Q) Bagaimana rumus menyusun dan mengartikan bahasa jepang?

A) Sama halnya dengan kalimat bahasa Indonesia, kalimat bahasa Jepang pun terdiri dari subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Keberadaan jenis-jenis kata inilah yang akan mempengaruhi susunan penerjemahan.Berbeda dengan kalimat bahasa Indonesia yang dasarnya berpola SPOK, kalimat bahasa Jepang selalu meletakkan PREDIKAT DI AKHIR. Jadi SOK secara fleksibel bisa diletakkan di depan predikat.Sebagai contoh : Watashi wa (S) gakusei (P) = Saya pelajar. / Watashi wa (S) sushi wo (O) tabemasu (P) = Saya makan sushi. / Kare wa (S) gakkou de (K) nihongo wo (O) benkyoushiteimasu (P) = Dia belajar bahasa Jepang di Sekolah. / Sushi wa (S) oishii desu (P) = Sushi enak. Dengan melihat contoh-contoh ini, bisa disimpulkan, rumus menerjemahkan bahasa Jepang ke bahasa Indonesia adalah : SP -> SP / SOP -> SPO / SKOP -> SPOK. Untuk contoh-contoh pola kalimat lain bisa kalian lihat halaman ini ya.

Q) Apa kata sifat harus selalu di depan?

A) Tidak harus selalu di depan. Kata sifat dalam bahasa Jepang bisa difungsikan sebagai predikat, dan yang menerangkan kata setelahnya. Misalnya sushi wa oishii desu = sushi enak (sebagai predikat) / omoshiroi hon = buku yang menarik (menerangkan hon) / kirei-na hito = orang yang cantik (menerangkan hito). Contoh lainnya bisa kamu baca di halaman ini ya.

Coba cek pertanyaan-pertanyaan lain!

Q) Saya tidak mengerti tentang partikel.

A) Mari kita belajar bersama dimulai dari halaman ini !

Q) “Aishiteru” itu artinya apa?

A) Artinya “aku cinta kamu”. Untuk lebih jelasnya bisa kalian baca di halaman ini ya.Q) “Aishiteru” itu artinya apa?

Q) Tolong rekomendasikan universitas untuk pelajar asing.

A) Informasi universitas swasta yang paling banyak dipilih pelajar asing untuk belajar bisa dibaca di halaman ini .