Kakaku wa takai desu ga, hinshitsu wa warui desu.
Harganya mahal, tetapi kualitasnya jelek.

Warui pada kalimat di atas merupakan salah satu kata sifat dalam bahasa Jepang. Salah satu makna dari kata warui adalah “jelek”. Namun, warui memiliki arti lain yang bisa disesuaikan dengan konteks kalimat masing-masing.

Untuk lebih memahami arti, makna, dan penggunaan kata warui, Kepo Jepang akan menjelaskannya melalui artikel ini. Selain itu, kalian juga bisa dengan mudah memahaminya melalui contoh-contoh kalimat yang akan diberikan.

Langsung simak saja penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penjelasan “Warui

Dalam bahasa Jepang warui termasuk ke dalam kelas kata sifat, tepatnya kata sifat golongan I atau i-keiyoushi. Selain “jelek” seperti yang sudah disebutkan di atas, warui memiliki makna yang lebih luas lagi. Berikut beberapa pengertian makna warui yang dijelaskan dalam kamus Daijiten.

  1. Kata yang bisa digunakan untuk mendeskripsikan sifat seseorang yang keadaannya memiliki nilai yang lebih rendah daripada standar. Baik itu kualitas, kemampuan, penampilan, kondisi tubuh, status sosial, lingkungan, keadaan ekonomi, peruntungan, maupun ketidakcocokan dengan sesuatu.
  2. Kata yang digunakan untuk mendeskripsikan perilaku, sifat seseorang, atau keadaan yang tidak memenuhi kriteria untuk menilai benar atau salah. 
  3. Kata yang digunakan untuk mendeskripsikan hal-hal yang tidak menyenangkan dan menguntungkan.
  4. Kata yang digunakan untuk mendeskripsikan barang atau makanan yang ada dalam keadaan tidak baik sehingga tidak dapat digunakan atau dikonsumsi.
  5. Bisa digunakan sebagai ungkapan permintaan maaf yang bernuansa kasual atau informal.

Berdasarkan pengertian makna di atas, kata warui dalam bahasa Indonesia diartikan menjadi :

  • Jelek
  • Buruk
  • Tidak beres
  • Tidak baik / tidak benar
  • Rusak
  • Sakit
  • Tidak enak
  • Tidak pantas / tidak cocok
  • Tidak sempurna
  • Maaf

Jadi, selain “jelek” warui bisa diartikan ke dalam beberapa kata lainnya tergantung dari konteks kalimat yang sedang dibicarakan. Untuk perubahan bentuk kata sifat golongan I bisa dilihat di halaman ini.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Jelek”

Selain warui ada beberapa istilah lain dalam bahasa Jepang yang bisa digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu dalam keadaan “jelek” atau “tidak baik”. Berikut penjelasan singkat istilah lain yang juga berarti “jelek”.

Furyou

Secara harfiah, furyou diartikan “tidak baik”. Pada umumnya istilah ini digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan, sifat seseorang, situasi, kualitas barang yang tidak baik, buruk, jelek atau rusak. Furyou juga seringkali digunakan untuk mendeskripsikan suatu “kejahatan”.

Mazui

Secara umum mazui digunakan untuk mendeskripsikan rasa makanan yang buruk atau secara sederhana diartikan “tidak enak”. Namun, di luar rasa makanan mazui juga bisa digunakan untuk mendeskripsikan suatu keadaan, kondisi, dan situasi yang buruk, tidak baik, dan mengerikan.

Minikui

Secara etimologi, kata minikui dibentuk dari kata miru + nikui yang ketika digabungkan menjadi minikui dan memiliki makna “sulit untuk dilihat”. Kata minikui sering kali digunakan untuk mendeskripsikan wajah seseorang yang “tidak enak dipandang”, sehingga makna “jelek” pada kata minikui memiliki arti orang yang memiliki paras tidak baik atau buruk rupa. Namun, selain mendeskripsikan keadaan wajah seseorang, sama halnya dengan istilah lainnya minikui juga bisa digunakan untuk mendeskripsikan keadaan atau sesuatu yang tidak baik atau tidak enak dipandang.

Contoh Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan istilah-istilah di atas untuk memudahkan kalian dalam memahami makna dan penggunaannya.

Warui

Kyou wa taichou ga warui node, oyasumi shitai.
Koukou no tomodachi no namae ya kao wo naka-naka oboerarenai no wa, kioku-ryoku ga warui sei kamoshirenai.
Kono purintaa wa insatsu no hinshitsu ga warui kara, atarashii purintaa de shutsuryoku shiyou.
Kanojo wa aite no iegara ga warui kara to, ryoushin kara kekkon wo hantai sarete iru sou da yo.
Tomodachi wo ijimeru no wa warui koto da yo.
Kimi no okyaku-san e no shouhin setsumei no shikata wa amarini warui yo.
Manatsu wa tabemono ga waruku nari yasui kara, shokuchuudoku ni ki wo tsukenai to ikenai yo.
Karada no choushi ga warui nara, kaette mo kamaimasen.
Senshuu gaishoku wo shite irai, onaka no choushi ga warui desu.
Kare wa douryou no aida de hyouban ga warui.
A : Kanojo wa, kyou zutto kigen ga warui. 
B : Kanojo no omoidoori ni ittenai mitai da ne. 
Ryokou-chuu tenki ga totemo warukute, marumaru isshuukan hageshiku ame ga futte imashita.
Warui keredo, koko wa watashi no omou toori ni yarasete morau kara ne.

Istilah Lainnya

A : Kyou wa oyasumi shimasu. Sakuya kara, taichou furyou ga tsudzuite imasu. 
B : Wakarimashita. Kibun ga yoku naru to ii desu ne.
Kare wa sokou furyou de is-shuukan no teigaku wo uketa.
Keitai wo yon-nen ijou tsukatte imasu ga, saikin dousa furyou ga ooku, kaikae jiki ka na to omotte imasu.
A : Kono gyuunyuu, mazui yo.
B : Sou na no? Shoumikigen kireteru kamoshirenai ne.
Kare no hisseki wa taihen mazui. Nani ga nandaka wakaranai. 
Kondo wa mazui koto ga okoranai to hontou ni ii no desu ga. 
Kuruma ni wa nan no mondai mo nai. Tada kimi no unten ga mazui dake da yo. 
Kanojo wa minikui doresu wo kite imashita. 
Sono e wa minikui to wa omowanai. Sore dokoroka, mushiro utsukushii to omou. 
Kao ga kirei demo, kokoro ga minikukereba kachi wa nai.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan dan contoh-contoh kalimat yang sudah diberikan di atas, dapat disimpulkan bahwa kata sifat warui dalam bahasa Indonesia bisa diartikan lebih dari sekadar “jelek”. Konteks kalimat yang disampaikan akan mempengaruhi makna warui. Selain itu, warui juga bisa digunakan sebagai ungkapan kata maaf dalam percakapan kasual. Sebagai tambahan, selain warui ada juga istilah-istilah lain yang bisa digunakan untuk mendeskripsikan suatu hal yang “jelek” atau “buruk”.

Semoga penjelasan kosakata bahasa Jepang di atas mudah kalian pahami, dan tentunya bermanfaat untuk kalian. Jangan lupa untuk membaca artikel-artikel lainnya dan simak terus informasi-informasi terbaru seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya di Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “jelek”?

A) Jelek dalam bahasa Jepang pada umumnya menggunakan kata “warui”. Namun, bisa juga digunakan kata “furyou”, “mazui”, atau “minikui”.

Q) Apa artinya わるい (warui)?

A) わるい (warui) bisa diterejemahkan ke dalam beberapa kata tergantung konteks kalimatnya. Pada intinya, “warui” digunakan untuk mendeskripsikan hal-hal yang tidak baik, jadi bisa diartikan buruk, jelek, rusak, sakit, tidak enak, atau tidak pantas. Namun, “warui” juga bisa digunakan sebagai ungkapan kata “maaf” yang digunakan dalam nuansa informal.

Q) Apa artinya 不良 (furyou)?

A) Secara sederhana, 不良 (furyou) diartikan “tidak baik”. Secara umum “furyou” digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan, sifat seseorang, situasi, kualitas barang yang tidak baik, buruk, jelek atau rusak.

Q) Apa maksud dari kalimat 頭が悪い (atama ga warui)?

A) Secara harfiah “atama ga warui” berarti “kepala yang buruk”. Namun, “atama ga warui” merupakan sebuah idiom di mana maksud yang sesungguhnya menunjukkan seseorang yang bodoh atau berpikir lambat. Kata ini merupakan kebalikan dari 頭がいい (atama ga ii) yang digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang pintar.

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.