Ryoukai desu.

Dalam dunia kerja ketika mengatakan “oke” kepada atasan, kalimat di atas adalah ungkapan yang mungkin paling sering diucapkan. Tetapi, ryoukai juga sering loh diucapkan antar teman.

Jika mengacu pada arti bahasa Indonesia, “oke” memiliki makna “iya” , “baiklah”, atau “setuju”. Ungkapan yang digunakan untuk menyatakan persetujuan dan pemahaman terhadap suatu keadaan. Begitu juga alam bahasa Jepang, kata ryoukai pada umumnya digunakan untuk mengungkapkan dan mengakui hal yang telah kalian pahami atau setujui.

Melalui artikel ini kalian akan bisa mempelajari dan memahami makna kata ryoukai dan bagaimana penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Ryoukai

Seperti yang sudah disebutkan di atas, “oke” dalam bahasa Indonesia digunakan untuk mengungkapkan “iya” yang secara umum dalam bahasa Jepang diungkapkan dengan kata hai . Selain itu, “oke” juga bermakna memahami atau mengerti pembicaraan lawan bicara, yang bisa kalian ungkapkan dengan kata wakatta.

Namun, dalam bahasa Jepang masih ada ungkapan lain yang bisa digunakan untuk menyatakan “oke”, yaitu ryoukai. Artikel ini akan membahas ungkapan ryoukai yang umumnya digunakan sebagai ungkapan “oke” atau “baiklah” dalam situasi yang lebih formal. Namun, kalian juga bisa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari (situasi non-formal), tergantung situasi yang kalian hadapi. Sebelumnya, mari perhatikan makna dari ryoukai itu sendiri.

  1. Memahami dengan jelas dan menyetujui suatu hal atau keadaan. 
  2. Bentuk atau ungkapan pengakuan. Persetujuan.

Dalam kehidupan sehari-hari kata ryoukai desu atau ryoukai shimashita sering digunakan untuk menyatakan “oke” sebagai tanggapan terhadap hal yang disampaikan lawan bicara. Walaupun, ungkapan ryoukai ini terkadang masih dianggap kurang sopan dan resmi. Kata ryoukai akhir-akhir ini sering disingkat menjadi ryo dan banyak digunakan oleh anak-anak muda ketika sedang chatting.

Sebagai tambahan, kata ryoukai bukan hanya digunakan untuk membalas perkataan lawan bicara saja, tetapi bisa juga digunakan sebagai kata benda yang bisa diartikan “memahami”, “mengerti”, “menyetujui”, seperti pada contoh kalimat di bawah ini.

Kono ken ni kanshimashite, ryoukai itashimashita.
Sono ken wa min’na no ryoukai-zumi desu.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Oke”

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kata hai dan wakatta bisa kalian gunakan juga untuk menyatakan “oke”. Namun, selain kedua kata di atas masih ada beberapa kata lain yang bisa digunakan untuk menyatakan “oke”. Berikut beberapa ungkapan yang bisa digunakan untuk menggantikan kata ryoukai.

Okkee

Ditulis dengan huruf katakana. Secara harfiah, ungkapan ini diambil langsung dari bahasa Inggris “ok”. Tentu saja ungkapan ini lebih banyak digunakan dalam keadaan non-formal dan cenderung lebih kasual. Kalian bisa mengungkapkannya dengan okkee desu atau okkee saja.

Yoshi

Sama halnya dengan ryoukai, ungkapan ini digunakan ketika menyatakan persetujuan, tetapi bukan hanya itu saja, yoshi juga digunakan ketika menyatakan keputusan dan mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan “oke” dan “baiklah”.

Ii yo

Artinya hampir sama dengan yoshi, yaitu “baiklah”. Lebih banyak digunakan dalam situasi non-formal dan kasual, di antara orang-orang yang sudah saling kenal.

Shouchi shimashita

Ungkapan ini hampir satu level dengan ryoukai desu atau ryoukai shimashita, tetapi jauh lebih resmi, formal dan sopan. Digunakan kepada atasan, senior atau pelayan kepada pelanggan. Lebih sopan lagi jika diungkapkan dengan shouchi itashimashita.

Daijoubu

Secara harfiah artinya adalah “tidak apa-apa” atau “baik-baik saja”. Oleh karena itu, ungkapan ini pun bisa digunakan sebagai “oke” dalam situasi tertentu. Bisa diungkapkan dengan daijoubu, daijoubu (da) yo, atau daijoubu desu.

Contoh Kalimat

Untuk memahami penggunaan istilah-istilah di atas, mari perhatikan contoh-contoh percakapan yang menggunakan ungkapan ryoukai di bawah ini.

A : Sugu jimusho ni kite kudasai.
B : Ryoukai desu.
A : Toriaezu mise no mae, souji shitoite kure.
B : Ryoukai!
A : Kono joukyou wo A-bu ni sugu ni houkoku shite moraemasuka?
B : Ryoukai desu.
A : Ashita no gogo shichi-ji ni aimashou!
B : Ryoukai!
A : Yosan ga taito na node, shinchou ni shinai to ikenai.
B : Ryoukai shimashita.
A : Uriage wo ageru ni wa A-kaisha wo semeru shika nai.
B : Ryoukai shimashita.
A : Sankousho motte kite kureru?
B : Ryoukai!
A : Go-ji made ni houkoku-sho wo tsukuremasuka?
B : Ryoukai shimashita, mochiron desu.
A : Miitingu wo risuke dekimasu ka? 
B : Ryoukai desu. Tadachi ni yarimasu.
A : Kopii wo onegai shite ii desuka?
B : Ryoukai shimashita. Kopii wo tsukurimasu ne. 
A : Ichi-jikan-go ni ukagaimasu ne.
B : Ryoukai desu.
A : Ato de denwa suru ne.
B : Ryoukai desu. Dewa mata nochihodo.
A : Kare wa jup-pun okurerutte.
B : Ryoukai. Touchaku shitara oshiete.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kosakata ryoukai yang sering digunakan untuk mengungkapkan “oke” atau “baiklah” yang bisa digantikan dengan beberapa istilah lainnya yang sudah disebutkan di atas. Semoga dengan contoh-contoh percakapan di atas, kalian bisa dengan mudah memahami makna dan penggunaan kata ryoukai ini. 

Sampai di sini dulu penjelasan kosakata bahasa Jepang kali ini. Semoga mudah dipahami dan selalu bermanfaat untuk kalian semua. Jangan lupa mencoba membuat contoh kalimat sendiri untuk memperlancar bahasa Jepang kalian. Dan tentunya ikuti terus informasi bahasa Jepang dan seputar Jepang lainnya di Kepo Jepang!

Untuk mengingat kembali penggunaan kata ryoukai yang sudah dijelaskan di atas, yuk simak lagi beberapa hal di bawah ini!

  • Apa bahasa Indonesianya “ryoukai desu”?
  • Adakah ungkapan yang lebih formal dari “ryoukai desu”?
  • Apakah ungkapan “okkee” diambil dari bahasa Inggris?

Jika masih ada hal-hal yang ingin kalian tanyakan atau ketahui, jangan lupa untuk melihat halaman ini ya!