Apakah kalian pernah mendengar istilah “partikel” dalam bahasa Jepang? Partikel, atau yang dalam bahasa Jepang disebut “joshi” adalah suatu istilah yang mengikuti kata-kata dalam bahasa Jepang, misalnya setelah subjek, kata sifat, objek/kata benda, dan keterangan lainnya. Sederhananya, partikel bisa disebut sebagai penghubung kata dalam menyusun kalimat. Partikel memiliki peran yang sangat penting karena diperlukan untuk menunjukkan arti suatu kalimat.

Terdapat berbagai partikel dalam bahasa Jepang. Kali ini, kita belajar partikel “wa”, yuk!

Bagaimana Penggunaan Partikel “wa”?

Partikel “wa” dalam bahasa Jepang umumnya digunakan untuk dua hal, seperti:  

  1. Untuk menunjukkan subjek kalimat atau topik kalimat

Dalam hal ini partikel “wa” akan digunakan mengikuti subjek/topik suatu kalimat, sehingga kita akan mengetahui bahwa kata sebelum partikel “wa” merupakan suatu subjek/suatu topik pembicaraan. Dalam bahasa Indonesia, partikel ini sering juga diartikan dengan “adalah”.

2. Untuk menunjukkan dua hal yang bertentangan

Dalam hal ini, partikel “wa” akan muncul sebanyak dua kali, karena mengikuti penjelasan dari dua kata yang memiliki maksud yang bertentangan.

Untuk bisa lebih mudah memahaminya, mari kita lihat contoh kalimat di bawah ini!

Contoh Kalimat

Penunjuk subjek/topik kalimat

Matsumoto san wa gakusei desu.
Matsumoto adalah pelajar.
Ano hito wa dare desuka?
Orang itu (adalah) siapa?
Kyou wa kayoubi desu.
Hari ini (adalah) hari Selasa.
Ima wa ku-ji desu.
Sekarang (adalah) jam 9.
Yamada -san, suki na tabemono wa nan desuka?
Yamada, makanan favorit (anda) (adalah) apa?

Penunjuk dua hal yang bertentangan

Okonomiyaki wa suki desu ga, Monjayaki wa suki dewa arimasen.
Kalau okonomiyaki (saya) suka, tetapi kalau monjayaki tidak suka.
Tanaka san wa ikimasu ga, Matsumoto san wa ikimasen.
Kalau Tanaka akan pergi, tetapi kalau Matsumoto tidak.
Sakana wa tabemasu kedo, niku wa tabemasen.
(Saya) makan ikan, tetapi tidak makan daging.
Mitame wa amari kirei dewa arimasen ga, aji wa totemo oishii desu yo.
Penampilannya tidak terlalu cantik, tetapi rasanya sangat enak ya.
Q
Mami-chan wa iru?*
Mami ada?
A

Uun. Kinou wa ita kedo, kyou wa inai.*
Tidak. Kemarin ada, tetapi hari ini tidak.

*Contoh percakapan singkat menggunakan bahasa non-formal.

Kesimpulan

Partikel “wa” dalam bahasa Jepang berfungsi untuk menjadi penunjuk subjek/topik suatu kalimat, serta untuk membandingkan dua hal yang berlawanan.

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami penggunaan partikel “wa”? Semoga informasi ini bermanfaat! Jangan lupa ikuti terus informasi dari Kepo Jepang ya!