Q) Apa perbedaanないdanず?

A) ない (nai) danず (zu) digunakan untuk menunjukkan bentuk negatif dalam kalimat bahasa Jepang. Apabila ない (nai) umum menempel pada kata kerja, kata sifat maupun kata benda, ず (zu) biasanya hanya bisa digunakan untuk menunjukkan bentuk negatif pada kata kerja (pengecualian untuk kata kerja suru menjadi せず). Biasanya yang digunakan ず(に)/せず(に). Baik ない maupun ず(に) bisa saling menggantikan, tetapi nuansanya sedikit berbeda. Pada dasarnya ない mengandung nuansa yang lebih kasual dan lebih umum digunakan untuk bahasa lisan. Sedangkan ず(に)/せず(に) terkesan lebih kaku dan formal dan lebih umum digunakan sebagai bahasa tulisan. Oleh karena itu, walaupun keduanya bisa saling menggantikan ない lebih banyak digunakan karena lebih berkesan alami. Sebagai tambahan ない bisa digunakan di akhir kalimat dan tetap berkesan natural, sedangkan ず(に) umumnya digunakan di tengah kalimat atau sebagai konjungsi. Penjelasan tentang penggunaan ず(に) yang lebih jelas dan contoh-contoh kalimatnya bisa dilihat di artikel ini. Semoga penjelasannya bisa menjawab pertanyaan di atas.

Coba cek pertanyaan-pertanyaan lain!

Q) Kapan waktu penggunaan perubahan kosakata saat membuat kalimat?

A) Dalam bahasa Jepang terdapat berbagai bentuk perubahan kosakata, baik kata kerja maupun kata sifat. Saat ingin mengungkapkan kalimat lampau, maka kita perlu menggunakan bentuk lampau (kata kerja : mashita, kata sifat i : katta desu, kata sifat na / kata benda : dewa arimasen deshita, dan lain-lain). Untuk penjelasan lebih lengkap silahkan lihat halaman ini.

Q) Kenapa dalam kalimat ini menggunakan bentuk ~ te iru? Kenapa tidak mengatakan okiru dan shinu? 今日は夜中の1時まで起き​ている​つもりだ あそこにゴキブリが死ん​でいる​

A) Fungsi “~te iru” adalah menyatakan sesuatu yang sedang berlangsung. Sedangkan “okiru/shinu” menunjukkan bahwa kegiatan tersebut belum terjadi. Selengkapnya bisa dibaca di halaman ini.

Q) Saya ingin melihat momiji. Kapan musim terbaik untuk melihatnya?

A) Berbeda-beda tergantung tempatnya. Di Tokyo paling bagus melihat momiji itu sekitar awal November – awal Desember. Di tempat dingin seperti Hokkaido, munculnya lebih cepat sekitar pertengahan September – Oktober.