Tsukue no ue ni kaban ga arimasu.
Beddo no ue ni neko ga imasu.

Kedua kalimat di atas menunjukkan “keberadaan tas” dan “keberadaan kucing”, tetapi tahukah kalian perbedaan dari kedua kalimat tersebut? Perbedaannya terletak pada penggunaan arimasu dan imasu.

Pola kalimat ga arimasu dan ga imasu adalah salah satu pola kalimat yang akan sering kalian gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Kepo Jepang akan menjelaskannya sesederhana mungkin untuk kalian pahami.

Langsung saja simak penjelasannya di bawah ini!

Penjelasan “~ga arimasu, ~ga imasu”

Baik “~ga arimasu” maupun “~ga imasu” merupakan tata bahasa atau pola kalimat dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menunjukkan keberadaan suatu benda. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, arti dari keduanya adalah “ada (benda)”. Perbedaan dari kedua tata bahasa ini adalah “benda apa dan bagaimana” yang sedang dibicarakan.

Perbedaan ~ga arimasu/~ga imasu

~があります / ~ga arimasu

Pola kalimat ga arimasu digunakan untuk menunjukkan keberadaan BENDA MATI dan TUMBUH-TUMBUHAN, seperti pada contoh kalimat pada gambar di bawah yang menyatakan keberadaan “tas”.

~がいます / ~ga imasu

Pola kalimat ga imasu digunakan untuk menunjukkan keberadaan BENDA HIDUP baik orang maupun binatang yang masih bernyawa. Bahkan keberadaan “hantu” pun diutarakan dengan menggunakan ga imasu.

Coba perhatikan contoh kalimat pada gambar di bawah ini yang menyatakan keberadaan “kucing” dengan menggunakan ga imasu.

Pola kalimat

  • Keterangan tempat + partikel “ni” + kata benda mati + partikel “ga” + (keterangan jumlah) + “arimasu”
  • Keterangan tempat + partikel “ni” + kata benda hidup + partikel “ga” + (keterangan jumlah) + “imasu”

atau sederhananya :

  • Benda mati + partikel “ga” + arimasu
  • Benda hidup + partikel “ga” + imasu

Kata “arimasu” dan “imasu” termasuk ke dalam kata kerja golongan pertama (disebut juga go-dan doushi) dalam bahasa Jepang. Bentuk dasar atau bentuk kamusnya adalah “aru” dan “iru”. Jadi bentuk “arimasu” dan “imasu” biasanya digunakan dalam keadaan yang lebih formal dan lebih umum. Kalian bisa saja menggunakan “aru” dan “iru” ketika berbicara dengan orang terdekat kalian atau dalam nuansa yang lebih kasual.

Coba perhatikan contoh penggunaan ga arimasu dan ga imasu secara kasual.

Jugyou ga aru.
Inu ga iru.

Selain digunakan dalam nuansa kasual, aru dan iru digunakan di tengah-tengah kalimat, seperti contoh di bawah ini!

Ashita, paatii ga aru node, hana wo kazatte okimasu.
Tanaka-san wa kare no ie ni inu ga iru to iimashita.

Perubahan Bentuk Arimasu dan Imasu

Seperti yang sudah disebutkan di atas, arimasu dan imasu adalah kata kerja yang termasuk ke dalam golongan I. Sama dengan kata kerja lainnya dalam bahasa Jepang, arimasu dan imasu pun mengalami perubahan ketika konteks kalimatnya berubah menjadi negatif atau lampau. Adapun perubahannya bisa kalian lihat tabel di bawah ini.

Bentuk Dasar (Kamus)Bentuk “masu”Bentuk NegatifBentuk Lampau
aruarimasunai/arimasenatta/arimashita
iruimasuinai/imasenitta/imashita

Contoh kalimat

Untuk lebih mudah memahami penggunaan kedua pola kalimat di atas, mari kita perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

~ga arimasu

Hon ga arimasu.
Sakura no ki ga arimasu.
Ringo ga arimasu.
Kaban no naka ni kyoukasho ga arimasu.
Reizouko no naka ni yasai to kudamono ga arimasu.
Gakkou no tonari ni hanaya ga arimasu.
Daigaku no chikaku ni mooru ga arimasu.
Ano mise ni nani ga arimasuka?
Kyou wa jikan ga arimasen.
Neteiru toki, jishin ga arimashita.

~ga imasu

Neko ga imasu.
Sensei ga imasu.
Yuurei ga imasu.
Ki no shita ni niwatori ga imasu.
Heya no naka ni inu ga imasu.
Ie ni imouto to otouto ga imasu.
Asoko ni dareka ga imasu.
Kyoushitsu no naka ni dare ga imasuka?
A : Rin-san ga imasuka?
B : ie, imasen.

Contoh soal

Untuk kalian yang sedang mempersiapkan diri mengikuti tes JLPT N5, silakan perhatikan contoh soal berikut ini ya. Selamat mencoba!

Contoh 1 : つくえのうえにほんとかばん___あります。
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 2 : いすのしたにねこ___。
  1. があります
  2. がいます
  3. にあります
  4. にいます
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 3 : がっこうのちかくにえき___あります。
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 4 : きょうしつのなかにがくせいがじゅうにん___。
  1. あります
  2. にあります
  3. います
  4. にいます
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 5 : がっこうの____ ____ __☆__ ____あります。
  1. ほんや
  2. まえ
klik di sini untuk melihat jawabannya

Kesimpulan

Nah, gimana teman-teman? Apakah mudah dipahami?

Jadi, tata bahasa Jepang “~ga arimasu” dan “~ga imasu” yang berarti “ada (benda)” yang aku kenalkan di atas merupakan bentok dalam kalimat positif. Nanti aku juga bakalan bahas penggunaanya dalam kalimat negatif dan lampau. Ditunggu ya! ]

Semoga bahasa Jepang yang aku bagikan ke kalian hari ini pun mudah dimengerti dan tentunya bermanfaat buat kalian!

Sebelumnya, mari kita perhatikan terlebih dahulu beberapa hal di bawah ini!

Q) Apa perbedaan “ga aru” dan “ga iru”?

A) “ga aru” digunakan untuk menyatakan keberadaan benda mati dan tumbuhan, sedangkan “ga iru” digunakan untuk menyatakan keberadaan benda hidup.

Q) Bagaimana pola kalimat dengan menggunakan “ga aru” dan “ga iru”?

A) Pola kalimat sederhananya adalah : 1) Benda mati + partikel “ga” + aru/arimasu dan 2)Benda hidup + partikel “ga” + iru/imasu

Q) Apa bedanya “ga aru” dan “ga arimasu”?

A) “Aru” merupakan bentuk dasar/kamus, biasanya digunakan untuk kalimat yang lebih kasul atau non-formal atau untuk disimpan di tengah kalimat. Sedangkan “arimasu”, adalah bentuk “masu” dari “aru” yang biasanya digunakan dalam situasi yang lebih formal.

Kembali ke halaman daftar Materi Tata Bahasa N5

Kali ini kita sudah belajar pola “ga arimasu” dan “ga imasu”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!