Kodomo tachi wa tanoshisou ni asonde iru.
Anak-anak sedang bermain dengan riang gembira.

Kodomo adalah istilah bahasa Jepang untuk “anak”. Namun, selain kodomo ada juga istilah lain seperti ko dan jidou yang juga berarti anak.

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan menjelaskan arti dan makna kodomo dan apa perbedaannya dengan istilah-istilah yang lain. Tentu saja, kalian juga bisa memahami penggunaannya melalui contoh-contoh kalimat yang akan diberikan.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Kodomo

Kodomo adalah istilah umum dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menunjukkan seorang “anak”, baik itu anggota keluarga yang memiliki hubungan dengan orang tua, atau anak kecil pada umumnya (orang yang masih muda atau belum dewasa). Kodomo bisa digunakan untuk anak perempuan maupun laki-laki. Selain itu, kodomo tidak hanya digunakan untuk “anak” manusia saja, “anak” binatang pun bisa disebut kodomo.

Makna “anak” yang memiliki hubungan dengan orang tua tidak dibatasi oleh hubungan darah dan umur. Anak kandung, anak tiri, maupun anak angkat disebut kodomo, dan seorang anak yang sudah berumur tua pun bisa disebut kodomo oleh orang tuanya.

Selain merujuk pada wujud “anak”, kodomo juga sering kali digunakan untuk mengungkapkan sifat atau perilaku yang seperti anak kecil. Secara sederhana bisa diartikan “kanak-kanak” atau “kekanakan”. Kodomo juga sering kali dihubungkan dengan waktu apabila bertemu dengan kata toki atau koro. Biasanya kodomo no toki atau kodomo no koro tidak diartikan “ketika / saat anak-anak”, tetapi menjadi “ketika / saat (masih) kecil”.

Penulisan Kodomo dalam Huruf Jepang

Kodomo

Kodomo merupakan salah satu kosakata Jepang yang sering ditulis dalam huruf kanji, hiragana, maupun campuran keduanya. Namun, penggunaannya perlu kalian perhatikan.

  • Kodomo (1) : Penulisan umum sesuai dengan anjuran Kementerian Pendidikan. Biasanya digunakan dalam dokumen-dokumen resmi, koran, berita-berita di televisi
  • Kodomo (2) : Penulisan yang umum digunakan dalam teks-teks hukum. Gaya penulisan ini dibuat untuk menghilangkan unsur diskriminatif. Hal ini dikarenakan kanji domo berarti “persembahan”, sehingga mengandung kesan negatif bahwa anak adalah persembahan dari orang tua.
  • Kodomo (3) : Secara umum digunakan untuk mempermudah anak-anak membacanya. Biasanya digunakan untuk acara-acara yang berhubungan dengan anak-anak. Misalnya, kodomo no hi.

Tentu saja tidak salah menggunakan cara tulis manapun, karena ketiganya adalah cara tulis yang benar. Sebaiknya gunakan penulisan huruf dengan mempertimbangkan situasi dan konteks kalimat yang akan disampaikan.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Anak”

Seperti yang sudah disebutkan di atas, dalam bahasa Jepang ada beberapa istilah lain yang juga berarti “anak”. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Ko

Ko termasuk kata lama untuk “anak” yang masih digunakan sampai sekarang. Arti dan maknanya sama dengan kodomo, merujuk pada “anak” yang berhubungan dengan orangtua, baik yang berhubungan darah maupun tidak, dan digunakan juga untuk menunjukkan “anak-anak” pada umumnya (orang muda atau yang belum dewasa).

Penggunaannya pun sama dengan kodomo, digunakan untuk anak laki-laki dan perempuan, dan bisa digunakan oleh orang tua kepada anaknya, berapapun umur mereka.

Yang membedakan ko dengan kodomo adalah, ko pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri. Ketika menggunakan ko, diperlukan kata tunjuk atau kata ganti orang lain yang menyertai ko, misalnya kono ko (anak ini), kare no ko (anaknya), watashi no ko (anak saya), dan sebagainya. Terkadang ko juga digunakan sebagai awalan atau akhiran, seperti koneko (anak kucing).

Sebagai tambahan, penggunaan ko sering kali digunakan untuk menunjukkan “anak” selain anak orang dan binatang. Misalnya, kogaisha (anak perusahaan).  

Jidou

Secara harfiah berarti “anak-anak”. Berbeda dengan kodomo dan ko, istilah jidou biasanya hanya ditujukan bagi anak kecil, khususnya anak usia sekolah SD (6 sampai 12 tahun) yang belum sepenuhnya berkembang baik secara fisik maupun mental. Namun, berdasarkan Undang-Undang Kesejahteraan Anak Jepang, anak-anak di bawah usia 18 tahun pun masih termasuk jidou

Sebagai tambahan, jidou artinya memang sama dengan kodomo, tetapi umumnya tidak digunakan dalam percakapan. Misalnya, watashi no jidou adalah kalimat yang tidak alami. Hal ini dikarenakan jidou secara umum digunakan sebagai istilah tulisan, bukan untuk istilah lisan.

Youji

Secara harfiah diartikan anak kecil, bayi, balita. Youji adalah istilah untuk “anak” yang merujuk pada anak kecil berusia 1 tahun sampai sekitar 5 tahun (sebelum masuk SD). Sama halnya dengan jidou, youji secara umum hanya digunakan sebagai istilah tulisan.

Musuko

Secara harfiah berarti “anak laki-laki”. Istilah yang digunakan untuk seorang laki-laki yang merupakan anak dari orangtuanya, baik itu memiliki hubungan darah secara langsung maupun tidak (anak tiri atau anak angkat). Bisa digunakan untuk menyebutkan anak laki-laki sendiri maupun orang lain.

Musume

Istilah bahasa Jepang untuk “anak perempuan” atau “anak gadis”. Sama halnya dengan musuko, musume adalah istilah yang digunakan untuk seorang perempuan yang merupakan anak dari orangtuanya, baik itu memiliki hubungan darah secara langsung maupun tidak (anak tiri atau anak angkat). Bisa digunakan untuk menyebutkan anak perempuan sendiri maupun orang lain.

Selain itu, musume bisa juga digunakan untuk menunjukkan anak gadis, wanita muda,  atau wanita yang belum menikah (perawan).

Contoh Kalimat

Untuk memudahkan kalian memahami makna dan penggunaan kata kodomo di atas, mari simak beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Sakura-san wa kodomo no toki, Kyouto ni sunde imashita.
Kodomo tachi wa mou neta you desu.
Kare wa kodomo no toki, haha wo nakushita node, sobo ni sodateraremashita.
“Sinderera” wa sekaijuu no kodomo ni yotte yomarete iru sou desu.
Konna muzukashii koto ga kodomo ni wakaru hazu ga arimasen.
Kodomo ni hon wo yonde yarimashita.
Kodomo no koro wa, yoku chikaku no kawa de oyoida mono desu.
Haha-oya ni shikararete, kodomo wa oogoe de naki hajimeta.
A : Are? Mou kaeru ndesuka?
B : Ee, kodomo no tanjoubi na node.
Panda no kodomo ga umareta.
Karada wa ichininmae da ga, kan’gaeru koto wa kodomo da.
Kono ibento wa, kodomo mo otona mo sanka suru koto ga dekimasu.
Omae ga gojus-sai ni natte mo, ore no kodomo de aru koto wa kawaranai.
Kouen de takusan no kodomo tachi ga asonde iru.
Kodomo-muke no eiga ga jouei sarete iru.
Kono machi no kodomo no kazu wa dondon sukunaku natte iru.
Kodomo no koro ninjin wa taberaremashita ga, piiman wa taberaremasen deshita.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata kodomo (anak) dan beberapa istilah bahasa Jepang lainnya yang berarti sama. Walaupun memiliki arti yang sama, penggunaannya sedikit berbeda karena beberapa istilah secara umum lebih banyak digunakan sebagai bahasa tulisan. Jadi, pastikan kalian menggunakannya dengan benar, sesuai dengan situasi dan konteks kalimat yang ingin kalian sampaikan.

Semoga penjelasan di atas mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa membaca artikel bahasa Jepang lainnya, dan ikuti terus informasi terbaru seputar Jepang dan bahasa Jepang di Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Q) Apa bahasa Jepangnya “anak-anak”?
  • Q) Apa artinya “kodomo”?
  • Q) Apa bedanya “kodomo” dengan “ko”?
  • Q) Apakah di Jepang ada hari anak? Kapan?

Jika kalian masih penasaran dengan pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, langsun baca saja di halaman ini ya.