Q) Perbedaan “sou ni natta” dan “tokoro datta”, apakah keduanya bisa dipakai untuk kalimat yang menyatakan hampir, seperti hampir jatuh, hampir beli, dll?

A) Kedua pola tersebut bisa digunakan untuk menyatakan kata “hampir”, seperti hampir jatuh, hampir beli, dan sebagainya. Hal yang membedakan adalah bentuk pola kalimatnya, serta maknanya. Pola “sou ni natta” hanya menjelaskan “padahal sedikit lagi akan menjadi/terjadi suatu keadaan tertentu, tetapi tidak terjadi”, sedangkan “tokoro datta” lebih menekankan pada makna bahwa “ada suatu hal buruk yang hampir terjadi, tetapi akhirnya bisa dihindari sehingga tidak terjadi”. Misalnya: (1) Mou sukoshi de kaisha ni okuresou ni natta (saya hampir terlambat ke kantor sedikit lagi : hanya menjelaskan keadaan yang hampir terjadi), (2) Mou sukoshi de kaisha ni okureru tokoro datta (saya hampir terlambat ke kantor sedikit lagi : terdapat makna penekanan bahwa terlambat tersebut akhirnya bisa dihindari/dicegah sehingga tidak terjadi). Untuk penjelasan lebih lengkap dan contoh kalimat yang lebih banyak, silahkan lihat artikel “sou ni naru” dan artikel “tokoro datta” ya.

Coba cek pertanyaan-pertanyaan lain!

Q) Kak contoh grammar うちに seperti apa? tolong jelasin terima kasih

A) Tata bahasa “uchi ni” digunakan untuk menyatakan kata “selagi masih”, “selama”, dan sebagainya. Selengkapnya silahkan lihat halaman ini ya.

Q) Ohayou gozaimasu. apa itu godan verb, intransitive verb, transitive verb, interjection, ichidan verb, suffix, suru verb? Arigatou gozaimasu.

A) Di Kepo Jepang ada beberapa artikel yang menjelaskan kata kerja apa saja yang ada dalam bahasa Jepang. Selengkapnya silahkan lihat halaman ini ya.

Q) Ketika saya ingin mengatakan “bulannya indah” dalam bahasa Jepang, partikel apa yang seharusnya digunakan wa atau ga?

A) Partikel “ga” terkesan lebih baik untuk digunakan mengatakan “bulannya indah” dalam bahasa Jepang. Selengkapnya silahkan lihat halaman ini ya.