Simak salah satu partikel dalam bahasa Jepang yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

Partikel bahasa Jepang kali ini adalah partikel “tari”. Apakah kalian pernah mendengar partikel ini?

Bagaimana penggunaan partikel “tari”?

Partikel “tari” merupakan salah satu konjungsi dalam bahasa Jepang, sehingga digunakan untuk menyampaikan dua hal dalam satu kalimat.

Fungsi partikel “tari” 

Dalam bahasa Indonesia, partikel ini bisa diartikan “dan”, tetapi lebih dekat dengan makna seperti “..lah, ..lah”, atau bisa juga “..lagi, ..lagi”. Partikel “tari” digunakan untuk dua hal, yaitu untuk:

1.Menunjukkan contoh aktivitas/keterangan

Dalam hal ini, partikel “tari” digunakan untuk menyebutkan satu/lebih contoh suatu hal, baik berupa kegiatan yang dilakukan, contoh kata benda, dan sebagainya.

Ketika partikel “tari” digunakan menjelaskan beberapa kegiatan, berbeda dengan partikel “te” atau “de” (share link) yang digunakan untuk menyebutkan beberapa aktivitas secara berurutan, partikel “tari” hanya untuk menyatakan contoh aktivitas, sehingga tidak berarti sebagai suatu aktivitas yang berurutan. Dalam percakapan sehari-hari, kita mungkin akan sering mendengar orang Jepang mengungkapkan kata “tari” dalam menjelaskan dua contoh aktivitas yang dilakukan.

Namun, perlu diketahui juga bahwa partikel ini juga bisa digunakan hanya satu kali, dan dalam hal itu artinya pembicara hanya mengutarakan satu contoh, tetapi sebenarnya masih ada contoh lainnya. Misalnya adalah “hima na toki wa terebi wo mitari shimasu”, dan kalimat tersebut akan berarti “saat ada waktu luang, (saya) menonton TV (dan melakukan kegiatan lainnya)”.

2.Menunjukkan dua hal berlawanan yang terus terjadi  

Partikel “tari” di sini diungkapkan dengan menyebutkan dua predikat yang memiliki arti yang berlawanan, dan dua hal yang berlawanan tersebut terjadi secara terus-menerus.

Buntek perubahan partikel “tari” 

Pola kalimat yang menggunakan partikel “tari” akan menjadi seperti ini:

  • predikat + partikel “tari” + predikat + partikel “tari” + shimasu/desu/bentuk serupa lainnya (+ keterangan lain)

Perlu diperhatikan bahwa kata predikat jika ditambahkan partikel “tari” akan dijadikan bentuk lampau terlebih dahulu kemudian ditambahkan “ri”, sehingga bagian belakangnya menjadi “tari”, seperti pada pola berikut ini:

  • Kata kerja lampau (bentuk ta) + ri
  • Kata sifat i lampau (katta) + ri
  • Kata sifat na lampau (datta) + ri
  • Kata benda lampau (datta) + ri

Untuk bisa lebih memahaminya, mari perhatikan berbagai contoh kalimat di bawah ini!

Contoh kalimat

1.Menunjukkan contoh aktivitas/suatu keterangan

Senshuu no doyoubi wa, kaimono ni ittari, eiga wo mitari shimashita.
Kinou wa tomodachi to oishii mono wo tabetari, kouen de asondari shite, tanoshiku jikan wo sugoshite imashita.
Yukkuri hon wo yondari, ongaku wo kiitari suru jikan ga arimasen.
Wakaranai koto wa sensei ni kiitari, intaanetto de shirabetari shimasu.
Yasumi no hi wa doyoubi dattari, nichiyoubi dattari desu.
Sensei wa dansei dattari, josei dattari desu.

2.Menunjukkan dua hal berlawanan yang terus terjadi

Kyou wa ame ga futtari yandari shite imasu ne.
Kanojo wa kaigai to nihon wo ittari kitari shimasu.
Tattari suwattari suru toki, hiza ga itaku kanjiru.
Mainichi, kion ga agattari sagattari shite imasu.
Saikin wa atsukattari samukattari shite iru.
Shigoto wa isogashikattari hima dattari desu.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami penggunaan partikel “tari”?

Partikel “tari” digunakan untuk menunjukkan dua contoh suatu keterangan (bisa berupa dua aktivitas yang dilakukan, dua keterangan kata benda, dan lain-lain) serta dua hal berlawanan yang terus terjadi. Dalam bahasa Indonesia, partikel ini memiliki makna seperti kata “(kadang-kadang) …lah, ..lah” atau “…lagi, dan ..lagi”.

Semoga informasi kali ini bermanfaat untuk kalian yang sedang belajar bahasa Jepang. Ikuti terus informasi dari Kepo Jepang ya!