Memai ga suru.
Merasa pusing.

Memai pada kalimat di atas pada dasarnya merupakan istilah bahasa Jepang yang digunakan ketika kita merasa pusing karena sakit kepala. Sedangkan istilah bahasa Jepang untuk “pusing” karena merasa bingung adalah nayamu.

Untuk lebih memahami perbedaan kedua istilah ini, kali ini Kepo Jepang akan menjelaskan masing-masing arti dan makna dari kedua istilah di atas, dan bagaimana penggunaannya dalam kalimat bahasa Jepang.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Memai” dan “Nayamu

Dalam bahasa Indonesia kata “pusing” memiliki beberapa arti, di antaranya :

  1. Sakit kepala, pening.
  2. Keseimbangan terganggu serasa keadaan sekitar berputar
  3. Tidak dapat berpikir karena bingung, sedih, dan sebagainya.

Istilah bahasa Jepang yang paling mendekati kata “pusing” dalam bahasa Indonesia adalah memai dan nayamu. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan masing-masing pengertian dari kedua istilah ini.

Arti dan Makna “Memai

Memai adalah istilah bahasa Jepang yang paling pas untuk “pusing” yang merujuk pada arti 1 dan 2. Memai umumnya digunakan ketika seseorang merasa kepalanya berputar, kliyengan, pening, dan mual. Oleh karena itu, secara sederhana memai diartikan “pusing”.

Memai termasuk ke dalam kelas kata benda, dan bisa diubah ke dalam kata kerja dengan menambahkan suru, sehingga bisa diartikan “merasa pusing”. Kata kerja suru sendiri termasuk ke dalam kata kerja golongan 3 yang perubahan bentuknya bisa dilihat di halaman ini.

Sebagai tambahan, memai umumnya digunakan ketika kepala terasa pusing atau berkunang-kunang sehingga badan serasa berputar. Sedangkan untuk keadaan “sakit kepala”, pada umumnya digunakan isilah zutsuu atau atama ga itai.

Arti dan Makna “Nayamu

Nayamu termasuk ke dalam kelas kata kerja, tepatnya kata kerja golongan 1 atau go-dan-doushi. Dalam kamus Daijiten ada beberapa pengertian nayamu, yaitu :

  1. Hati terasa bimbang karena tidak tahu apa yang harus diputuskan dan tidak tahu solusi dari masalah yang sedang dihadapi.
  2. Merasa kesulitan karena masalah yang sedang dihadapi.
  3. Menderita dan kesulitan karena sakit.
  4. Menunjukkan bahwa tindakan tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Dengan melihat beberapa pengertian nayamu di atas, bisa kita ketahui bahwa nayamu merujuk pada makna “pusing” nomor 3. Dalam kamus bahasa Indonesia sendiri, nayamu diartikan pusing, cemas, pikiran kacau, bingung, bimbang, dan bersusah hati.

Informasi Tambahan

Dalam bahasa Jepang, baik “pusing” dalam keadaan memai maupun nayamu sering diungkapkan dengan onomatope fura-fura, yang secara harfiah juga diartikan “pusing”. Untuk penjelasan lebih lengkap tentang onomatope ini dan bagaimana penggunaannya dalam kalimat bahasa Jepang, silakan baca di halaman ini.

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami bagaimana penggunaan istilah-istilah di atas, coba simak beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Memai

Kinou tatte iru toki ni, memai ga shita.
Jettokoosutaa ni noru to memai ga suru.
Jugyou-chuu ni memai ga shita node, hoken-shitsu ni ikimashita.
Nagaku suwatta ato ni, totsuzen tattara memai ni naru.
Ofuro no ato wa itsumo memai ga suru.
A : Memai ga suru.
B : Kyou wa hayaku kaetta hou ga ii yo.
A : Daijoubu? Guai ga warusou yo.
B : Memai ga suru, ima ni mo taoresou. Kyuukyuusha wo yonde moraeru? 
Ni-ji kara soto ni narande iru kara, nandaka memai ga shite kita.
Nandaka memai to hakike ga shimasu.
Hirou to kuufuku de, kare wa memai wo kanjita. 

Nayamu

Sonna ni nayamanaide, yatte mitara dou desuka?
Son’na dou demo yoi koto de nayamu no wa yameta hou ga ii yo.
Saikin haha to no kankei de nayande iru nda.
Watashi wa kudaranai koto de nayamu. 
Kare wa nyuugaku shiken ni goukaku dekiru ka dou ka de nayande iru. 
Watashi wa okane de nayamu koto ni tsukarete iru.
Dareka soudan suru aite ga hoshii. Sou sureba nayami ga sukoshi wa yawaragu to omou.
Kore kau ka nayamu na~!
Nayan demo nan no yaku ni mo tatanai.
Musuko wa takusan no shitsumon wo shite, watashi wo nayamaseru koto ga yoku aru.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata memai dan nayamu yang artinya “pusing”. Jadi, memai digunakan untuk menunjukkan keadaan anggota tubuh yang merasa pusing, sedangkan nayamu digunakan untuk menunjukkan rasa pusing yang ditimbulkan oleh rasa khawatir, cemas, bingung, dan sebagainya. Jangan sampai salah dalam penggunaannya ya.

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan istilah-istilah bahasa Jepang di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “pusing”?

A) “Pusing” dalam artian peninh atau kliyengan bahasa Jepangnya adalah めまい (memai). Sedangkan “pusing” dalam artian bingung dan tidak tahu harus bagaimana bisa menggunakan kata 悩む (nayamu).

Q) Apa artinya 悩む (nayamu)?

A) 悩む (nayamu) dalam bahasa Indonesia diartikan pusing, cemas, pikiran kacau, bingung, bimbang, dan bersusah hati.

Q) Apa artinya めまい (memai)?

A) めまい (memai) artinya pusing dalam artian kliyengan atau puyeng.

Q) Apa artinya ふらふら (fura-fura)?

A) ふらふら (fura-fura) cenderung digunakan untuk mengekspresikan kepala yang pusing, dan kaki atau badan yang oleng.

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.