Doushite yang berarti “kenapa” atau “mengapa” ini merupakan salah satu kata tanya dalam bahasa Jepang yang sering diungkapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, selain doushite, kalian juga bisa menggunakan istilah lain seperti nande untuk bertanya “kenapa”.

Artikel ini akan membahas lebih jelas penggunaan doushite dan memperkenalkan istilah lain yang bisa menggantikan doushite. Kalian juga akan bisa lebih mudah memahai penggunaan setiap istilah lewat contoh-contoh kalimat yang akan diberikan di akhir kalimat.

Yuk, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Doushite

Kalian bisa menggunakan doushite (kenapa) kapan saja dengan siapa pun. Doushite ini agak informal dan lembut, dan dapat digunakan dalam situasi sehari-hari. Untuk menanyakan “kenapa” secara langsung, kalian bisa menambahkan desuka di bagian akhir ketika akan mengatakannya kepada orang yang tidak terlalu kalian kenal dan ingin menunjukkan sedikit kesopanan.

Sebagai pembelajar bahasa Jepang, kata doushite mungkin yang pertama kali kalian pelajari untuk menanyakan “kenapa”. Tapi tahukah kalian bahwa ada berbagai cara untuk menanyakan “kenapa” dalam bahasa Jepang, mulai dari formal hingga informal? Dalam budaya Jepang yang sangat mementingkan sopan santun, penting bagi kalian untuk mempelajari cara yang benar untuk menanyakan “kenapa” dalam bahasa Jepang.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Kenapa”

Ada berbagai macam cara untuk mengungkapkan pertanyaan “kenapa” dalam bahasa Jepang. Yuk perhatikan ungkapan-ungkapan di bawah untuk mempelajarinya lebih lanjut!

Naze

Ungkapan ini sedikit lebih formal dari doushite. Biasanya digunakan dalam penulisan dan pidato formal, seperti esai, buku, majalah, situs web, laporan, dan berbicara di depan umum. Jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Nande

Ungkapan ini digunakan dalam suasana santai dengan teman dekat atau keluarga. Ini mungkin terdengar agak kasar jadi hindari menggunakannya di tempat kerja dan dalam situasi di mana kalian harus bersikap sopan. Sama halnya dengan doushite, kalian bisa menambahkan desuka di akhir untuk menanyakan secara langsung dan memberi kesan lebih sopan.

Sebelum memahami penggunaan kata tanya di atas, yuk perhatikan informasi di bawah ini!

Selain “doushite”, kata tanya apa saja yang bisa digunakan untuk mengungkapkan “mengapa” / “kenapa”?

Kalian bisa mengganti doushite dengan kata tanya “naze” atau “nande”.

Dalam situasi apa saja kata tanya “doushite (mengapa)” digunakan?

Kata tanya “doushite” umumnya bisa kalian gunakan dalam berbagai macam situasi dan waktu, baik formal maupun non-formal. Untuk bertanya secara langsung kalian tinggal menambahkan “doushite desuka”, agar terkesan lebih sopan, atau tanpa “desuka” untuk percakapan kasual.

Apakah “naze” umum digunakan dalam percakapan sehari-hari?

Naze (kenapa/mengapa) umumnya digunakan sebagai bahasa tulisan yang digunakan dalam esai, buku, majalah, situs web, laporan, Adapun sebagai bahasa lisan lebih banyak digunakan dalam pidato atau saat berbicara di depan publik, dan jarang digunakan sebagai ungkapan sehari-hari.

Dalam situasi seperti apa sebaiknya “nande (mengapa)” digunakan?

Nande sebaiknya digunakan dalam situasi atau keadaan yang lebi kasual atau non-formal kepada orang-orang terdekat. Sebisa mungkin hindari penggunaannya dalam dunia kerja atau acara resmi karena akan dianggap tidak sopan.

Contoh Kalimat

Biar lebih jelas, yuk kita pelajari melalui contoh-contoh kalimat di bawah ini!

Doushite

Doushite naku no?
Doushite uso wo tsuita no?
Doushite watashi wo sakeru no?
Doushite kyou wa osoi no desuka?
Doushite anata wa koko ni iru no deshouka?
Kinou no paatii, doushite konakatta no?
Kimi wa doushite son’nani sowasowa shite iru no?
Doushite son’na koto wo shita nda?
Doushite an’na ayamachi wo okashita no ka jibun ni mo wakaranai.
A : Kimi wa dōshite shigoto wo yameta nda?
B : Motto yoi shigoto ga mitsukatta kara sa.

Naze 

Naze kore wa chigau no desuka?
Naze sore wa fueta no ka?
Naze bokura wa yume wo miru no?
Naze sonna koto wo iu no?
Naze miru hitsuyou ga aru no desuka?
Naze atarashii seido ga taisetsu na no ka?
Naze anata wa kangae wo kaeta no desuka?
Kono kakaku wa naze chigau no ka?

Nande 

Nande koko ni iru no?
Nande Tokyo ni iku no?
Nande sonna koto wo suru no?
Nande sou omou no desuka?
Nande sore ga dekinai no?
Nande watashi no koto wo suki ni natte kurenai no?

Kesimpulan

Melalui artikel kali ini, kalian mempelajari perbedaan ketika mengajukan pertanyaan “kenapa”, kapan sebaiknya digunakan dan bagaimana contoh penggunaanya. Dalam budaya Jepang yang menjunjung tinggi asas kesopanan sangatlah penting mengetahui perbedaan ungkapan untuk situasi formal dan informal.

Kalian harus berusaha untuk menggunakan versi yang sesuai tergantung pada situasi dan dengan siapa kalian berbicara. Jangan membuat kesalahan dan menggunakan bentuk kausal dengan atasan atau senior kalian, atau bentuk yang terlalu formal dengan teman dekat kalian.

Semoga bahasa Jepang yang aku sampaikan kali ini pun menarik dan mudah untuk dipahami. Jangan lupa untuk terus semangat belajar bahasa Jepang ya!