Sebelumnya, saya sudah bahasa bahasa Jepang otto yang berarti suami. Artikel kali ini akan membahas pasangan dari kata suami yaitu istri. Yuk, langsung simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Penjelasan “Tsuma

Tsuma (istri) merupakan padanan dari kata otto (suami), dengan kata lain tsuma adalah kata yang paling umum digunakan untuk menyebutkan “istri”. Secara sederhana, tsuma memiliki makna “wanita yang sudah menikah”, itulah mengapa kata ini juga digunakan untuk menuliskan status dalam dokumen-dokumen legal yang menyangkut informasi data diri (kartu keluarga, sertifikat pernikahan dan sebagainya). 

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Istri”

Sama halnya dengan otto dan kata-kata dalam bahasa Jepang yang lain, kata “istri” pun memiliki berbagai macam istilah. Istilah-istilah ini digunakan sesuai dengan posisi kita sebagai pembicara dan situasi yang sedang dihadapi. Untuk lebih jelasnya, yuk perhatikan penjelasan di bawah ini!

Okusan 

Istilah yang palin sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Jika dilihat dari huruf kanjinya, “oku” berarti bagian dalam, ini merujuk pada posisi seorang istri yang harus berada di bagian dalam rumah di belakang suaminya (shujin). Konsep ini lahir pada zaman perang (sengoku jidai). Itulah mengapa orang-orang modern saat ini tidak terlalu suka dengan istilah jadul ini. Namun, saat ini istilah oku dibubuhi akhiran hormat –san dan mengalami perubahan makna di mana digunakan ketika membicarakan istri orang lain. Untuk memberikan kesan yang lebih formal dan sopan, kalian bisa menggunakan okusama.

Yome

Kata yome berarti “pengantin” dalam bahasa Jepang dan dapat digunakan ketika berbicara tentang calon pengantin seseorang, atau seorang wanita yang baru-baru ini telah menikah dan masih dalam fase pengantin baru. Yang menarik adalah kata ini terkadang digunakan untuk mengartikan “menantu perempuan”. Istilah yome juga bisa digunakan untuk membicarakan istri orang lain. Untuk nuansa yang lebih formal dan sopan, kalian bisa menambahkan -san di akhir. 

Kanai

Secara harfiah kanai berarti di dalam rumah, ini juga merujuk pada peran seorang istri yang bertugas mengurus rumah. Kata ini juga salah satu kata lama, jadi bisa dilihat kalau kata ini sedikit kurang relevan dengan kehidupan zaman sekarang di mana peran seorang istri bisa lebih dari sekadar mengurus rumah. Istilah ini sendiri biasa digunakan untuk membicarakan istri sendiri, walaupun orang-orang zaman sekarang lebih banyak menggunakan istilah tsuma.

Nyoubou

Pada zaman dahulu, istilah ini digunakan untuk menyebut dayang istana yang melayani raja. Namun, saat ini nyoubou bisa digunakan untuk menyebutkan istri sendiri maupun istri orang lain. Kata ini kebanyakan digunakan oleh bapak-bapak paruh baya (ojisan, 50 tahun ke atas). Istilah ini juga memiliki kesan lebih sering digunakan oleh masyarakat kelas menengah.

Kamisan

Mungkin kalian akan jarang sekali mendengar istilah yang satu ini. Pada zaman dulu, istilah ini merujuk pada seorang istri dari saudagar atau pedagang yang bisnisnya cukup terkenal di satu daerah. Kamisan merupakan sebutan kehormatan kepada istri saudagar dan pedagang tersebut. Itulah mengapa istilah ini sudah sangat jarang terdengar. Untuk lebih sopan lagi biasanya menggunakan awalan hormat o, jadi okami atau okamisan. Kamisan sendiri ditulis dengan huruf kanji “ue” yang juga dibaca “kami” dan san merupakan akhiran bentuk sopan.

Fujin

Kata ini memiliki kesan “kelas atas”. Pada zaman dulu, istilah ini digunakan untuk menyebutkan istri-istri bangsawan, tapi seiring berjalannya waktu penggunaannya mengalami perluasan untuk menyebutkan istri dari seseorang yang memiliki jabatan dan status sosial yang tinggi, seperti direktur perusahaan atau politisi yang berpengaruh. Yang menarik, istilah ini juga bisa digunakan sebagai panggilan hormat seperti “Nyonya” atau “Madam”, jadi kalian bisa menyandingkan kata fujin langsung dengan nama seseorang. 

Contoh Kalimat 

Untuk lebih memahami kata-kata di atas, yuk kita perhatikan contoh penggunaannya pada kalimat-kalimat di bawah ini!

Tsuma

Tsuma wa Yumiko to iimasu.
Watashi no tsuma wa Amerika-jin desu.
Watashi wa kakei wo tsuma ni makaseta.
Tsuma wa kaze wo hiki yasui.
Sengetsu, tsuma to rikon shita.
Tsuma ni okorareta.
Tsuma no jikka wa Nagano desu.

Okusan

Okusan wa ogenki desuka?
Yamada-san no okusan wa donna hito desuka?
Wada-san wa okusan ga kowakatta.
Kare no okusan wa Furansu-jin desu.
Fujiwara-san wa okusan ni otorazu ryouri ga umai.
Okusan ni yoroshiku otsutae kudasai.
Kimi ga okusan ni hara wo tateta no wa yokunakatta.

Yome

Chounan no yome wo sagashiteiru.
Anata no oyome-san ni naritai desu.
Kanojo wa, o-yome ni iku no wa mada hayai to omou.
Watashi wa chounan no yome to wa, umaku yatte ikeru to omou.
Senshuu, watashi wa yome no jikka no omatsuri ni ikimashita.

Kanai – Nyoubou – Kamisan – Fujin

Kanai mo yorokonde orimasu.
Kanai wa isha desu.
Kanai wa ima, yuushoku no shitaku wo shiteiru.
Nyoubou wo daiji ni suru.
Nyoubou ga totsuzen naki dashita.
Yamada-san wa nyoubou ni kasega sete kurashiteiru.
Kanojo no yume wa daitouryou fujin ni naru koto desu.
Shoutaikyaku no naka ni wa shichou to sono fujin ga ita.
Sumisu fujin wa taihen ryouri ga umai desu.

Kesimpulan

Nah, itulah penjelasan singkat tentang istilah-istilah yang bisa digunakan untuk menyebutkan “istri”. Jadi, istilah yang paling umum itu “tsuma” yah teman-teman. Untuk penggunaan kata lainnya kalian harus ingat posisi kalian sebagai pembicara, siapa lawan bicara kalian, dan sedang ada dalam situasi seperti apa. Kalian harus memahami perbedaan antara penggunaan untuk formal dan informal biar nggak salah ketika berbicara langsung dengan orang Jepang.

Sampai di sini dulu belajar bahasa Jepang hari ini, semoga bahasa Jepang yang saya sampaikan selalu bermanfaat buat kalian. Dan tentunya jangan lupa ikuti terus informasi belajar bahasa Jepang dari Kepo Jepang ya…