Watashi wa san-nin kyoudai desu.
Saya 3 bersaudara.

Kyoudai dalam bahasa Jepang digunakan untuk menyatakan saudara atau hubungan kakak-adik dalam keluarga secara umum, baik itu kakak-adik perempuan maupun laki-laki. Tetapi, tahukah kalian, berdasarkan penulisan kanjinya, kyoudai itu berarti kakak-adik laki-laki?

Melalui artikel ini, Kepo Jepang bermaksud menjelaskan makna dari kata kyoudai dan memperkenalkan istilah hubungan saudara atau kakak-adik lainnya dalam bahasa Jepang, serta bagaimana penggunaannya dengan menyertakan contoh-contoh kalimat.

Untuk memahami kata kyoudai, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

Penjelasan “Kyoudai

Dengan melihat kanji kyoudai di atas yang dibentuk dari kanji ani (kakak laki-laki) dan otouto (adik laki-laki), tentu kalian akan langsung memahami bahwa kata kyoudai berarti saudara laki-laki atau kakak-adik laki-laki. Namun, meskipun secara penulisan menunjukkan hubungan saudara laki-laki, secara umum kyoudai digunakan baik untuk kakak-adik laki-laki maupun perempuan.

Arti “Kyoudai

Berikut penjelasan makna kyoudai yang ada dalam kamus Daijiten.

  1. Hubungan anak laki-laki dari satu orang tua atau kedua orang tua yang sama. Kakak beradik laki-laki. Saudara kandung.
  2. Hubungan anak-anak dari satu orang tua atau kedua orang tua yang sama, tanpa memandang jenis kelamin. Kakak beradik laki-laki dan perempuan.
  3. Orang yang memiliki hubungan orang tua yang sama karena adopsi. Atau, pasangan dari saudara kandung atau saudara kandung dari pasangan (giri kyoudai / saudara ipar).
  4. Panggilan yang digunakan oleh orang dekat yang mengandung keakraban. 

Beberapa tahun terakhir, dengan adanya gagasan “kesetaraan gender” dan globalisasi bahasa Jepang, penulisan kyoudai semakin banyak tanpa menggunakan kanji. Hal ini dikarenakan kanji kyoudai menunjukkan hubungan kakak-adik laki-laki. Sehingga penulisan kyoudai dengan hiragana semakin meningkat dan diterjemahkan secara umum sebagai “saudara” atau “kakak beradik” saja. Dikarenakan hal ini juga, saat ini istilah otoko-kyoudai (saudara laki-laki) dan onna-kyoudai (saudara perempuan) semakin umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai tambahan, saat ini penggunaan kata kyoudai bukan hanya antar anggota keluarga saja. Seperti pada makna nomor 4, kyoudai sering kali digunakan antar orang-orang yang sudah sangat dekat dan memiliki hubungan pertemanan yang erat. Selain itu, kyoudai pun bukan hanya digunakan untuk menunjukkan hubungan antar manusia saja, tetapi juga digunakan untuk menunjukkan adanya hubungan yang erat antar perusahaan atau organisasi, misalnya kyoudai-kaisha (perusahaan persaudaraan).

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Saudara / Kakak-adik”

Seperti yang sudah dijelaskan, berdasarkan penulisan kanjinya, kyoudai secara harfiah berarti adik-kakak laki-laki. Oleh karena itu, ada istilah-istilah lain yang menunjukkan hubungan kakak-adik berdasarkan gender.

Shimai

Istilah shimai yang diserap dari bahasa China (kan’go) muncul setelah kyoudai, yaitu sekitar Zaman Heian. Seperti kanjinya, shimai berarti kakak-adik perempuan. Pada dasarnya, istilah ini mengacu pada hubungan antara anak-anak perempuan yang lahir dari satu orang tua atau kedua orang tua yang sama. 

Kata shimai masih sangat umum dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sama halnya dengan kyoudai, shimai pun sering kali digunakan untuk menunjukkan adanya hubungan erat antar organisasi atau kelompok, seperti shimai-toshi (kota saudara).

Keimai

Sesuai dengan penulisan kanjinya, secara harfiah keimai berarti kakak laki-laki dan adik perempuan. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan hubungan saudara di mana kakaknya adalah laki-laki dan adiknya perempuan. Tidak seperti kyoudai dan shimai, istilah ini cukup jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali kanji keimai dibaca sebagai kyoudai, ini menunjukkan bahwa kata kyoudai memang secara umum digunakan untuk menunjukkan saudara tanpa memandang jenis kelamin.

Shitei

Berdasarkan penulisan kanjinya, shitei berarti kakak perempuan dan adik laki-laki. Sama halnya dengan keimai, istilah ini cukup jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Teimai

Secara harfiah berarti adik laki-laki dan adik perempuan. Istilah ini digunakan oleh seseorang untuk menunjukkan saudara yang umurnya lebih muda (adik).

Informasi Tambahan

Sebagai tambahan, istilah-istilah di atas pada dasarnya digunakan untuk menunjukkan hubungan saudara, di mana mereka terlahir dari satu orang tua atau kedua orang tua yang sama. Ketika dalam satu keluarga terdapat kakak laki-laki dan perempuan serta adik laki-laki dan perempuan, sering juga digunakan istilah kyoudai-shimai.

Contoh Kalimat

Untuk memudahkan kalian mempelajari penggunaan istilah-istilah di atas, mari kita simak beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Kyoudai

A : Mari-san wa nan-nin kyoudai desuka?
B : San-nin kyoudai desu.
Watashi wa ani futari, ane futari no, go-nin kyoudai desu.
Tamaki-san wa san-nin kyoudai no chounan desu.
Watashi wa otouto to yoku kyoudai-genka wo shita.
Ano futari no kyoudai ni wa kiwadatta chigai ga aru.
Hikouki wa Raito kyoudai ni yotte hatsumei saremashita.
Ano futari wa marude kyoudai mitai ni kao ga nite iru.
A : Keiko-san wa kyoudai ga imasuka?
B : Hai, ane hitori to otouto futari ga imasu.
Watashi wa kyoudai ga hitori mo imasen.
Kyoudai wa otagai ni tasukeawaneba naranai. 

Shimai

Watashi wa san shimai no suekko desu.
Kare no shimai wa futari tomo bijin desu. 
Geinou-kai no naka de Hirose-shimai wa ichiban kirei da to omoimasu.
Hotondo no hito wa, watashi tachi ga shimai da to omotte inai.
Sono futari no shimai wa masumasu yuumei ni natta.
Bandung wa Hamamatsu no shimai-toshi de aru.

Kesimpulan

Itulah penjelasan istilah kyoudai yang secara umum digunakan untuk menunjukkan kakak-adik perempuan maupun laki-laki. Dan tentunya, ada istilah-istilah lain yang lebih spesifik seperti shimai, keimai, dan shitei. Kalian tentu saja bisa menggunakan istilah manapun, asalkan memahami masing-masing makna agar tidak salah penggunaannya.

Semoga penjelasan kosakata bahasa Jepang di atas mudah kalian pahami, dan tentunya bermanfaat untuk kalian. Jangan lupa untuk membaca artikel-artikel lainnya dan simak terus informasi-informasi terbaru seputar bahasa Jepang dan jejepangan lainnya di Kepo Jepang

Untuk memahami kembali penjelasan di atas, yuk kita perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa artinya “kyoudai”?

A) “Kyoudai” dalam bahasa Indonesia bisa diartikan “saudara” atau “kakak-beradik”

Q) Apa bedanya “kyoudai” dan “shimai”?

A) Jika melihat kanjinya “kyoudai” (兄弟) menunjukkan kakak-adik laki-laki, dan “shimai” (姉妹) menunjukkan kakak-adik perempuan. Namun, walaupun tulisan “kyoudai” bermakna kakak-adik laki-laki, “kyoudai” digunakan secara umum tanpa memandang gender, sedangkan “shimai” digunakan khusus kakak-adik perempuan.

Q) Apa bedanya “watashi wa san-nin kyoudai desu” dan “watashi wa futari kyoudai ga imasu”?

A) Kalimat pertama “san-nin kyoudai (tiga bersaudara)”, menunjukkan bahwa saya merupakan 3 bersaudara (saya, dan kakak-adik saya). Sedangkan, kalimat kedua, “futari kyoudai ga imasu (saya punya 2 saudara), yang dibicarakan hanya kakak atau adiknya saja tanpa menghitung diri sendiri (watashi).

Q) Apa artinya “kyoudai-genka”?

A) Kyoudai-genka merupakan kata majemuk yang dibentuk dari kyoudai (saudara) dan kenka (bertengkar). Jadi, secara harfiah “kyoudai-genka” berarti “pertengkaran antar saudara”.

Jika teman-teman masih penasaran dengan pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, langsung baca saja di halaman ini ya.