Simak salah satu tata bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

“Eiga wo mita tokoro desu”

Apa kalian tahu arti kalimat di atas? Kalimat itu berarti “Saya baru saja menonton film”.

Dalam percakapan sehari-hari, kita akan menemui situasi ketika ingin mengungkapkan kalimat yang menyatakan kegiatan atau suatu hal yang baru saja selesai kita lakukan. Sebelumnya kita telah belajar pola “te iru tokoro desu“. Untuk itu, kali ini mari belajar mengenai tata bahasa “ta tokoro desu”.

Fungsi “ta tokoro desu”

Pola kalimat

  • kata kerja lampau (bentuk “ta”) + “tokoro desu”

Penggunaan “ta tokoro desu”

Pola “ta tokoro desu” dalam bahasa Jepang digunakan untuk menyatakan ungkapan “baru saja selesai melakukan”. Berbeda dengan pola “mashita” yang merujuk pada hal yang sudah dilakukan secara umum, pola ini lebih fokus pada hal yang baru saja terjadi atau kegiatan yang baru saja selesai dilakukan oleh penutur atau orang lain saat pola kalimat ini disampaikan. Untuk ungkapan yang lebih kasual, kita hanya perlu menghilangkan kata “desu” di akhir kalimat.

Contoh perubahan kata kerja menjadi bentuk “ta”

a.Kelompok 1 (berakhiran u, ku, su, tsu, nu, bu, mu, gu, ru)

  • u menjadi tta : kau (membeli) = katta
  • ku* menjadi ita : kiku (mendengar) = kiita
  • su menjadi shita : kaesu (mengembalikan) = kaeshita
  • tsu menjadi tta : motsu (membawa) = motta
  • nu menjadi nda : shinu (mati) = shinda
  • bu menjadi nda : yobu (memanggil) = yonda
  • mu menjadi nda : yomu (membaca) = yonda
  • gu menjadi ida : oyogu (berenang) = oyoida
  • ru menjadi tta : suwaru (duduk) = suwatta

*pengecualian untuk kata iku (pergi)= itta (meski berakhiran ku, khusus kata ini, akan berubah menjadi itta)

b.Kelompok 2 (berakhiran eru dan iru)

  • eru menjadi eta: oshieru (mengajar) = oshieta
  • iru menjadi ita : miru (melihat) = mita

c.Kelompok tidak beraturan (berakhiran suru dan kata “kuru”)

  • suru menjadi shita : benkyou suru (belajar) = benkyou shita
  • kuru (datang) = kita

Contoh kalimat

Untuk bisa lebih mudah memahami pola ”ta tokoro desu”, mari lihat contoh kalimat berikut ini.

Ane wa ie wo deta tokoro desu.
Kaigi ga owatta tokoro desu.
Ima uchi e kaetta tokoro desu.
Kare wa kyoushitsu ni modotta tokoro desu.
Imouto wa haha ga tsukutta keeki wo tabeta tokoro desu.
Watashi tachi wa natsuyasumi no keikaku ni tsuite hanashita tokoro desu.
Tanaka-san wa denwa de takushii wo yonda tokoro desu.
Ojiisan wa sakura no shashin wo totta tokoro desu.

Contoh soal

Pola ini tergolong dalam tata bahasa JLPT N4. Untuk itu, coba perhatikan juga contoh soal JLPT N4 yang menggunakan pola ini, seperti pada contoh berikut ini.

Soal 1 : 今______ところです。
  1. おきた
  2. おこた
  3. おきて
  4. おくた
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 2 : 私は駅に______ところです。
  1. ついて
  2. ついた
  3. ついって
  4. ついった
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 3 : お母さんはかいものに______ところです。
  1. いきた
  2. いくた
  3. いた
  4. いった
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 4 : 私は新聞を______ところです。
  1. よんだ
  2. よみだ
  3. よみた
  4. よむた
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 5 : 私は皿を______ところです。
  1. あらいた
  2. あらた
  3. あらった
  4. あらいだ
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 6 : 私はコンビニでべんとうを______ところです。
  1. かきた
  2. かった
  3. かきて
  4. かって
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 7 : 先生にろんぶんのことを______ところです。
  1. そうだんした
  2. そうたんした
  3. そだんした
  4. そたんした
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 8 : 友達は電話でホテルを______ところです。
  1. ちゅうもんした
  2. ちゅもんした
  3. よやくした
  4. よおやくした
klik di sini untuk melihat jawabannya

Informasi tambahan

Terdapat tiga tata bahasa dengan tokoro desu, yaitu “kata kerja kamus + tokoro desu”, “kata kerja te iru + tokoro desu, serta “kata kerja lampau/ta + tokoro desu”.

Hal yang membedakan ketiganya adalah dari segi waktu penyampaian kalimat. Secara sederhana, tiga tata bahasa ini dapat dengan mudah dipahami dari contoh kalimat pada ilustrasi berikut ini.

  • Pada gambar paling kiri, tertulis “gohan wo taberu tokoro desu”, yang menunjukkan keterangan “baru akan mulai makan nasi”.
  • Pada gambar di tengah, tertulis “gohan wo tabete iru tokoro desu”, yang menunjukkan keterangan “sedang makan nasi”.
  • Pada gambar paling kanan, tertulis “gohan wo tabeta tokoro desu”, yang menunjukkan keterangan “baru saja selesai makan nasi”.

Untuk penjelasan tata bahasa yang lebih lengkap, silakan lihat di artikel tokoro desu dan te iru tokoro desu ya!

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari tata bahasa “ta tokoro desu”?

Pola “ta tokoro desu” merupakan ungkapan menyatakan aktivitas atau suatu hal yang baru saja selesai dilakukan dalam bahasa Jepang, yang dalam bahasa Indonesia berarti “baru saja selesai melakukan”.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai bahasa Jepang ya! Jangan lupa untuk ikuti terus berbagai informasi seputar Jepang dari Kepo Jepang!

Sambil mengingat materi kali ini, coba lihat kembali pertanyaan terkait tata bahasa “ta tokoro desu” di bawah ini!

Q)Apa fungsi tata bahasa “ta tokoro”?

A)“Ta tokoro” digunakan untuk menyatakan hal yang baru saja selesai dilakukan.

Q)Bisa berikan contoh kalimat dengan pola “ta tokoro”?

A)Misalnya adalah “konsaato ga owatta tokoro desu”, artinya “konsernya baru saja selesai”.

Q)Apa bedanya pola “ta tokoro” dengan pola lampau “ta/mashita”?

A)“Ta tokoro” lebih fokus pada hal yang benar-benar baru saja terjadi atau baru selesai dilakukan saat kalimat diungkapkan, sedangkan “ta/mashita” hal yang sudah terjadi secara umum. Misalnya adalah “hirugohan wo tabeta tokoro desu” artinya “saya baru saja (selesai) makan siang”, tetapi “hirugohan wo tabemashita” artinya “saya sudah makan siang”.

Kembali ke halaman daftar Materi Tata Bahasa N4

Kali ini kita sudah belajar pola “ta tokoro desu”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!