Dalam bahasa Jepang, ada banyak cara yang bisa digunakan ketika ingin menyatakan “cita-cita” atau menanyakan “cita-cita” orang lain. Bahasa Jepang yang paling umum digunakan untuk menyatakan “cita-cita” adalah yume. Secara harfiah, yume berarti “mimpi. Sama halnya dengan bahasa Indonesia, dalam bahasa Jepang pun “mimpi” bisa diartikan sebagai angan-angan atau hal yang ingin dilakukan di masa depan. 

Lalu, bagaimanakah cara menyatakan “cita-cita” yang tepat dengan menggunakan kosakata yume? Apakah ada kata lain yang bisa digunakan untuk menyatakan “cita-cita”? Melalui artikel ini, kalian akan bisa mempelajari makna dari kata yume, cara menyatakan cita-cita kalian dan istilah bahasa Jepang lain yang bisa digunakan untuk mengungkapkan cita-cita. Untuk lebih jelasnya, yuk simak langsung penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penjelasan “Yume

Dalam kamus digital bahasa Jepang Daijiten, yume diartikan sebagai berikut :

  1. Gambaran visual, pengalaman yang seperti kenyataan yang muncul dalam tidur.
  2. Suatu hal yang ingin dicapai di masa depan.
  3. Ide atau harapan yang indah yang mungkin jauh dari kenyataan.

Seperti pada pengertian di atas, yume juga diartikan sebagai sesuatu hal yang ingin kalian wujudkan di masa depan, atau bisa dikatakan “cita-cita”. Dengan menggunakan kata yume ketika menyatakan “cita-cita” kalian, terkandung makna “di masa depan saya ingin menjadi….”. Di sisi lain, kata yume juga mengandung makna “harapan di masa depan yang sulit diwujudkan”, tetapi, kata ini yang paling umum digunakan ketika menyatakan dan menanyakan “cita-cita” seseorang.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Cita-Cita

Ada beberapa istilah lain yang bisa digunakan untuk menyatakan “cita-cita” dalam bahasa Jepang, di antaranya adalah sebagai berikut.

Ganbou

Secara harfiah artinya adalah harapan atau keinginan. Ketika ingin menyatakan “cita-cita” kata ganbou juga termasuk umum digunakan, tapi jarang sekali digunakan ketika menanyakan cita-cita kepada orang lain dengan menggunakan ganbou. Ganbou bisa digunakan untuk menyatakan “cita-cita” yang mudah maupun sulit untuk dicapai. Selain itu ganbou bisa juga digunakan untuk sesuatu hal yang ingin diwujudkan dalam waktu dekat.

Kibou

Sesuatu yang ingin dilakukan dan memiliki pandangan yang cemerlang dan menjanjikan di masa depan. Ungkapan ini memiliki makna “saya ingin menjadi….” atau “saya ingin….”. 

Contoh Kalimat

Berikut contoh-contoh kalimat yang menggunakan kosakata diatas.

Kodomo no koro kara no yume wa yatto jistugen shita.
Shourai no yume wa uchuu ni iku koto.
Yume wa ookii hou ga ii yo.
Juu-nen mo kakatte, tsuini yume wo tsukanda.
Watashi no yume wa sensei ni naru koto desu.
Kashu ni naru no ga yume desu.
Kodomo no koro kara daki tsudzuketa ganbou ga yatto jitsugen shita.
Shourai wa uchuu ikitai to itta ganbou ga arimasu.
Anata ni wa kekkon ganbou wa aru no desu ka.
Kono sakkaa no shoubu dake wa kachitai to iu ganbou ga arimasu.
Shingaku kibou desu node, shuushoku wa shimasen.

Informasi Tambahan

Contoh-contoh kalimat di atas menjelaskan bagaimana penggunaan kata yume, ganbou dan kibou. Dalam tata bahasa Jepang, ada beberapa pola kalimat yang bisa digunakan untuk menyatakan “cita-cita” selain seperti pada contoh di atas. Untuk lebih jelasnya perhatikan pola-pola kalimat di bawah ini.

Pola Kalimat 1

Yume wa ____ ni naru koto desu. / _____ ni naru no ga yume desu.

Pola kalimat ini menyatakan cita-cita, keinginan atau hal yang ingin dilakukan pembicara di masa depan. Bagian ____ diisi dengan kata benda (profesi, hal, atau apapun) yang ingin dilakukan. Biasanya ditambahkan kata shourai (masa depan) juga dalam kalimatnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini.

Yume wa sensei ni naru koto desu.
Yume wa man’gaka ni naru koto desu.
Shourai no yume wa moderu ni naru koto desu.
Yakusha ni naru no ga yume desu.
Bengoshi ni naru no ga yume desu.
A : Shourai no yume wa nan desuka.
B : Shourai no yume wa fasshon dezainaa ni naru koto desu.
A : Shourai no yume wa nan desuka.
B : Kangoshi ni naru koto desu.

Pola Kalimat 2

_____ ni naritai desu.

Secara harfiah, pola kalimat ini tidak menggunakan kata “cita-cita” di dalamnya. Namun, pola kalimat ini umum digunakan ketika kalian ingin menyatakan cita-cita kalian. Adapun arti dari pola kalimat ini adalah “(Saya) ingin menjadi____”. Untuk pernyataan yang lebih kasual, kalian bisa menghilangkan desu. Biasanya ditambahkan kata shourai (masa depan) juga dalam kalimatnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini.

Watashi wa sakkaa senshu ni naritai desu.
Watashi wa shashin-ka ni naritai.
Watashi wa sakka ni naritai desu.
A : Shourai wa nani ni naritai desuka.
B : Shourai wa eiga kantoku ni naritai desu.
A : Shourai wa, nani ni naritai desuka.
B : owarai geinin ni naritai desu.

Pola Kalimat 3

Yume wa____koto desu. / ______ no ga yume desu.

Jika pola kalimat 1 diisi dengan kata benda, maka pola kalimat ini diisi dengan kalimat yang menyatakan hal yang ingin diwujudkan di masa depan. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat contoh-contoh di bawah ini.

Watashi no yume wa jibun no resutoran wo motsu koto desu.
Watashi no yume wa nihon no daigaku ni shingaku suru koto desu.
Nihon no kaisha de hataraku no ga yume desu.
Nihon go wo oshieru no ga yume desu.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata yume, yang selain berarti mimpi dalam tidur juga bisa digunakan untuk menyatakan mimpi, cita-cita, dan harapan di masa depan. Semoga penjelasan di atas bisa kalian pahami dengan mudah.

Sampai di sini dulu pembelajaran bahasa Jepang pada artikel kali ini. Jangan lupa untuk terus berlatih agar semakin lancar bahasa Jepangnya dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya, hanya di Kepo Jepang!

Jadi, apa cita-cita kalian? Shourai no yume wa nan desuka.