Q) Bagaimana menggunakan kata “imasu”?

A) Kata “imasu”, yang bentuk kamusnya adalah “iru”, digunakan untuk menyatakan “ada” untuk benda hidup seperti manusia dan hewan. Misalnya, “isu no shita ni neko ga imasu” artinya “di bawah kursi ada kucing”. Namun, jika ingin menyatakan “ada” untuk benda mati atau tumbuhan, kita perlu menggunakan “arimasu”, yang bentuk kamusnya adalah “aru”. Misalnya, “tsukue no ue ni kaban ga arimasu” artinya “di atas meja ada tas”. Untuk memahami pola ini dan mengetahui contoh kalimat lainnya, silahkan lihat artikel ini ya!

Coba cek pertanyaan-pertanyaan lain!

Q) Bagaimana cara agar tidak lupa berlatih kotoba dan perubahan kosakata?

A) Cara terbaik untuk berlatih kotoba (kosakata) dan bentuk perubahan kosakata dalam bahasa Jepang adalah dengan mengingatnya melalui kalimat. Selengkapnya lihat di halaman ini ya!

Q) Cara cepat (bisa) bahasa Jepang?

A) Cara untuk bisa cepat menguasai bahasa Jepang tentu dengan semakin sering belajar dan berlatih bahasa Jepang. Hal yang terpenting adalah fokus dan konsisten untuk meluangkan waktu belajar dan berlatih bahasa Jepang. Penjelasan lebih lengkap silahkan lihat halaman ini ya.  

Q) Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan pola kalimat と思います? dan kalimat negatifnya seperti apa?

A) Pola kalimat “to omoimasu” digunakan untuk menyatakan pendapat, sehingga bisa diartikan “menurut saya” atau “saya pikir”. Misalnya, “kare wa kuru to omoimasu”, artinya “menurut saya dia (laki-laki) akan datang”. Pola kalimat negatifnya adalah “to omoimasen” yang berarti “saya tidak berpikir bahwa”, atau bisa juga menggunakan “nai to omoimasu” yang berarti “menurut saya tidak”. Misalnya, “kare wa kuru to omoimasen” artinya “saya tidak berpikir bahwa dia (laki-laki) akan datang”, atau “kare wa konai to omoimasu” artinya “menurut saya dia (laki-laki) tidak akan datang”. Untuk mengetahui lebih banyak contoh kalimat dengan pola “to omoimasu”, silakan lihat artikel “to omou” ini ya.