Kore wa nihongo no jisho desu.
Ini adalah kamus bahasa Jepang.

Teman-teman pasti sering dong mendengar kata jisho. Jisho adalah istilah bahasa Jepang yang artinya “kamus”. Namun, pernahkah kalian mendengar istilah jiten? Ini juga artinya kamus loh!

Nah, melalui artikel ini Kepo Jepang akan menjelaskan arti, makna, perbedaan, serta penggunaan kata jisho dan jiten dalam bahasa Jepang. Selain itu, akan diperkenalkan juga beberapa istilah lain untuk “kamus” selain kedua kata ini.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Jisho” dan “Jiten

Secara umum jisho adalah istilah yang digunakan sebagai kata tunggal, sedangkan jiten lebih banyak digunakan dengan kata lain sebagai judul sebuah “kamus”. Itulah sebabnya halaman depan kamus berbahasa Jepang umumnya menggunakan istilah jiten bukan jisho.

Arti dan Makna “Jisho

Dalam kamus bahasa Jepang, pengertian jisho dijelaskan sebagai berikut :

  1. Kumpulan dari sejumlah besar kata, disusun dalam urutan tertentu, sebagai satu kesatuan, yang menggambarkan arti dan penggunaan setiap kata, cara membaca kata tersebut atau konten yang ditunjukkan olehnya. Selain kata, imbuhan, kolokasi, peribahasa, contoh penggunaan, dan sebagainya juga disertakan. 
  2. File di mana kata dan frasa yang sesuai dengan huruf kana dimasukkan secara terdaftar di sistem konversi kana-kanji komputer. Selain itu, file di mana korespondensi kata ke kata dan tata bahasa terdaftar menggunakan sistem terjemahan otomatis.
  3. Sebuah dokumen yang menyatakan pengunduran diri. (Makna lama dari bahasa asli China).
  4. Dokumen yang menyatakan bahwa kaisar memberikan kekuasaan kepada kaisar baru, atau surat yang menyatakan bahwa kaisar akan turun. (Makna lama dari bahasa asli China).

Makna 3 dan 4 memang sudah tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun untuk makna nomor 1 pengertiannya ini sangat luas. Jisho pada umumnya merujuk pada segala macam jenis kamus. Termasuk kamus bahasa asing, kamus Jepang, dan kamus Jepang dengan bahasa asing lainnya. Selain kamus biasa, yang bisa dikategorikan ke dalam jisho adalah ensiklopedia, kamus nama tempat, kamus daftar nama, kumpulan istilah teknis untuk setiap bidang akademik, dan sebagainya. 

Arti dan Makna “Jiten

Istilah jiten adalah istilah yang lebih baru dari jisho, yang lahir dan baru mulai digunakan setelah zaman Meiji. Pengertian jiten dalam kamus bahasa Jepang lebih sederhana dari jisho, yaitu kamus yang menunjukkan arti, penggunaan, dan isi sebuah kata sebagai bahasa, seperti kamus bahasa Jepang dan kamus dwibahasa.

Berdasarkan pengertian ini, bisa disimpulkan bahwa jiten memiliki makna yang benar-benar sama dengan makna jisho nomor 1. Namun berbeda dengan jisho yang bisa digunakan sebagai kata tunggal, jiten pada umumnya digunakan bersamaan dengan kata lain sebagai “judul sebuah kamus” untuk menjelaskan sebuah kamus tertentu, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

Istilah JepangHiraganaCara BacaArti
国語辞典こくごじてんKokugo-jiten Kamus bahasa Jepang
古語辞典こごじてんKogo-jiten Kamus arkaisme (istilah lama / kuno)
類義語辞典るいぎごじてんRuigigo-jiten Tesaurus
kamus daftar sinonim-antonim
文法辞典ぶんぽうじてんBunpou-jiten Kamus tata bahasa
漢英辞典かんえいじてんKan’ei-jiten Kamus Kanji – Inggris
和英辞典わえいじてんWaei-jiten Kamus Jepang – Inggris
英和辞典えいわじてんEiwa-jiten Kamus Inggris – Jepang
漢語辞典かんごじてんKan’go-jiten Kamus istilah China / kosakata Sino-Jepang
英語辞典えいごじてんEigo-jiten Kamus bahasa Inggris

Sebagai tambahan, jiten sering juga dibaca kotobaten. Hal ini dikarenakan kata jiten dengan Kanji yang berbeda bisa juga diartikan “ensiklopedia” dan “kamus Kanji”.

Perbedaan “Jisho” dan “Jiten

Pada dasarnya jisho lebih banyak digunakan sebagai kata tunggal, dalam artian hanya dengan mengucapkan kata jisho saja itu sudah mendeskripsikan sebuah “kamus”. Sedangkan jiten sebagai kosakata memang berarti “kamus”, tetapi lebih banyak digunakan dengan kata lain seperti pada contoh di atas. 

Secara keseluruhan keduanya tidak memiliki banyak perbedaan karena makna “kamus” dari kedua istilah ini sama. Dapat disimpulkan bahwa jiten dan jisho adalah sinonim satu sama lain, dan kedua istilah ini bisa saling menggantikan.

Hal lain yang bisa dikatakan perbedaan dari kedua istilah ini adalah makna jiten yang lebih sempit karena lebih mendeskripsikan “kamus” dalam bentuk buku di mana hal ini sama dengan makna nomor 1 jisho. Sedangkan jisho tidak terbatas pada buku saja, dan bisa merujuk pada file-file kata-kata yang sudah tersusun dan dikonversi sebagai sistem input pada komputer atau perangkat lunak terjemahan (makna jisho nomor 2).

Informasi Tambahan

Jisho dan jiten adalah istilah umum untuk menyebutkan “kamus”, adapun di bawah ini akan diperkenalkan istilah-istilah bahasa Jepang yang bisa dikategorikan sebagai “kamus”.

Istilah JepangHiraganaCara BacaArti
事典じてん・ことてんJiten / KototenEnsiklopedia
字典じてん・もじてんJiten / MojitenKamus Kanji
字書じしょJisho Kamus Kanji
字引じびきJibiki Kamus Kanji
辞彙じいJii Glosarium
kamus dalam bentuk ringkas
語典ごてんGoten Kamus tata bahasa
辞林じりんJirin Kamus yang mengumpulkan dan menafsirkan kosakata

Isi kamus Kanji pada umumnya menjelaskan asal-usul, pengucapan, implikasi, dan sebagainya dari setiap karakter Kanji, serta menjelaskan arti kata-kata yang dibentuk oleh Kanji.

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan istilah di atas, coba perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Jisho 

Tesuto no toki,  jisho wo tsukatte wa ikemasen.
Kono tango no imi wa, jisho wo mite mo wakarimasen.
Kono jisho wa takumi senpai ni okari shimashita.
Gaikoku-go wo manabu toki wa, jisho wo yoku riyou shimashou. 
Atarashii tango ga wakaranakattara, jisho de shirabete kudasai.
Jisho karite mo ii?
Kono jisho wa koukousei muke ni tsukurarete iru.
Saikin wa sumaho ni jisho wo daunroodo dekiru node, denshi jisho wo tsukau hito wa hotondo inai.
A : Kami no jisho to denshi jisho, dochira ga ii to omoimasuka? 
B : Watashi wa kami no jisho ga suki desu.
Kono tango wa jisho de shirabete mo detekonai kamoshiremasen.
Aru kotoba wo shirabetai toki, “kotobanku” no you na onrain jisho wo tsukatte imasu.
Jisho de eigo no tango wo shirabeteru ndakedo, tsudzuri ga wakaranai.

Jiten

Karite mo ii kokugo-jiten aru?
Satou sensei no kadai wo kaku tame ni, bunpou-jiten ga hitsuyou da.
Ruigigo-jiten wo tsukau no wa, atarashii kotoba wo oboeru houhou no hitotsu desu.
Watashi wa hon’yaku-sha dakara, waei-jiten to eiwa-jiten wo ryouhou mochi aruite iru.
Kono kogo-jiten wa doko de katta no desuka?

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah penjelasan kata jisho dan jiten di atas bisa kalian pahami? Jadi, dua istilah ini secara umum digunakan untuk mengatakan “kamus” dalam bahasa Jepang. Jisho biasa digunakan sebagai kata tunggal, sedangkan jiten umumnya disandingkan dengan kata tertentu yang menunjukkan “kamus tertentu”. Oleh karena itu, keduanya merupakan sinonim satu sama lain dan bisa saling menggantikan.

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan istilah-istilah bahasa Jepang di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “kamus”?

A) Ada dua istilah “kamus” dalam bahasa Jepang, yaitu 辞書 (jisho) dan 辞典 (jiten).

Q) Apa artinya 辞書 (jisho)?

A) 辞書 (jisho) artinya kamus.

Q) Apa artinya 辞典 (jiten)?

A) 辞典 (jiten) artinya kamus.

Q) Apa perbedaan 辞書 (jisho) dan 辞典 (jiten)?

A) 辞書 (jisho) pada umumnya merupakan kata tunggal. Dalam artinya hanya dengan menyebutkan “jisho”, maka sudah pasti menunjukkan “kamus”. Sedangkan 辞典 (jiten), sebagai kosakata memang berarti “kamus”, tetapi lebih banyak digunakan dengan kata lain untuk mendeskripsikan “kamus tertentu”, misalnya 国語辞典 (kokugo-jiten) atau “kamus bahasa Jepang”.

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan informasi lain tentang Jepang, jangan lupa baca halaman ini ya!