Q) Untuk membuat kalimat yang mengungkapkan suatu perasaan (sesuatu yang sedang dirasakan) seperti misalkan pada kalimat 少し痩せた気がする、少し痩せた感じがする, apakah bisa menggunakan bunpou “感じがする” atau “気がする” atau hanya “感じる” saja? Apakah ketiganya bisa saling menggantikan atau ada perbedaan makna dalam mengungkapkan masing-masing bunpou dalam setiap kalimat? Mohon penjelasannya sensei. Arigatou gozaimasu.

A) Baik 気がする (ki ga suru), 感じがする (kanji ga suru), maupun 感じる (kanjiru) adalah tatabahasa dalam kalimat bahasa Jepang yang bisa digunakan untuk mengungkapkan hal yang berhubungan dengan perasaan kita. 感じがする (kanji ga suru) pada umumnya digunakan ketika kita akan mengungkapkan hal yang kita rasakan berdasarkan apa yang kita lihat (benda atau manusia), apa yang kita dengar, atau kesan kita terhadap sesuatu. Seringkali perasaan yang kita ungkapkan melibatkan sedikit tebakan, asumsi atau dugaan. Contoh : 彼女は頼れる感じがする。/ Kanojo wa tayoreru kanji ga suru. / Saya rasa dia (perempuan) bisa diandalkan. => Pembicara mengungkapkan hal seperti ini karena dia melihat, mendengar dan mendapatkan kesan bahwa “dia” bisa diandalkan. 気がする (ki ga suru) memiliki arti yang hampir sama dengan 感じがする (kanji ga suru), tetapi “dugaan”, “asumsi” atau “tebakan”nya jauh lebih kuat dibandingkan “kanji ga suru”. “Ki ga suru” digunakan ketika apa yang kita rasakan tidak diketahui alasannya secara jelas. Itulah mengapa “dugaan” dan “tebakannya” lebih kuat dibandingkan “kanji ga suru”. Contoh : もう閉まっているような気がする。/ Mou shimatte iru you na ki ga suru. / Aku rasa (tempatnya) sudah tutup. => Pembicara tidak yakin apakah tempat itu tutup, tapi untuk alasan tertentu yang dia sendiri tidak tahu, dia merasa bahwa tempat itu sudah tutup walaupun mungkin mereka tidak ada di dekat tempat yang dimaksud. 感じる (kanjiru) umumnya digunakan ketika kita menerima atau merasakan perasaan tertentu berdasarkan panca indera. Oleh karena itu, penggunaan “kanjiru” tidak mengandung “dugaan” atau “tebakan”, karena secara langsung dirasakan. Contoh : この会社で働くことは大変だと感じる。/ Kono kaisha de hataraku koto wa taihen da to kanjiru. / Rasanya berat bekerja di perusahaan ini. => Pembicara menggunakan “kanjiru” karena dia merasakan secara langsung beratnya bekerja di perusahaan ini. Jadi dapat disimpulkan ketiga tatabahasa ini digunakan untuk mengungkapkan hal yang berhubungan dengan perasaan, tetapi memiliki makna yang berbeda dalam penggunaannya. Selain itu, baik “kanji ga suru” maupun “ki ga suru” bisa saling menggantikan, tetapi tidak dengan “kanjiru” karena “kanjiru” melibatkan panca indera dan perasaaan secara langsung. Adapun contoh kalimat 少しやせた気がする/少しやせた感じがする bisa menggunakan “kanji ga suru” ataupun “ki ga suru”. Dengan catatan, makna yang menggunakan “ki ga suru” mengandung asumsi lebih kuat, sedangkan “kanji ga suru” asumsinya lebih rendah karena dia menduga sesuai dengan apa yang dia lihat. Sebagai tambahan, penggunaan ~ga suru tidak hanya digunakan untuk hal yang dirasakan berdasarkan perasaan dan asumsi saja, tetapi bisa juga digunakan untuk hal lainnya. Penjelasannya bisa dilihat di halaman ini. Semoga penjelasan di atas bisa dengan mudah dipahami dan mengerti.

Coba cek pertanyaan-pertanyaan lain!

Q) Apa perbedaan未来dan将来?

A) 未来 (mirai) dan 将来 (shourai) dalam bahasa Indonesia diartikan “masa depan”, tetapi kedua istilah ini memiliki konsep makna waktu yang berbeda. Penjelasan lebih lengkapnya bisa dilihat di halaman ini.

Q) Sensei apa perbedaannya “Kitto” dan “zettai ni” ? Terima kasih

A) Baik “kitto” maupun “zettai ni” dalam bahasa Indonesia diartikan “pasti”. Kedua kata ini termasuk ke dalam kata keterangan (fukushi). Keduanya pun bisa digunakan dalam kalimat positif maupun negatif. Penjelasan lebih lengkapnya bisa dilihat di halaman ini.

Q) Saya ingin tahu tips agar bisa lulus JLPT.

A) Silakan baca halaman ini , dan coba ukur kemampuan JLPT kalian.