Nan-ji ni kaisha e kimasuka.
Jam berapa datang ke kantor?

Kata kimasuka pada kalimat di atas adalah bentuk tanya formal dari kata kerja kuru. Kuru merupakan kata kerja golongan 3 yang mengalami perubahan bentuk secara tidak beraturan.

Melalui artikel ini Kepo Jepang akan menjelaskan pengertian makna kuru dan bagaimana penggunaanya dalam kalimat. Selain itu, akan diperkenalkan juga bentuk “bahasa sopan” dari kuru yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini. Jangan lupa tonton juga video penjelasannya ya!

 PenjelasanKuru

Secara sederhana kuru dalam bahasa Indonesia bisa diartikan datang, tiba dan mengunjungi. Kata “kuru” merupakan kata kerja bentuk dasar atau bentuk kamus yang termasuk ke dalam kata kerja golongan ke-3, disebut juga fukisokudoushi atau kata kerja tidak beraturan. Disebut tidak beraturan karena kata kerja ini mengalami perubahan yang tidak beraturan, tergantung dari keterangan waktu dan keadaan. Untuk mengetahui perubahan bentuk kata kerja kuru, silakan lihat di halaman ini.

Dalam kamus bahasa Jepang, makna dari kata kuru dijelaskan sebagai berikut :

  1. Hal-hal yang mendekati atau bergerak menuju tempat pembicara berada. Secara sederhana diartikan datang, tiba, atau sampai.
  2. Mendekati waktu atau musim tertentu. Tiba.
  3. Hal-hal terus berjalan dan mencapai keadaan tertentu.
  4. Sesuatu yang menyebabkan munculnya reaksi, sensasi, atau emosi tertentu.
  5. Digunakan sebagai kata kerja bantu pada bentuk konjungtif dari kata kerja bentuk “te”, yang menunjukkan makan “berubah hingga sekarang”. Penjelasan lengkapnya silakan lihat halaman ini.
  6. Menjadi dalam keadaan tertentu. Sederhananya diartikan “disebabkan”.
  7. Melakukan pergerakan bersama dengan pembicara menuju tempat tertentu.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, secara umum kata kerja kuru diartikan “datang”, “tiba”, atau “sampai”.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Datang”

Kuru adalah kata kerja “datang” yang bisa kalian gunakan dalam situasi dan nuansa apapun. Namun, kuru merupakan salah satu kata kerja yang memiliki “bahasa sopan” tersendiri yang bisa kalian gunakan sesuai dengan situasi yang kalian hadapi. 

Sebagai tambahan, kimasu merupakan bentuk bahasa sopan paling standar yang bisa kalian gunakan, tetapi jika digunakan dalam dunia bisnis atau kerja nuansanya kurang sopan. Oleh karena itu, di bawah ini akan diperkenalkan beberapa “bahasa hormat” lainnya dari kuru.

Korareru

Salah satu sonkei-go (bahasa hormat) dari kata kuru. Secara harfiah ini adalah bentuk “bisa” dan bentuk “pasif” dari kata kuru, tetapi dalam situasi tertentu bisa digunakan sebagai bahasa hormat kepada rekan kerja dan sebagainya.

Omie ni naru

Secara harfiah artinya adalah “melihat”. Bentuk sonkei-go ini digunakan ketika seseorang yang jabatan, pangkat, atau status sosialnya lebih tinggi dari kita “datang” ke suatu tempat. Kata ini merupakan kata yang menunjukkan rasa hormat yang tinggi, sehingga tidak ada masalah sebagai kata yang digunakan dalam dunia bisnis.

Oide ni naru

Sama halnya dengan omie ni naru, ungkapan ini juga merupakan sonkei-go dari kuru dan iru (ada). Ungkapan sopan ini mengandung nuansa yang elegan dan sering digunakan dalam acara-acara resmi seperti pidato dan salam.

Okoshi ni naru / Okoshi

Sebenarnya ungkapan ini bisa digunakan sebagai sonkei-go dari “datang” maupun “pergi”. Ungkapan ini mengandung ekspresi tidak langsung untuk mengungkapkan kata “datang” atau “berkunjung” ke tempat tertentu. Biasanya digunakan ketika pembicara berterima kasih atas kedatangan seseorang atau berharap seseorang datang ke tempat tertentu.

Irassharu

Sama halnya dengan okoshi, irassharu juga merupakan sonkei-go untuk “datang”, “pergi” dan “ada (benda mati maupun hidup). Oleh karena itu, maknanya akan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang berlangsung ketika ungkapan ini diucapkan. Ungkapan sopan “datang” ini bisa digunakan bukan hanya kepada satu orang saja, tetapi juga sekelompok orang yang “datang” ke tempat tertentu.

Mairu

Dalam bahasa Jepang, istilah mairu merupakan kenjou-go (bahasa yang digunakan untuk merendahkan hati di depan lawan bicara) dari kuru dan iku (pergi). Mairu mengungkapkan pergerakan ketika tempat yang didatangi atau dikunjungi merupakan tempat seseorang yang kita hargai, misalnya ke tempat orang yang lebih tua atau posisi sosialnya lebih tinggi. Namun, perlu diingat bahwa mairu tidak bisa digunakan ketika tempat yang didatangi adalah keluarga kita. 

Ukagau / Oukagai shimasu

Sama halnya dengan mairu, ukagau adalah kenjou-go dari kata kuru dan iku. Ungkapan ini sangat umum digunakan dalam dunia bisnis. Misalnya ketika kita akan mengunjungi atau mendatangi tempat rekan bisnis kita.

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan istilah-istilah di atas, coba perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Kuru

Raishuu, sensei wa toukyou ni kimasu.
Ryouri ga kimashita.
Dina-san wa indonesia kara kimashita.
Natsu yasumi ga kita.
Watashi wa tomodocahi to yoku koko ni kuru.
Kinou, takumi-kun wa konakatta.
Minami-chan wa raishuu no paatii ni kimasen.
Kyonen, otouto wa nihon e nihon-go wo benkyoushi ni kimashita.
Osokute mo kamaimasen kara, paatii ni kite kudasai.
Takahashi-san wa ashita no jugyou ni konai to itte imasu.

Istilah Lainnya

Shachou ga ashita, honsha ni korareru yotei desu.
Mina-san ga korarete kara soudan shimashou.
Sanjup-pun go, shachou ga omie ni narimasu.
Torihikisaki no oerai-san ga omie ni naru node, oishii wagashi wo katte kite kuremasenka?
Hon-buchou ga shikiten ni shusseki suru tame ni, honjitsu no yuugata oide ni narimasu.
Jikai wa itsu goro okoshi ni naru goyotei deshouka? Okimari ni narimashitara watashi ka ueno-san ni gorenraku kudasaimase.
Okoshi itadakereba saiwai ni zonjimasu.
Yuushoku ni wagaya ni irasshaimasenka. 
Rainen no haru, atarashii sensei ga irashhaimasu.
Watashi mo anata ga koko ni irassharu to wa shirimasen deshita.
Toujitsu wa buchou no satou to issho ni mairimasu.
Raishuu no juusan-nichi ni onsha e oukagai suru yotei desu.
Ashita ukagatte mo yoroshii desuka.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata kerja kuru yang berarti “datang”. Dalam tata bahasa Jepang yang dikenal dengan penggunaan ungkapan sopan dan hormat, kata “datang” adalah salah satu yang memiliki cukup banyak bahasa hormat dan sopan yang penggunaannya dibedakan sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi. Ada baiknya kalian mengingat setiap ungkapan tersebut karena kata kerja “datang” ini mungkin akan sering kalian gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan beberapa kosakata bahasa Jepang di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Q) Apa bahasa Jepangnya “datang”?
  • Q) Apa artinya 来る (kuru)?
  • Q) Kata kerja “kuru (datang)” termasuk ke dalam kata kerja golongan berapa?
  • Q) Apa fungsi kata kerja bentuk te (kite)?

Masih ingin tahu lebih banyak tentang bahasa Jepang dan hal-hal yang berhubungan dengan Jepang? Pastikan kalian cek halaman ini juga ya!