Simak salah satu tata bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

“Ano ko wa shougakusei no wari ni, muzukashii kanji wo yomeru”.

Apa kalian tahu arti kalimat di atas? Kalimat itu berarti “padahal anak itu siswa SD, tetapi bisa membaca huruf Kanji yang sulit”.

Dalam percakapan sehari-hari, kita akan menemui situasi ketika ingin mengungkapkan hal yang ternyata lebih baik atau lebih buruk dari yang dipikirkan. Untuk itu, kali ini mari belajar mengenai tata bahasa “wari ni”.

Fungsi “wari ni”

Pola kalimat

  • Kata kerja kasual + wari ni
  • Kata sifat i + wari ni
  • Kata sifat na (dengan “na”) + wari ni
  • Kata benda + partikel “no” + wari ni

Penggunaan “wari ni”

Tata bahasa “wari ni” atau yang bisa juga diungkapkan dengan “wari ni wa” ini merupakan salah satu tata bahasa yang termasuk dalam JLPT N3, yang digunakan untuk menyatakan hal yang ternyata lebih baik atau lebih buruk dari yang dipikirkan atau yang dianggap wajar. Dalam kalimat ini, terdapat nuansa makna “padahal saya pikir…/berbeda dari yang diduga, ternyata… (lebih baik/lebih buruk)”. Oleh karena itu dalam bahasa Indonesia, secara sederhana ungkapan ini dapat diartikan “padahal”, tetapi perlu diingat bahwa pola ini hanya untuk kalimat yang merujuk pada makna lebih baik atau lebih buruk dari yang dipikirkan. Jika ingin mengungkapkan “padahal” secara umum atau dengan arti yang lebih luas dalam bahasa Jepang, silakan gunakan ungkapan “(na) noni”.

Pola “wari ni” umumnya digunakan dalam percakapan kasual, sehingga tidak digunakan saat menyampaikan kalimat baku. Ketika mengungkapkan kalimat dengan tata bahasa ini, kosakata yang digunakan adalah kosakata yang memiliki arti atau cakupan yang luas, misalnya adalah mengenai usia, harga, suatu kegiatan, keadaan, dan sebagainya.

Contoh kalimat

Untuk bisa lebih mudah memahami pola ”wari ni”, mari perhatikan contoh kalimat berikut ini. 

Kanojo wa okane ga nai to itte iru wari ni, yoku oshare na omise de gohan wo taberu.
Ame ga futte iru wari ni amari samukunai.
Isshoukenmei benkyou shita wari ni, tesuto no tensuu ga amari yokunakatta.
Kare wa benkyou shite inakatta wari ni, ii seiseki wo toreta.
Yamada-san wa kaigai ni taizai shita koto ga nai wari ni, eigo ga neitibu mitai da.
Kanojo wa maketa wari ni, amari kanashisou ni mienakatta.
Ano T-shatsu wa takai wari ni yoku ureru.
Kono ringo wa yasui wari ni totemo oishii.
Ano shigoto wa taihen na wari ni, kyuuryou ga amari takakunai.
Otouto wa kaze no wari ni, shokuyoku ga atte, genki ni mieru.
Haha wa toshi no wari ni wakaku mieru.
Shoshinsha no wari ni yoku dekiru.
Kodomo no wari ni, keigo wo tadashiku tsukaeru.
Ano mise wa nedan no wari ni amari oishikunai.

Contoh soal

Pola “wari ni” tergolong dalam tata bahasa JLPT N3. Untuk itu, coba perhatikan juga contoh soal yang menggunakan pola ini, seperti pada contoh berikut ini.

Soal 1 : 仕事はとても忙しい_____、給料が低い。
  1. だから
  2. なのに
  3. わりに
  4. のわりに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 2 : あの子は熱がある_____、元気だ。
  1. わりに
  2. わりが
  3. わりで
  4. わりも
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 3 : 大雪_____、電車が遅れてしまった。
  1. のせいで
  2. のうちに
  3. のわりに
  4. の結果に
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 4 : 彼は忙しいと言っている_____、よくどこかへ遊びに行く。
  1. かりに
  2. ために
  3. だから
  4. わりに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 5 : 事故が起きた_____、渋滞が激しくなった。
  1. わりに
  2. ために
  3. の結果
  4. として
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 6 : あの映画は有名_____、話があまり面白くないと思う。
  1. わりに
  2. なわりに
  3. のわりに
  4. だわりに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 7 : おじいさんは年_____に元気だ。
  1. のために
  2. のはず
  3. の結果
  4. のわり
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 8 : このくつは男性_____です。
  1. っぽい
  2. 向け
  3. わりに
  4. ため
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 9 : このバイクは中古_____に値段が高い。
  1. のわり
  2. わり
  3. のため
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 10 : 休日_____、遊園地は人が少ない。
  1. なわりに
  2. のわりに
  3. わりに
  4. だわりに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Informasi tambahan

Penjelasan “wari to”

Kata “wari to” juga digunakan menyatakan hal yang berbeda dari yang diduga. Namun, ungkapan ini dapat dikatakan memiliki makna yang sama dengan ungkapan “omotta yori mo”, sehingga dapat diartikan “ternyata (lebih… dibanding dengan yang dipikirkan)”. Cara mengungkapkan kalimat dengan “wari to” juga tentunya berbeda dengan “wari ni”. Misalnya adalah :

Chizu de miru to tooi ki ga suru kedo, wari to chikai.
Hajimete tabete mita kedo, wari to oishii.

Selain itu, bisa juga digunakan menyatakan “dalam batasan tertentu ternyata lumayan suka”. Misalnya adalah :

Amai mono ga amari suki dewa nai kedo, kono dezaato wa wari to oishii to omou.

Perbedaan “wari ni” dengan “kuse ni”, dan “ni shite wa”

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, ketiga pola ini dapat diartikan “padahal”, tetapi sebenarnya terdapat perbedaan makna pada ketiga tata bahasa tersebut. Secara sederhana, perbedaannya adalah sebagai berikut :

Perbedaan tata bahasa “wari ni” dan kuse ni

Tata bahasa “wari ni” dan “kuse ni” memang terkesan sangat mirip. Hal yang membedakan adalah pola “wari ni” penggunaannya lebih luas yaitu untuk menyatakan hal yang ternyata lebih baik atau lebih buruk dari yang dipikirkan atau yang dianggap wajar, sedangkan pada pola “kuse ni” terdapat penekanan makna ketidakpuasan atau kritik yang kuat terhadap suatu hal, sehingga kalimat dengan tata bahasa “kuse ni” terkesan memiliki makna yang buruk atau menyindir. Misalnya adalah :

  • ○ Takai wari ni oishikunai. (padahal mahal, tetapi tidak enak)
  • ○ Takai kuse ni oishikunai. (padahal mahal, tetapi tidak enak)

Karena digunakan mengungkapkan hal yang buruk, pola “kuse ni” tidak bisa digunakan untuk pujian. Misalnya adalah :

  • ○ Kodomo no wari ni, muzukashii kanji wo yomeru ne. (padahal anak-anak, tetapi bisa membaca huruf Kanji yang sulit ya)
  • × Kodomo no kuse ni, muzukashii kanji wo yomeru ne. (tidak bisa digunakan karena merupakan kalimat pujian)

Perbedaan tata bahasa “wari ni” dan “ni shite wa”

Tata bahasa ini termasuk dalam JLPT N2. Pola “ni shite wa” juga digunakan menyatakan hal yang tidak diduga jika didasari pada suatu standar tertentu. Namun, tidak seperti “wari ni” yang diungkapkan dengan menggunakan kosakata yang bermakna luas, pola “ni shite wa” harus menggunakan kosakata atau keterangan yang jelas. Misalnya adalah :

  • ○ Ichiman-en no wari ni, shitsu ga warui. (padahal harganya 10.000 yen, tetapi kualitasnya buruk)
  • ○ Ichiman-en ni shite wa, shitsu ga warui. (dengan harga 10.000 yen, kualitasnya buruk)
  • ○ Nedan no wari ni, shitsu ga warui. (padahal harganya mahal, tetapi kualitasnya buruk)
  • × Nedan ni shite wa shitsu ga warui. (informasi mengenai harganya tidak jelas, jadi tidak bisa digunakan)

Kemudian, berbeda dengan “wari ni” yang bisa digunakan pada kata sifat, pola “ni shite wa” tidak bisa digunakan pada kata sifat. Misalnya :

  • × Shigoto ga taihen ni shite wa, kyuuryou ga yasui.
  • ○ Shigoto ga taihen na wari ni, kyuuryou ga yasui. (padahal pekerjaan sulit tetapi gajinya murah)

Selain itu, “wari ni” tidak bisa digunakan pada hal yang kenyataannya belum diketahui, sedangkan “ni shite wa” digunakan ketika kenyataan / faktanya tidak diketahui. Misalnya :

  • A : Yamada-kun osoi ne. Daijoubu kana? (Yamada lambat ya. Apa tidak apa-apa?)
  • B : × Un. Kazoku wo mukae ni itta wari ni, osoi.
  • B : ○ Un. Kazoku wo mukae ni itta ni shite wa, osoi. (Ya. Untuk ukuran menjemput keluarga, lama / ada dugaan bahwa mungkin saja Yamada sebenarnya melakukan hal lain.)

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari tata bahasa “wari ni”?

Tata bahasa “wari ni”, yang merupakan salah satu tata bahasa yang termasuk dalam JLPT N3, digunakan untuk menyatakan hal yang ternyata lebih baik atau lebih buruk dari yang dipikirkan atau yang dianggap wajar, sehingga dapat diartikan “padahal”. Perlu diingat kembali bahwa pola ini hanya untuk kalimat yang merujuk pada makna lebih baik atau lebih buruk dari yang dipikirkan.

Semoga informasi kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai bahasa Jepang ya! Jangan lupa untuk ikuti terus berbagai informasi seputar Jepang dari Kepo Jepang!

Selanjutnya, sambil mengingat materi hari ini, mari lihat beberapa pertanyaan di bawah ini!

Q)Bagaimana penggunaan tata bahasa “wari ni”?

A)Tata bahasa “wari ni” digunakan untuk menyatakan hal yang ternyata lebih baik atau lebih buruk dari yang dipikirkan, sehingga bisa diartikan “padahal”.

Q)Contoh kalimat dengan tata bahasa “wari ni”?

A)Misalnya adalah “kono kutsu wa yasui wari ni, shitsu ga ii” yang berarti “padahal sepatu ini murah, tetapi kualitasnya bagus”.

Q)Apa arti “wari to”?

A)Pola “wari to” memiliki makna yang sama dengan ungkapan “omotta yori mo”, sehingga dapat diartikan “ternyata (lebih… dibanding dengan yang dipikirkan)”.


Kembali ke halaman daftar Materi Tata Bahasa N
3

Kali ini kita sudah belajar pola “wari ni”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!