Belajar partikel bahasa Jepang yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

Kali ini ayo belajar partikel “nagara”. Apa sebelumnya kalian pernah mendengar partikel ini?

Bagaimana penggunaan partikel “nagara”?

Sebagai konjungsi atau penyambung kalimat, partikel “nagara” digunakan untuk beberapa hal seperti:

1.Menyatakan dua hal yang dilakukan bersamaan

  • Pola kalimat: kalimat 1 + kata kerja bentuk masu (masu dihilangkan) + partikel “nagara” + kalimat 2

Dalam hal ini, partikel “nagara” digunakan untuk menyambung dua kalimat, untuk menyatakan aktivitas yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan, sehingga dalam bahasa Indonesia partikel ini bisa diartikan dengan kata “sambil”. Misalnya adalah “arukinagara kangaemasu”, yang berarti “berpikir sambil berjalan”.

2.Menyatakan dua hal yang berlawanan

  • Pola kalimat: kalimat 1 + predikat (kata kerja masu hilang/kata sifat i/kata sifat na (tanpa na)/kata benda) + partikel “nagara” + kalimat 2

Dalam hal ini, karena digunakan untuk menyampaikan suatu hal yang berlawanan dengan kalimat sebelumnya, partikel “nagara” bisa diartikan “tetapi”. Misalnya adalah “kono kuruma wa chiisai nagara, kokochiyoi” yang berarti “mobil ini kecil, tetapi nyaman”.

3.Menyatakan suatu keadaan yang tidak berubah

Pola kalimat: kata benda + partikel “nagara” + kalimat

Partikel “nagara” di sini memiliki arti yang sama dengan kata “no mama”, sehingga bisa diartikan dengan kata “tetap seperti”, meski tidak semuanya bisa diartikan demikian. Kosakata yang digunakan juga cukup terbatas, misalnya “mukashi” (masa lalu), “namida” (air mata), dan lain-lain. Perlu diketahui bahwa pola kalimat “nagara” pada bagian ini tergolong tata bahasa level lanjut.  

4.Menyatakan suatu ungkapan idiomatis

Selain fungsinya sebagai konjungsi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kata “nagara” bisa digunakan untuk menyatakan beberapa ungkapan idiomatis. Misalnya adalah kata “shikashinagara” yang berarti “tetapi”. Kata ”shikashi nagara” sebenarnya sama saja dengan kata “shikashi”, yaitu “tetapi”. Hanya saja, ungkapan kata “shikashinagara” terkesan lebih kaku.

Untuk bisa lebih memahami penggunaan partikel “nagara”, mari lihat beberapa contoh kalimat di bawah ini!

Contoh kalimat

1.Menyatakan dua hal yang dilakukan bersamaan

Ocha wo nominagara, yukkuri hanashimashou.
Terebi wo minagara gohan wo tabemasu.
Ongaku wo kikinagara benkyou shimasu.
Kuruma wo unten shinagara, sumaho wo tsukatte wa ikemasen yo.
Nenagara hon wo yomu to, shiryoku ga ochirun desuka?
Kenkou wo mamorinagara, genki ni jikan wo sugoshimashou.

2.Menyatakan dua hal yang berlawanan

Kare wa sono koto wo shitte inagara, shiranai furi wo shimashita.
Kanojo wa niku wo tabenai to itte okinagara, gyuudon no omise ni tabe ni ikimashita.
“Ashita zettai mata kuru yo” to iinagara, kare wa kekkyoku konakatta.
Kono eki wa furui nagara, mada kirei desu.
Ano hito wa shin’nyuusei de arinagara, taido ga erasou desu.
Kare wa kanemochi nagara, shisso ni kurashite iru.

3.Menyatakan suatu keadaan yang tidak berubah

Kanojo wa ano jiken no koto wo namida nagara ni katarimashita.
Kono machi de wa, mukashi nagara no tatemono ga miraremasu.
Kare wa itsumo nagara ni taido ga shitsurei da.
Ano ko wa umarenagara ni shite tensai da.

4.Menyatakan suatu ungkapan idiomatis

Zan’nen nagara, watashi tachi wa sono shiai ni makete shimatta.
Senshuu wa oote kigyou no mensetsu ni itta. Shikashi nagara, fusaiyou da.
Kage nagara, itsumo ouen shite masu!
Okurebasenagara, makoto ni atsuku orei moushiagemasu.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami partikel “nagara”?

Partikel “nagara” digunakan untuk menyatakan dua hal yang dilakukan bersamaan, dua hal yang berlawanan, keadaan yang tetap, serta beberapa ungkapan idiomatis. Dalam bahasa Indonesia partikel ini bisa diartikan dengan kata “sambil”, “tetapi”, dan “tetap”.

Semoga informasi kali ini bermanfaat. Jangan lupa untuk ikuti terus informasi dari kepo Jepang ya!