Simak salah satu tata bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

Kali ini mari belajar mengenai tata bahasa “nakute mo ii”. Sebelumnya telah dibahas tentang Te Mo Ii, dan kali ini adalah lawan dari pola tersebut. Apakah kalian pernah mendengar kalimat dengan tata bahasa ini?

Fungsi “nakute mo ii”

Pola “nakute mo ii” dalam bahasa Jepang digunakan untuk menyatakan ungkapan “boleh untuk tidak”, “tidak masalah jika tidak”, atau “tidak perlu untuk”. Dalam percakapan formal, ketika bertanya, pola ini akan disampaikan dengan “nakute mo ii desuka”, dan ketika mengungkapkan pernyataan, bisa disampaikan dengan “nakute mo ii desu”. Di sisi lain, ketika memakai ungkapan ini pada percakapan non-formal, saat bertanya bisa gunakan “nakute mo ii?”, dan ketika menyampaikan pernyataan, bisa pakai “nakute mo ii” atau “nakute mo ii yo”. Dalam percakapan sehari-hari, orang Jepang banyak yang menyingkat ungkapan ini dengan menghilangkan kata “mo”.

Selain “nakute mo ii desu” yang berarti “boleh untuk tidak”, ungkapan lain yang memiliki arti serupa adalah “nakute mo daijoubu desu” yang berarti “tidak apa-apa untuk tidak”, serta “nakute mo kamaimasen” yang bisa diartikan “tidak masalah untuk tidak”.

  • Pola kalimat : kata kerja bentuk “nai” + “i” hilang menjadi “kute” + mo ii

Perubahan kata kerja menjadi bentuk “nai” adalah sebagai berikut:

a.Kelompok 1 (berakhiran u, ku, su, tsu, nu, bu, mu, gu, ru)

  • u menjadi wanai : tsukau (menggunakan) = tsukawanai
  • ku menjadi kanai : oku (meletakkan) = okanai
  • su menjadi sanai : kasu (meminjamkan) = kasanai
  • tsu menjadi tanai : tatsu (berdiri) = tatanai
  • nu menjadi nanai : shinu (mati) = shinanai
  • bu menjadi banai : manabu (belajar) = manabanai
  • mu menjadi manai : tsutsumu (membungkus) = tsutsumanai
  • gu menjadi ganai : oyogu (berenang) = oyoganai
  • ru menjadi ranai : okuru (mengirim) = okuranai

b.Kelompok 2 (berakhiran eru dan iru)

  • ru menjadi nai : ageru (memberi) = agenai, kiru (memakai pakaian) = kinai

c.Kelompok 3 / tidak beraturan (berakhiran suru, kata “kuru”)

  • suru menjadi shinai : sanpo suru (berjalan-jalan) = sanpo shinai
  • kuru (datang) = konai

Contoh kalimat

Untuk bisa lebih mudah memahami pola ”nakute mo ii”, mari lihat contoh kalimat berikut ini.

Tegami wa eigo de kakanakutemo ii desuka?
Buchou ni meeru wo okuranakutemo ii desuka?
Kono koto wa sensei ni iwanakutemo ii desuka?
Kyoukasho wo kawanakutemo ii desu.
Nihon ni kuru mae ni, nihongo ga dekinakutemo ii desu yo.
Sonna ni isoganakutemo ii desu yo.
Watashi no koto, soko made shinpai shinakutemo ii yo.
Sono hon wo kaesanakutemo iin da yo.
Memo wo motte ikanakutemo ii yo.
Sore ni tsuite, kare ni tsutaenakutemo ii kana.

Contoh soal

Pola ini tergolong dalam tata bahasa level N5. Untuk itu, coba perhatikan juga contoh soal JLPT N5 yang menggunakan pola ini, seperti pada contoh berikut ini.

Contoh 1 : あそこでパスポートを____もいいです。
  1. みせないで
  2. みせなくて
  3. みないで
  4. みって
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 2 : それをせつめい____もいいです。
  1. しって
  2. しない
  3. しくて
  4. しなくて
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 3 : あのイベントに____もいいです。
  1. いかない
  2. いかなく
  3. いかなくて
  4. いかないで
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 4 : しゅくだいはすぐに____なくてもいいです。
  1. だし
  2. ださ
  3. だして
  4. だす
klik di sini untuk melihat jawabannya

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari tata bahasa “nakute mo ii”?

Pola “nakute mo ii” merupakan ungkapan dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk mengungkapkan izin untuk tidak melakukan sesuatu, sehingga dalam bahasa Indonesia berarti “boleh untuk tidak” atau “tidak masalah jika tidak”.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai bahasa Jepang ya! Jangan lupa untuk ikuti terus berbagai informasi seputar Jepang dari Kepo Jepang!

Kembali ke halaman daftar Materi Tata Bahasa N5

Kali ini kita sudah belajar pola “nakute mo ii”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!