Simak salah satu tata bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

“Dareka no saifu wo mitsuketa toki wa, keisatsu ni todokeru beki da”.

Apa kalian tahu arti kalimat di atas? Kalimat itu berarti “Saat menemukan dompet seseorang, sebaiknya membawanya ke polisi”.

Dalam percakapan sehari-hari, kita akan menemui situasi ketika ingin mengungkapkan kalimat untuk menyatakan suatu yang yang kita anggap sebaiknya atau seharusnya dilakukan. Untuk itu, kali ini mari belajar mengenai tata bahasa “beki da”.

Fungsi “beki da”

Gakusei wa arubaito wo amari shinaide, takusan benkyou subeki da. / Pelajar seharusnya tidak terlalu sering kerja paruh waktu dan lebih banyak belajar.

Pola kalimat

  • kata kerja (bentuk kamus) + “beki da”
  • kata kerja “suru” selain bisa menjadi “suru beki”, bisa juga menjadi “subeki”

Penggunaan “beki da”

Tata bahasa “beki da” merupakan ungkapan bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan suatu hal yang menurut pembicara seharusnya atau sebaiknya dilakukan, karena tindakan tersebut merupakan hal yang secara logika memang pantas dilakukan. Umumnya ungkapan ini disampaikan ketika kita ingin menyampaikan suatu peringatan, saran atau rekomendasi kepada orang lain mengenai hal yang sepantasnya orang tersebut lakukan, sehingga tata bahasa “beki da” ini tidak digunakan untuk diri sendiri maupun untuk suatu hal yang sudah diatur atau ditentukan dalam aturan tertentu. Dalam bahasa Indonesia, pola ini memiliki makna “seharusnya” atau “sebaiknya”.

Untuk kalimat yang lebih formal, bisa digunakan “beki desu”, dan hal itu juga berlaku untuk perubahan lainnya. Jika mengungkapkan lawan dari pola ini atau bentuk negatifnya, yaitu “seharusnya tidak” atau “sebaiknya tidak”, maka ganti akhiran desu menjadi “dewa nai”, “dewa arimasen”, atau “janai” untuk bentuk yang kasual. Kemudian, jika mengungkapkan bentuk lampau, dengan arti bahwa suatu hal awalnya diharapkan dilakukan tetapi pada akhirnya tidak dilakukan maka gunakan kata “beki datta” atau “beki deshita” di akhir kalimat.

Contoh kalimat

Untuk bisa lebih mudah memahami pola ”beki da”, mari perhatikan contoh kalimat berikut ini.

Gakusei wa arubaito wo amari shinaide, takusan benkyou subeki da.
Suki dattara suki da to, kirai dattara kirai da to hakkiri iu beki da.
Kenkou wo mamoru tame ni, mainichi yasai to kudamono wo taberu beki da.
Chokin shitai nara, amari gaishoku shinaide, jibun de ryouri wo tsukuru beki da to omou.
Wakai uchi ni, iro-iro na koto ni chousen subeki da.
Jugyou ni wakaranai koto ga areba, sugu ni sensei ni kiku beki desu.
Ano kaisha de shigoto wo suru mae ni, kono hon wo yonde oku beki desu.
Asobitai no nara, hayame ni shukudai wo owaraseru beki da.
Mou hataraite iru kara, oya ni meiwaku wo kakeru beki dewa nai.
Iya na shigoto wo tsudzukeru beki dewa arimasen.
Sonna riyuu de kareshi to wakareru beki dewa nai to omou.
Sonna koto wo suru beki janai yo.
Kono koto wa hayame ni kare ni tsutaeru beki datta.
Sonna warui iikata wo suru beki dewa nakatta yo.

Contoh soal

Pola “beki da” tergolong dalam tata bahasa JLPT N3. Untuk itu, coba perhatikan juga contoh soal yang menggunakan pola ini, seperti pada contoh berikut ini.

Soal 1 : ちょうしがわるいときは、いえでやすむ_____。
  1. のはずだ
  2. のことだ
  3. べきだ
  4. よりだ
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 2 : いまのしごとをやめるまえに、あたらしいしごとをさがす_____だ。
  1. ほう
  2. ではある
  3. いけない
  4. べき
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 3 : たにんにかりたものはちゃんとかえす_____です。
  1. べき
  2. のべき
  3. なべき
  4. べきな
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 4 : ひとりでかいけつできないことがあれば、ともだちにそうだん_____だ。
  1. すべき
  2. するのべき
  3. しべき
  4. したべき
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 5 : ともだちがこまっているときは、できるかぎり_____べきだ。
  1. おたすけ
  2. たすける
  3. たすけて
  4. たすけた
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 6 : しごとがあまり好きではなかったら、_____べきだ。
  1. とめる
  2. とまる
  3. やめる
  4. やむ
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 7 : らいしゅうしけんがあるから、____ ____ __☆__ ____ありません。
  1. べき
  2. こんしゅうは
  3. では
  4. あそぶ
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 8 : しけんのひは、____ ____ __☆__ ____だ。
  1. がっこうに
  2. べき
  3. くる
  4. はやめに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Informasi tambahan

Bagaimana perbedaan “beki da” dengan “hazu da”?

Pada intinya, pola “beki da” digunakan untuk pernyataan yang bersifat subjektif, sehingga digunakan menyatakan hal yang menurut pembicara perlu dilakukan, sedangkan “hazu da” bersifat objektif, sehingga digunakan saat pembicara merasa bahwa suatu hal memiliki kemungkinan yang tinggi untuk terjadi dilihat dari keadaannya secara objektif. Misalnya :

  • ○ Kare wa iku hazu da. : Dia laki-laki pasti pergi. (merupakan perkiraan/dugaan penutur bahwa dia laki-laki akan pergi)
  • ○ Kare wa iku beki da. : Dia laki-laki seharusnya pergi. (merupakan saran bahwa dia laki-laki sebaiknya atau seharusnya pergi)

Bagaimana perbedaan “beki da” dengan “nakereba naranai”?

Pola “beki da” tidak digunakan untuk diri sendiri, sedangkan pola “nakereba naranai” bisa untuk diri sendiri. Selain itu, pola “beki da” cenderung berupa saran agar melakukan suatu hal, sedangkan “nakereba naranai” mengandung makna sebagai suatu kewajiban sehingga benar-benar harus dilakukan. Misalnya :

  • × Watashi wa gakkou e iku beki da. (tidak bisa digunakan)
  • ○ Watashi wa ima gakkou e ikanakereba naranai. : Saya harus pergi ke sekolah sekarang. (merupakan suatu kewajiban untuk pergi ke sekolah)

Bagaimana perbedaan “beki da” dengan “hou ga ii”?

Keduanya bisa digunakan untuk menyatakan saran, yang dalam bahasa Indonesia berarti “sebaiknya”, tetapi hal yang membedakan adalah pola “beki da” memiliki nuansa yang penekanannya lebih kuat dibandingkan “hou ga ii”. Misalnya :

  • ○ Anata wa sanka suru beki da. : Anda sebaiknya berpartisipasi. (ungkapan ini memang merupakan saran, tetapi terkesan kuat)
  • ○ Anata wa sanka shita hou ga ii. : Anda sebaiknya berpartisipasi. (ungkapan ini terkesan sebagai saran, yang tidak terlalu kuat dibandingkan “beki da”)

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari tata bahasa “beki da”?

Tata bahasa “beki da” merupakan salah satu ungkapan dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan suatu hal yang menurut pembicara seharusnya atau sebaiknya dilakukan, karena tindakan tersebut merupakan hal yang secara logika memang pantas dilakukan. Dalam bahasa Indonesia, pola ini diartikan “seharusnya” atau “sebaiknya”.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai bahasa Jepang ya! Jangan lupa untuk ikuti terus berbagai informasi seputar Jepang dari Kepo Jepang!

Selanjutnya, sambil mengingat materi hari ini, mari lihat beberapa pertanyaan di bawah ini!

Q)Bagaimana fungsi pola kalimat dengan “beki da”?

A)Pola “beki da” digunakan untuk menyatakan suatu hal yang menurut pembicara seharusnya atau sebaiknya dilakukan, karena tindakan tersebut merupakan hal yang secara logika memang pantas dilakukan.

Q)Contoh kalimat dengan “beki da”?

A)Misalnya, “ano mise ni ikitai nara, hayame ni iku beki desu”, artinya “kalau ingin pergi ke toko itu, sebaiknya pergi segera”.

Q)Bagaimana perbedaan “beki da” dan “hazu da”?

A)Pola “beki da” untuk menyatakan hal yang seharusnya atau sebaiknya dilakukan menurut pembicara, sedangkan “hazu da” menyatakan hal yang dianggap terjadi sesuai dugaan pembicara.


Kembali ke halaman daftar Materi Tata Bahasa N
3

Kali ini kita sudah belajar pola “beki da”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!