Hisashiburi desu ne.

Ungkapan di atas adalah salam sapa dalam bahasa Jepang yang biasa digunakan ketika kita sudah lama tidak berjumpa dengan seseorang. Namun, hisashiburi tidak hanya sekadar digunakan sebagai salam sapaan saja. Hisashiburi bisa juga digunakan sebagai kata sifat yang menerangkan kata lainnya.

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan menjelaskan bagaimana penggunaan hisashiburi sebagai salam sapaan dan kata sifat. Untuk lebih jealsnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini. Jangan lupa tonton juga video penjelasannya ya!

Penjelasan “Hisashiburi”

Hisashiburi” adalah suatu ungkapan dalam bahasa Jepang yang biasanya digunakan ketika kita bertemu dengan seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Secara harfiah artinya “sudah lama tidak bertemu”. Ada makna rasa gembira karena akhirnya bertemu setelah sekian lama.

Untuk bentuk yang lebih sopannya, kalian bisa menggunakan “ohisashiburi desu“. Pastikan kalian menggunakan ekspresi yang sesuai tergantung pada orang yang kalian temui. Namun, ungkapan ini tetap bernuansa terlalu kasual jika diucapkan kepada atasan. Dalam dunia bisnis, kalian bisa menggunakan ungkapan gobusata shite orimasu, yang secara harfiah bisa diartikan “maaf sudah lama saya tidak menghubungi Anda”.

Baik hisashiburi maupun gobusata shite orimasu merupakan ungkapan yang dapat digunakan baik dalam percakapan maupun tulisan. Bentuk sapaan tulisan biasanya digunakan sebagai salam pembuka dalam surat, email atau chat yang kalian tujukan untuk seseorang yang sudah lama tidak kalian temui.

Hisashiburi sebagai Kata Keterangan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, selain sebagai salam sapa, hisashiburi juga bisa digunakan sebagai kata keterangan. Biasanya hisashiburi akan ditambahkan partikel “ni” atau “no” sebelum kata lain yang akan diterangkan. Pada dasarnya, hisashiburi sebagai kata keterangan digunakan ketika mengungkapkan suatu hal yang sudah lama tidak kita lakukan atau sudah lama tidak terjadi.

Contoh Kalimat

Sebagai Ungkapan

Berikut beberapa contoh penggunaan hisashiburi sebagai salam ungkapan.

Ohisashiburi desu ne. Ogenki desuka?
Ohisashiburidesu. Ikaga osugoshi desuka?
Ohisashiburidesu.  Nagaraku gorenraku sezu moushiwake gozaimasen.
A : Ohisashiburidesu.  Dousoukai de oaishite irai desu ga, ogenki de osugoshi deshitaka?
B : Kochira koso gobusata shite ori, taihen kyoushuku de gozaimasu.

Sebagai Kata Keterangan

Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan hisashiburi untuk mengungkapkan hal yang sudah lama tidak dilakukan.

Hisashiburi ni sushi wo tabemashita.
Kinou, hisashiburi ni tomodachi ni aimashita.
Musuko kara no hisashiburi no tegami wa, raigetsu kekkon suru koto no houkoku deshita.
Hisashiburi ni furusato e kaettara, mura no hito-tachi ga kangei-kai wo hiraite kureta node ureshikatta
Hisashiburi no deeto datta node, harikitte keshou wo shite kaminoke wo maite iku koto ni shimashita.

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang salam sapaan hisashiburi yang digunakan ketika kita menyapa orang yang sudah lama tidak kita temui. Selain itu, hisashiburi juga bisa diguunakan sebagai kata keterangan untuk mengungkapkan hal yang sudah lama tidak kita lakukan atau hal yang sudah lama tidak terjadi.

Semoga penjelasan di atas bisa dengan mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa baca artikel lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang di Kepo Jepang ya.

Untuk mengingat kembali penjelasan tentang salam sapa hisashiburi, mari kita simak beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa artinya “hisashiburi”?

A) “Hisashiburi” dalam bahasa Indonesia secara sederhana diartikan “lama tidak bertemu/berjumpa”. Namun, “hisashiburi” juga bisa digunakan sebagai kata keterangan, di mana digunakan ketika mengungkapkan suatu hal yang sudah lama tidak kita lakukan atau sudah lama tidak terjadi.

Q) Kapan aisatsu “hisashiburi” sebaiknya diucapkan?

A) “Hisashiburi” biasanya digunakan ketika kita bertemu dengan seseorang yang sudah lama tidak bertemu.

Q) Bagaimana mengungkapkan “hisashiburi” dalam nuansa yang sopan dan formal?

A) Bentuk sopan dan formal dari “hisashiburi” adalah “ohisashiburi desu” atau bisa juga menggunakan “gobusata shite orimasu” jika lawan bicara memiliki posisi sosial yang lebih tinggi, seperti bos di tempat kerja.

Jika kalian masih penasaran dengan pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, langsung baca saja di halaman ini ya.