お腹がぺこぺこです。
Onaka ga peko-peko desu.

Kalian mungkin sering mendengar kalimat di atas yang berarti “saya lapar”. Peko-peko merupakan salah satu onomatope yang sering muncul dalam buku teks bahasa Jepang dan dikenal dengan arti lapar. Namun, arti onomatope ini bukan hanya “lapar” saja loh.

Artikel ini akan memperkenalkan makna lain yang bisa diungkapkan dengan menggunakan onomatope peko-peko. Dan bagaimana cara menggunakannya melalui contoh-contoh kalimat yang akan diberikan.

Untuk lebih memahami dan mengerti penggunaan peko-peko, langsung simak saja penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Penjelasan “Peko-Peko”

Sebelumnya, pengertian dan penjelasan tentang onomatope dalam bahasa Jepang sudah dibahas di artikel bura-bura. Seperti yang sudah dijelaskan, onomatope adalah ungkapan yang digunakan untuk meniru atau menciptakan kembali suara atau perasaan.

Peko-peko termasuk ke dalam golongan onomatope giongo, suara yang muncul dari benda mati dan gitaigo, suara yang menggambarkan dan mendeskripsikan keadaan atau situasi.

Peko-peko memiliki beberapa arti yang berbeda, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Mendeskripsikan dan menggambarkan sesuatu yang penyok, tua dan lemah.
  2. Menggambarkan rasa lapar.
  3. Menundukkan kepala.
  4. Menyanjung, hormat, patuh terhadap seseorang, biasanya yang status sosialnya lebih tinggi.
  5. Mendeskripsikan suara shamisen (alat musik tradisional Jepang) yang buruk.

Di antara arti-arti yang dijelaskan di atas, dalam aktivitas sehari-hari kita akan lebih sering mendengar orang Jepang menggunakan ungkapan ini untuk mengekspresikan keadaan “lapar”.

Contoh Kalimat

Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini!

Onaka ga peko-peko da yo!
Asa kara nani mo tabete inai kara, onaka ga totemo peko-peko da.
Onaka ga peko-peko dattara, isshoni gohan wo tabemashou!
Kono booru wa kuuki ga nai kara, peko-peko dane.
Kono kan wa peko-peko ni natte shimatta.
Kyou wa jitensha ni nottara, taiya ga panku shite, peko-peko ni natta. Ie ga tooi kara, totemo taihen datta.
Kono petto botoru wa peko-peko dane. Mou tsukawai hou ga ii kamoshirenai ne!
Kare wa shakkin wo tanomi ni atama wo peko-peko sagete yatte kita. 
Eki no mae de denwa wo kake nagara, peko-peko atama wo sagete iru hito ga ita.
Kachou wa itsumo shain ni wa totemo ibatte iru ga, shachou no mae de wa peko-peko shite iru.

Kesimpulan

Itulah penjelasan singkat tentang onomatope peko-peko, yang lebih dikenal berarti “lapar”, tetapi bisa diartikan juga dengan kata “penyok” atau “menundukkan kepala”. Tentunya kalian bisa dengan mudah membedakan artinya dengan melihat keseluruhan isi kalimat.

Semoga penjelasan singkat di atas, bisa membantu kalian memahami makna onomatope peko-peko dan bagaimana cara menggunakannya dalam kalimat. Jangan lupa untuk terus berlatih dan pastikan membaca informasi bahasa Jepang lainnya di Kepo Jepang!

Nah, setelah belajar tentang onomatope peko-peko, yuk perhatikan lagi beberapa hal di bawah ini!

Onomatope “peko-peko” artinya apa?

Peko-peko memiliki beberapa arti seperti lapar, penyok, patuh, dan menundukkan kepala. Namun, paling banyak digunakan untuk mendeskripsikan “lapar”.

Apakah penulisan “peko-peko” harus menggunakan katakana?

Sebagian besar onomatope bisa ditulis dengan hiragana maupun katakana. Akan tetapi, lebih banyak menggunakan katakana untuk menekankan penggunaan onomatope tersebut.

Ungkapan selain “peko-peko” yang artinya lapar!

Selain “peko-peko”, kalian bisa mengungkapkan rasa lapar dengan “onaka ga suita” atau “onaka ga hetta”.

Contoh kalimat dengan “peko-peko”!

お腹がペコペコだよ!(Onaka ga peko-peko da yo! / Saya lapar!).

Pastikan kalian mengecek artikel onomatope lainnya untuk memperkaya bahasa Jepang kalian!