Watashi wa gakusei dewa arimasen.

Tahukah kalian apa arti kalimat di atas? Artinya adalah “saya bukan pelajar”. Dewa arimasen adalah sebuah frasa dalam tatabahasa Jepang yang digunakan untuk menunjukkan kalimat negatif.

Dewa arimasen merupakan frasa yang digunakan dalam situasi formal. Dalam situasi non-formal bisa digunakan dewa nai atau janai. Untuk lebih memahami penggunaan frasa ini, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

Penjesalan “~dewa arimasen

Seperti yang kalian ketahui, kalimat positif bernuansa formal dalam bahasa Jepang umumnya berakhiran desu. Terutama kalimat yang mengandung kata benda dan kata sifat. 

Untuk membuat kalimat positif menjadi kalimat negatif, maka akhiran desu diganti dengan dewa arimasen. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ~dewa arimasen bisa diartikan “tidak~” atau “bukan~”. Dewa arimasen ini merupakan frasa kalimat negatif yang digunakan untuk kalimat bernuansa formal.

Bentuk Kasual dari ~dewa arimasen

Adapun beberapa frasa lain yang bisa menggantikan dewa arimasen untuk nuansa yang lebih kasual bisa dilihat di bawah ini.

Semi Formal

  • ~ja arimasen
  • ~dewa nai

Informal / Kasual

  • ~janai
  • ~jane
  • ~janee
  • ~jan

Bentuk informal ini umumnya hanya digunakan dalam percakapan saja.

Bentuk Negatif Lampau

  • ~dewa arimasen deshita
  • ~ja arimasen deshita
  • ~dewa nakatta
  • ~janakatta

Contoh Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat negatif yang menggunakan frasa akhiran ~dewa arimasen.

Sono kaban wa kanojo no kaban dewa arimasen.
Kimu-san wa kankoku-jin dewa arimasen.
Kare no koto ga suki dewa arimasen.
Kyou wa hima dewa nakatta.
Asoko wa iriguchi dewa arimasen.
A : Anata wa eigo ga jouzu desuka?
B : Iie, amari jouzu dewa arimasen. Heta desu.
A : Sakura-san wa ongaku ga suki desuka?
B : Iie, amari suki dewa nai.
A : Kinou wa hare deshitaka?
B : Iie, hare dewa arimasen deshita.
Soko wa toire dewa arimasen.
A : Sore wa ocha desuka?
B : Iie, chigaimasu. Kore wa juusu desu.
A : Kore wa anata no udedokei desuka? 
B : Iie, watashi no dewa arimasen. Sakura-san no desu.
Watashi wa sore wo yaru beki ja nakatta.
Anta wa hitori janai yo.
Kore, kiken janai no?
Kare no hanashi wa uso dewa arimasen.

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang frasa ~dewa arimasen yang digunakan untuk menunjukkan kalimat negatif dalam bahasa Jepang. Dewa arimasen digunakan untuk kalimat bernuansa formal, sedangkan bentuk kasualnya bisa digunakan janai. Pastikan kalian menggunakannya sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang dihadapi.

Semoga penjelasan bahasa Jepang di atas bisa dengan mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan hal-hal tentang Jepang lainnya di blog dan semua media sosial Kepo Jepang ya.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba simak beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa artinya “dewa arimasen” dalam kalimat bahasa Jepang?

A) Dewa arimasen digunakan untuk menyatakan kalimat negatif. Jadi, artinya bisa “tidak~” atau “bukan~”.

Q) Apa bedanya ではありません (dewa arimasen) dan じゃない (janai)?

A) Baik “dewa arimasen” maupun “janai” merupakan frasa yang menandakan kalimat negatif dalam bahasa Jepang. Yang membedakannya, “dewa arimasen” digunakan dalam kalimat formal, sedangkan “janai” dalam kalimat kasual terutama percakapan kasual sehari-hari.

Q) Apa bentuk lampau dari ではありません?

A) Bentuk lampau dari ではありません (dewa arimasen) yaitu ではありませんでした (dewa arimasen deshita).

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.