Ningen kankei.

Pernahkah kalian mendengar kata di atas yang berarti “hubungan antar manusia”?! Ningen yang berarti “manusia” ini berasal dari istilah ajaran Buddha dan sebelumnya artinya tidak merujuk pada “manusia” melainkan “dunia”.

Untuk memahami lebih dalam makna kata ningen, kali ini akan dijelaskan asal mula kata ningen dan bagaimana penggunaannya dalam kalimat. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Ningen

Saat ini kata ningen (manusia) dan hito (orang) digunakan sebagai kata yang memiliki makna yang sama, yaitu merujuk kepada kita manusia sebagai makhluk hidup, baik itu sebagai individu maupun kelompok. Namun, awalnya ningen memiliki makna lain sebelum diartikan sebagai “manusia”. 

Asal Mula Kata “Ningen

Kanji ningen yang diambil dari istilah ajaran Buddha ini sebelumnya dibaca jinkan yang berarti “hubungan antar individu atau orang”, “dunia” dan “kehidupan”. Secara sederhana, artinya adalah tempat di mana orang-orang hidup sambil berinteraksi atau tempat hidup sekelompok masyarakat.

Makna inilah yang digunakan ketika kata ningen pertama kali diserap oleh Jepang. Namun, secara bertahap maknanya semakin menyempit dan merujuk pada setiap individu yang tinggal di dunia, atau manusia. Cara baca kanjinya pun berubah dan lebih umum dibaca ningen dibandingkan jinkan.

Pengertian “Ningen

Dalam kamus bahasa Jepang Daijiten, kata ningen dideskripsikan sebagai berikut.

  1. Dunia tempat orang tinggal. (Mengacu pada makna awal ningen)
  2. Sekelompok manusia atau orang.
  3. Individu, insan, seseorang.
  4. Kepribadian, martabat seseorang. 

Dengan melihat penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa ningen saat ini secara umum diartikan sebagai “manusia”. Namun, dalam beberapa kasus artinya bisa berubah sesuai dengan konteks kalimatnya.

Contoh Kalimat

Berikut contoh-contoh kalimat yang menggunakan kata ningen untuk mempermudah pemahaman kalian akan penjelasan di atas.

Watashi wa tada no ningen dakara, machigai mo suru.
Omoi chigai wo shinaide kure. Watashi wa son’na ningen janai.
Ningen ni totte ichi-nichi ni hitsuyou-na mizu no bunryou wa dono gurai desuka?
Kon’na kankyou dewa ningen wa matomo-na seikatsu wa dekinai.
Ningen wa hanashi ga dekiru to iu ten de doubutsu to wa chigau.
Ningen wa shakai-teki-na ikimono de aru.
Sore wa ningen no chishiki no han’i wo koeru.
Kanojo wa kokoro no semai ningen da.
Ningen no yokubou ni wa kagiri ga nai.
Subete no ningen wa byoudou de aru.
Ningen ga dekiteiru.

Kesimpulan

Bagaimana penjelasan kata ningen di atas? Apakah mudah kalian pahami? Jadi, dapat disimpulkan bahwa ningen mengalami pergeseran atau perubahan makna dari makna awalnya yaitu “dunia” atau “tempat tinggal manusia”. Saat ini, ningen secara umum dideskripsikan sebagai “manusia” atau karakter manusia itu sendiri.

Semoga penjelasan dan contoh-contoh kalimat di atas bisa mudah kalian pahami. Jangan lupa untuk berlatih dengan membuat kalimat versi kalian sendiri. Jika ada yang ingin ditanyakan, jangan lupa langsung tanyakan saja ya!

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, yuk perhatikan kembali hal-hal di bawah ini!

Apa bahasa Jepangnya “manusia”?

Manusia dalam bahasa Jepang disebut “ningen”.

Apa maksud dari kata “ningen kankei”?

Ningen (manusia) dan kankei (hubungan). Diartikan sebagai hubungan antar manusia atau hubungan sosial (masyarakat).

Bagaimanakah cara menulis “ningen”? Apakah ditulis dengan hiragana, katakana, atau kanji?

人間. “Ningen” umumnya ditulis dengan kanji dan sangat jarang ditulis dalam hiragana. Adapun penulisan ningen dengan katakana (ニンゲン), merujuk pada makhluk misterius menyerupai manusia yang ada di Antartika, yang keberadaan dan kebenarannya masih menjadi tanda tanya.

Apa arti dari “ningensei”?

“Ningensei” artinya kemanusian atau sifat alamiah manusia.

Masih ada yang ingin kalian tanyakan? Jangan sungkan untuk langsung bertanya di halaman ini ya!