui keberadaan rahasia tersebut bisa jadi satu atau banyak orang. Misalnya, “秘密のレシピ (resep rahasia)” suatu restoran yang sudah menjadi pengetahuan banyak orang. Ada banyak orang yang mengetahui bahwa restoran tersebut menyembunyikan sesuatu yaitu si “resep rahasia”. Sedangkan, “naisho” biasanya hanya sedikit orang yang tahu. Itulah mengapa, mengandung kesan hal yang bersifat “privasi” karena “hal yang disembunyikan” itu sendiri tidak diketahui. Sebagai tambahan, “himitsu” mengandung nuansa lebih formal dan “naisho” lebih banyak digunakan sebagai bahasa percakapan sehari-hari. Semoga penjelasannya bisa membantu.

Coba cek pertanyaan-pertanyaan lain!

Q) Kapan waktu penggunaan perubahan kosakata saat membuat kalimat?

A) Dalam bahasa Jepang terdapat berbagai bentuk perubahan kosakata, baik kata kerja maupun kata sifat. Saat ingin mengungkapkan kalimat lampau, maka kita perlu menggunakan bentuk lampau (kata kerja : mashita, kata sifat i : katta desu, kata sifat na / kata benda : dewa arimasen deshita, dan lain-lain). Untuk penjelasan lebih lengkap silahkan lihat halaman ini.

Q) Apakah lulusan S1 dari “luar” bisa mencari pekerjaan di Jepang? Contoh pekerjaan seperti pekerjaan kantoran misalnya

A) Lulusan S1 dari universitas di luar Jepang tentu bisa saja mendapatkan pekerjaan di Jepang, misalnya sebagai pekerja kantoran di Jepang, selama mereka memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Selengkapnya silahkan lihat halaman ini ya!

Q) Makanan apa yang di rekomendasikan dan di atur oleh pemerintah Jepang untuk anak sekolah yang bagus untuk kesehatan dan kecerdasan anak ?

A) Pada dasarnya pemerintah Jepang, baik kementerian maupun lembaga pemerintahan dan sekolah tidak menetapkan apa yang harus dan wajib dimakan untuk kesehatan tubuh. Namun, pemerintah lebih menganjurkan untuk menerapkan pola makan yang baik (sesuai dengan jumlah yang diperlukan oleh tubuh dengan gizi yang seimbang). Penjelasan lengkapnya, silakan baca di halaman ini