本当にごめんなさいね。
Hontou ni gomennasai ne.

Tahukah kalian apa arti dari kalimat di atas? Artinya adalah “(Saya) benar-benar minta maaf ya. Gomennasai adalah kata yang bisa digunakan untuk mengungkapkan permintaan maaf dalam bahasa Jepang. Lalu, apakah perbedaan gomennasai dengan sumimasen yang juga berarti “maaf”?

Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan menjelaskan makna dari gomennasai. Selain itu, di halaman ini juga akan diperkenalkan ungkapan lain yang bisa digunakan untuk menyatakan “maaf” selain gomennasai dan sumimasen. Langsung saja simak penjelasannya di bawah ini! Jangan lupa tonton juga video penjelasannya ya!

PenjelasanGomennasai

Bahasa Jepang memiliki kekayaan dan keragaman dalam mengungkapkan sesuatu. Salah satunya ungkapan kata maaf. Sebelumnya Kepo Jepang pernah membahas tentang sumimasen yang salah satu maknanya sama dengan gomennasai, yaitu ungkapan yang digunakan untuk “memohon maaf”. 

Gomennasai sendiri merupakan ungkapan kata maaf yang paling umum digunakan. Jika dibandingkan dengan sumimasen yang bernuansa sopan dan hormat, dalam ungkapan gomennasai ada kesan keakraban dan kedekatan. Oleh karena itu, gomennasai cenderung digunakan kepada keluarga, teman atau orang terdekat kalian. Jadi, penggunaan gomennasai sangat tidak dianjurkan dalam lingkungan pekerjaan terutama kepada atasan atau kepada guru kalian.

Berbeda dengan sumimasen yang umum digunakan dalam berbagai bentuk situasi, baik secara lisan maupun tulisan, kata gomennasai lebih banyak digunakan secara lisan. Tentu saja, akhir-akhir ini penggunaan gomennasai dalam bentuk pesan singkat atau chat banyak digunakan anak muda.

Sebagai tambahan, ketika mengunjungi rumah seseorang atau toko, orang Jepang sering kali menggunakan kata gomen kudasai sebagai bentuk sapaan untuk mendapatkan perhatian dari pemilik rumah atau toko tersebut. Gomen kudasai yang bisa diartikan “permisi” ini mengandung nuansa kesopanan dan rasa hormat.

Selain itu, dalam nuansa yang lebih kasual lagi, orang Jepang cenderung memperpendek ungkapan gomennasai dengan mengatakan gomen saja, yang biasanya digunakan antara keluarga atau teman dekat.

Perbedaan “Sumimasen” dan “Gomennasai

Sering kali banyak yang bingung perbedaan penggunaan antara sumimasen dan gomennasai. Berikut penjelasan secara singkat perbedaan penggunaan kedua kata ini.

Sumimasen

Yang membedakan sumimasen dengan gomennasai adalah nuansa rasa hormat dan sopan yang terkandung di dalamnya. Ketika kita ingin mengucapkan “maaf” kepada orang yang lebih tua, senior, atau pun guru, sumimasen lah kata yang paling tepat untuk digunakan.

Di sisi lain, sumimasen juga bisa digunakan untuk permohonan maaf ringan seperti “permisi”, atau saat menghentikan seseorang di jalan untuk menanyakan arah, saat mencoba melewati seseorang di jalan sempit, dan bisa juga digunakan untuk mengungkapkan terima kasih.

Gomennasai

Gomennasai dapat digunakan saat meminta maaf kepada seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan kalian seperti keluarga, teman dekat, teman sekolah atau yang sudah akrab dengan kalian. Selain itu, perbedaan terbesar antara sumimasen dengan gomennasai adalah, gomennasai murni digunakan untuk mengungkapkan permohonan maaf yang lebih bersifat pribadi dan mengungkapkan penyesalan kalian karena melakukan sesuatu yang tidak pantas.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk ”Maaf”

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahasa Jepang memiliki ungkapan yang sangat beragam. Begitu juga ungkapan yang digunakan untuk mengatakan “maaf”, bukan hanya sumimasen dan gomennasai saja. Berikut istilah Jepang yang lain untuk mengungkapkan “maaf”.

Shitsureishimasu

Secara harfiah artinya “saya lancang”. Ini sangat informal dan jarang digunakan untuk mengungkapkan maaf tapi lebih sebagai sesuatu yang kalian katakan saat menelepon seseorang, memasuki ruangan, atau menutup telepon. Bentuk lebih informalnya yaitu shitsurei.

Moushiwake arimasen / Moushiwake gozaimasen

Permintaan maaf formal yang bernuansa sopan dan digunakan saat kalian melakukan sesuatu yang sangat salah. Paling banyak digunakan dalam dunia bisnis. Gunakan gozaimasen untuk kesan yang lebih sopan lagi.

Shazai itashimasu

Permintaan maaf sangat formal yang biasanya digunakan dalam narasi, pernyataan dan sebagainya. Tidak digunakan dalam percakapan.

Warui

Secara harfiah artinya “keburukan saya (salah saya)”. Memiliki kesan kasual dan sangat informal. Biasa digunakan oleh pria dalam percakapan sehari-hari.

Warui, chotto okureru.

Shikkei

Ungkapan dalam bentuk kasual dan informal dari shitsurei. Hanya digunakan oleh para salaryman (pekerja kantoran pria) ketika mereka berkumpul. Anak-anak muda jarang menggunakannya. 

Ini hanya sebagian dari bahasa Jepang yang biasa digunakan untuk mengungkapkan kata maaf. Masih ada beberapa ungkapan maaf lainnya dalam bentuk yang lebih formal dan memiliki tingkat kesopanan yang sangat tinggi.

Contoh Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata gomennasai dan gomen untuk memudahkan kalian dalam memahami makna dan penggunaannya.

Hon wo kaesu no ga osokunatte, gomennasai.
Konna ni matasete, hontou ni gomennasai.
Denwa suru no wo wasurete gomennasai
A : Sukoshi tsumete itadakemasenka?
B : A, gomennasai. Kon’nani basho wo totte ita nante kidzuki masendeshita.
Gomennasai, anata no kimochi wo kizutsukeru tsumori nado nakatta no desu.
Anata wo gokai shite shimatte gomennasai.
Moshi ki ni sawattara, gomen.
Gomen. Kimi no itta koto yoku kikoenakatta no da.
A : Karaoke ni ikanai?
B : Gomen. Ato de ne.
Gomen. Densha ga okure chatte.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata gomennasai yang digunakan untuk mengungkapkan “maaf”. Walaupun memiliki arti yang sama dengan sumimasen, tapi makna yang terkandung di dalamnya, dan kapan penggunaannya memiliki perbedaan. Semoga dengan adanya contoh-contoh kalimat di atas bisa mempermudah kalian untuk memahami perbedaan gomennasai dan sumimasen.

Semoga penjelasan kosakata bahasa Jepang di atas mudah kalian pahami, dan tentunya bermanfaat untuk kalian. Jangan lupa untuk membaca artikel-artikel lainnya dan simak terus informasi-informasi terbaru seputar bahasa Jepang dan jejepangan lainnya di Kepo Jepang.

Sebelum mempelajari bahasa Jepang lainnya, yuk simak kembali beberapa hal di bawah ini!

Q) Apa bahasa Jepangnya “maaf”?

A) “Maaf” dalam bahasa Jepang biasanya diungkapkan dengan “gomennasai” atau “sumimasen”.

Q) Apa perbedaan “gomennasai” dan “sumimasen”?

A) Maaf dengan “sumimasen” mengandung nuansa yang lebih sopan dan formal. Sedangkan maaf dengan “gomennasai” lebih mengandung keakraban dan kedekatan, sehingga lebih banyak digunakan kepada orang-orang terdekat.

Q) Apakah boleh menggunakan “gomennasai” di situasi yang formal?

A) “Gomennasai” umumnya digunakan kepada orang-orang terdekat. Dalam situasi formal cenderung banyak orang-orang yang mungkin tidak terlalu dekat dengan kita, jadi sebaiknya hindari untuk menggunakan “gomennasai”.

Q) Kenapa dalam drama atau anime, karakternya sering mengatakan “warui” ketika meminta maaf. Apa maksud dari kata “warui”?

A) Secara harfiah arti “warui” sebagai ungkapan maaf berarti “keburukan saya (salah saya)”. Ungkapan ini memiliki kesan kasual dan sangat informal. Biasa digunakan oleh pria dalam percakapan sehari-hari.

Jika kalian masih penasaran dengan pertanyaan seputar Jepang dan bahasa Jepang lainnya, jangan lupa cek halaman ini ya!