Q) Pola kalimatくせに seperti apa sensei

A) Secara harfiah pola kalimat “~kuse ni” bisa dairtikan namun, padahal, meskipun, atau meskipun faktanya ~. Penggunaan pola kalimat ini hampir sama dengan “~kedo (tetapi)” dan “~noni (walaupun)”, tetapi ini mengekspresikan lebih banyak emosi dari pembicara dan terdengar lebih kuat. Pola kalimat ini mirip dengan “~noni”, di mana mengekspresikan hal yang berlawanan, tetapi “~noni” mengandung makna ketidakpuasan. Sedangkan “~kuse ni” umumnya bermakna negatif karena sering kali digunakan ketika kita merasa tidak puas terhadap apa yang dilakukan orang lain, mengkritik, menghina, menuduh dan menyalahkan pihak lain, atau bahkan ketika mengolok-olok pihak lain. Hal yang perlu kalian perhatikan ketika menggunakan “~kuse ni” adalah : (1) Tidak bisa digunakan untuk diri saya sendiri. (“Saya” tidak bisa dijadikan subjek) (2) Bernuansa dan digunakan untuk hal-hal negatif. (3) Hanya bisa digunakan untuk orang. Pola kalimat “~kuse ni” bisa digunakan dengan kata sifat, kata kerja, maupun kata benda. Ada pun pembentukannya adalah : (KK) bentuk kasual + kuse ni / (KS1) ~i + kuse ni (KS2) +na + kuse ni (KB) KB + no + kuse ni. Contoh : (KK) Jibun de wa nani mo dekinai kuse ni, hito no waruguchi bakari iu no wa yokunai yo. (Tidak baik loh hanya mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain, padahal kamu sendiri tidak bisa melakukan apa-apa.) / Kare wa okane wo takusan motte iru kuse ni, ichido datte ogotte kureta koto ga nai. (Meskipun dia itu punya banyak uang, sekalipun tidak pernah mentraktir.) / (KS1) Se ga takai kuse ni hayaku hashirenai. (Meski bertubuh tinggi, dia tidak bisa berlari kencang.) / (KS2) Genki-na kuse ni, byouki no furi wo shiteiru. (Meskipun dia sehat, dia berpura-pura sakit.) / (KB) Aitsu otoko no kuse ni, yoku naku yo naa. (Padahal dia cowo, tapi sering nangis. / Kare wa shinjin no kuse ni, taido ga warui. (Padahal dia orang baru, tapi sikapnya sangat buruk.) Penjelasannya mungkin sampai di sini ya. Semoga dengan adanya contoh-contoh seperti di atas, bisa membantu kamu memahami penggunaan pola kalimat “~kuse ni”. Sebagai tambahan, pola kalimat ini bisa kamu temukan dalam JLPT N2.

Coba cek pertanyaan-pertanyaan lain!

Q) Cara cepat (bisa) bahasa Jepang?

A) Cara untuk bisa cepat menguasai bahasa Jepang tentu dengan semakin sering belajar dan berlatih bahasa Jepang. Hal yang terpenting adalah fokus dan konsisten untuk meluangkan waktu belajar dan berlatih bahasa Jepang. Penjelasan lebih lengkap silahkan lihat halaman ini ya.  

Q) Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan pola kalimat と思います? dan kalimat negatifnya seperti apa?

A) Pola kalimat “to omoimasu” digunakan untuk menyatakan pendapat, sehingga bisa diartikan “menurut saya” atau “saya pikir”. Pola kalimat negatifnya adalah “to omoimasen” yang berarti “saya tidak berpikir bahwa”. Selengkapnya silahkan lihat halaman ini ya.

Q) Bagaimana pola kalimat yang digunakan untuk menyebutkan beberapa hobi kita? Contoh kalimat : Hobi saya menari, menonton film dan menjahit.

A) Pola kalimat untuk menyebutkan beberapa hal bisa dengan pola “tari” atau “to”. Selengkapnya silahkan lihat halaman ini.