Simak salah satu tata bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

“Atatakai uchi ni tabete kudasai”.

Apa kalian tahu arti kalimat di atas? Kalimat itu berarti “Silakan dimakan selagi masih hangat”.

Dalam percakapan sehari-hari, kita akan menemui situasi ketika ingin mengungkapkan kalimat untuk menyatakan kata “selagi/selama masih”. Untuk itu, kali ini mari belajar mengenai tata bahasa “uchi ni”.

Fungsi “uchi ni”

Pola kalimat

  • Kata kerja kasual (bentuk kamus / te iru / nai) + “uchi ni”
  • Kata sifat + “uchi ni”
  • Kata sifat na (dengan na) + “uchi ni”
  • Kata benda + partikel “no” + “uchi ni”

Penggunaan “uchi ni”

Tata bahasa “uchi ni” merupakan ungkapan bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan dua hal, yaitu :

  1. Suatu keadaan atau waktu tertentu yang dimanfaatkan untuk melakukan sesuatu, sebelum waktu atau keadaan tersebut berakhir, sehingga bisa diartikan “selagi/selama masih”, dan bisa juga untuk
  2. Ada hal lain yang terjadi, berupa suatu perubahan atau hal yang terjadi secara tidak sengaja, ketika suatu keadaan atau waktu sedang berlangsung/dilakukan, sehingga bisa diartikan juga dengan kata “selama” atau “saat”. 

Contoh kalimat

Untuk bisa lebih mudah memahami pola ”uchi ni”, mari perhatikan contoh kalimat berikut ini.

Selagi masih

Toukyou ni iru uchi ni, Akihabara ni ikimashou.
Oya ga dekakete iru uchi ni, koibito ni denwa wo kaketa.
Ryuugaku shite iru uchi ni, atarashii tomodachi wo takusan tsukuritai.
Aisukuriimu ga tokenai uchi ni, hayaku tabeyou.
Tenki ga ii uchi ni, kaimono ni ikou.
Wakai uchi ni, yaritai koto wo yatte kudasai.
Ryoushin ga genki na uchi ni, iro-iro na tokoro ni tsurete ikitai.
Gakusei no uchi ni, iro-iro na koto wo benkyou shita hou ga ii to omoimasu.

Selama/Saat

Mainichi atte iru uchi ni, kanojo no koto ga suki ni natte kita.
Hon wo yonde iru uchi ni, nete shimatta.
Mainichi eigo de nikki wo kaite iru uchi ni, eigo ga mae yori umaku natte kita ki ga suru.
Awanai uchi ni, oikko wa se ga nobita.
Kidzukanai uchi ni, aiken ga ookiku natte ita.
Shiranai uchi ni, kare wa shigoto wo yameta.

Contoh soal

Pola “uchi ni” tergolong dalam tata bahasa JLPT N3. Untuk itu, coba perhatikan juga contoh soal yang menggunakan pola ini, seperti pada contoh berikut ini.

Soal 1 : 桜がきれい_____、たくさん写真を取りたい。
  1. うちに
  2. のうちに
  3. なうちに
  4. でうちに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 2 : 独身_____、たくさん遊びたいです。
  1. のうちに
  2. なうちに
  3. うちに
  4. うち
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 3 : 家族_____、東京に引っ越した。
  1. とともに
  2. のうちに
  3. にとって
  4. としては
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 4 : 子供が寝ている_____、仕事を済ませた。
  1. のうち
  2. にとって
  3. うちに
  4. として
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 5 : 明るい_____帰りましょう。
  1. のうちに
  2. うちに
  3. のうちで
  4. うちで
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 6 : 忘れない_____、メモします。
  1. のために
  2. なのに
  3. のうちに
  4. うちに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 7 : 留学生_____日本に来ました。
  1. に対して
  2. うちに
  3. として
  4. にとって
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 8 : 今_____昼ごはんを食べよう。
  1. うち
  2. うちに
  3. なうちに
  4. のうちに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 9 : テレビを____ ____ __☆__ ____、寝てしまいました。
  1. うち
  2. いる
  3. 見て
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 10 : たくさん____ ____ __☆__ ____、日本語が話せるようになった。
  1. して
  2. いる
  3. 練習
  4. うちに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Informasi tambahan

Perbedaan “uchi ni” dan “aida ni

Meski sekilas terdengar memiliki makna yang sama, terdapat perbedaan antara pola “uchi ni” dan “aida ni”. Pola “uchi ni” digunakan untuk menekankan bahwa ada hal yang sebaiknya dilakukan selagi masih dalam waktu tertentu, sebelum waktu tersebut berakhir, karena hal itu tidak bisa dilakukan setelah waktu tersebut berakhir. Hal ini seperti yang telah ditulis pada penggunaan yang pertama, yang diartikan “selagi masih”. Akan tetapi, fungsi tersebut tidak ada pada pola “aida ni”. Misalnya :

  • Seeru no uchi ni hoshikatta mono wo kaou. (Selagi masih promo, ayo beli barang yang diinginkan.)
  • Seeru no aida ni hoshikatta mono wo kaou. (penggunaan kalimat ini terkesan kurang natural.)

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari tata bahasa “uchi ni”?

Tata bahasa “uchi ni” merupakan ungkapan dalam bahasa Jepang yang tergolong dalam JLPT N3, yang digunakan untuk menyatakan hal yang dilakukan atau terjadi pada suatu keadaan atau waktu tertentu, yang bahasa Indonesia diartikan dengan “selagi masih”, “selama (masih)”, atau “saat”.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai bahasa Jepang ya! Jangan lupa untuk ikuti terus berbagai informasi seputar Jepang dari Kepo Jepang!

Selanjutnya, sambil mengingat materi hari ini, mari lihat beberapa pertanyaan di bawah ini!

Q)Bagaimana penggunaan “uchi ni”?

A)Pola “uchi ni” digunakan untuk menyatakan hal yang dilakukan atau terjadi pada suatu keadaan atau waktu tertentu, yang bahasa Indonesia diartikan dengan “selagi masih”, “selama (masih)”, atau “saat”.

Q)Contoh kalimat dengan “uchi ni”?

A)Misalnya, “Ame ga furanai uchi ni ikimashou”, artinya “Selagi tidak turun hujan ayo pergi”.

Q)Beda “uchi ni” dan “aida ni”?

A)Pola “uchi ni” digunakan untuk menekankan bahwa ada hal yang sebaiknya dilakukan selagi masih dalam waktu tertentu, sebelum waktu tersebut berakhir, sedangkan pola “aida ni” tidak digunakan dalam kondisi seperti itu. Selengkapnya lihat kembali penjelasan di halaman ini ya!


Kembali ke halaman daftar Materi Tata Bahasa N
3

Kali ini kita sudah belajar pola “uchi ni”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!