Watashi wa gakusei desu.
Watashi wa seito desu.

Gakusei dan seito dalam bahasa Indonesia bisa diartikan murid atau pelajar. Pada dasarnya dua kata ini merujuk pada orang yang belajar di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, meskipun secara detail kedua kata di atas digunakan secara berbeda. 

Artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara gakusei dan seito yang memiliki arti yang mirip, dengan cara yang mudah dipahami menggunakan contoh kalimat. 

Jika kalian merasa bingung dan bertanya-tanya kata mana yang tepat untuk digunakan, simak bagaimana penggunaannya melalui penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Gakusei” dan “Seito

Secara sederhana, perbedaan antara gakusei dan seito adalah, gakusei merujuk kepada siswa atau pelajar di universitas, sedangkan seito merujuk kepada murid yang ada di SMP dan SMA. Perbedaan penggunaan gakusei dan seito ini bukanlah hal yang terjadi secara umum, melainkan tercantum dalam Undang-undang Pendidikan di Jepang.

Gakusei

Murid yang disebut gakusei pada dasarnya adalah mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan SMA dan sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik itu sarjana, diploma, pascasarjana maupun sekolah kejuruan.

Berikut beberapa istilah murid perguruan tinggi yang lebih spesifik.

  • Daigakusei / Gakubusei : mahasiswa (sarjana)
  • Daigakuin’sei / In’sei : mahasiswa (pascasarjana)
  • Tan’daisei : mahasiswa (diploma / kuliah jangka pendek)
  • Senmonsei : mahasiswa (sekolah kejuruan)

Sebagai tambahan, walaupun secara hukum kata gakusei merujuk pada mereka yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, penggunaan gakusei dalam kehidupan sehari-hari jauh lebih luas. Seperti istilah-istilah di bawah ini yang digunakan bukan hanya untuk mahasiswa, tapi hampir digunakan oleh semua jenjang sekolah.

  • Gakusei shokudou : Kantin sekolah
  • Gakusei-shou : Kartu pelajar (biasanya mahasiswa dan murid sekolah kejuruan)
  • Gakusei-fuku : Seragam sekolah
  • Gakusei-waribiki (Gaku-wari) : Diskon khusus pelajar

Seito

Murid yang disebut seito (gakurei-seito) adalah mereka yang sedang menempuh pendidikan menengah, baik itu SMP maupun SMA, termasuk SMA kejuruan. Walaupun secara hukum murid SMP dan SMA disebut seito, secara umum mereka lebih sering disebut chuugakusei (murid SMP) dan koukousei (murid SMA). Adapun kartu pelajar untuk murid SMP dan SMA disebut seito-techou, yang bentuknya bukan hanya sekadar kartu tanda pelajar, melainkan buku kecil seperti note.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Murid”

Istilah “murid” yang diperkenalkan di atas merujuk pada murid SMP, SMA, dan mahasiswa. Lalu, apa sebutan untuk murid SD? Berikut beberapa istilah lain yang digunakan untuk menyebutkan “murid”

Shougakusei

Shougakusei berarti murid SD. Namun, dalam istilah hukum murid SD disebut gakurei-jidou (jidou). Istilah ini secara harfiah bisa dideskripsikan sebagai “anak-anak”. 

Enji

Enji digunakan untuk menyebut murid TK atau pra-sekolah. Sama halnya dengan istilah-istilah di atas, istilah ini pun ditetapkan berdasarkan undang-undang pendidikan.

Ryuugakusei

Istilah ini digunakan untuk pelajar asing yang sedang menempuh pendidikan di Jepang, baik di sekolah menengah maupun universitas.

Kenkyuusei

Murid penelitian. Biasanya merujuk pada mereka yang sedang melakukan penelitian sebelum memasuki jenjang perguruan tinggi (sarjana maupun pascasarjana).

Oshiego

Secara harfiah istilah ini terdiri dari kata oshie (diajar) dan ko (go : anak), yang dapat diartikan “anak didik” atau “anak yang sedang diajar”.

Sebelum mempelajari lebih lanjut kosakata gakusei dan seito, yuk perhatikan dulu hal-hal penting berikut!

Apa bedanya “gakusei (murid)” dan “seito (murid”)?

Gakusei digunakan untuk murid-murid di perguruan tinggi, seperti universitas, diploma dan sekolah kejuruan (senmon gakkou). Sedangkan, seito digunakan untuk murid-murid yang bersekolah di SMP, SMA, dan SMA Kejuruan.

Apa istilah bahasa Jepang khusus untuk murid SD, SMP, dan SMA?

Shougakusei (Murid SD) / Chuugakusei (Murid SMP) / Koukousei (Murid SMA)

Contoh Kalimat

Berikut contoh-contoh kalimat yang menggunakan kata gakusei dan seito untuk mempermudah pemahaman dalam menggunakan kedua istilah ini.

Gakusei

Rainen, imouto wa dai-gakusei ni narimasu.
Kono gakkou no gakusei wa indonesia-jin dattari, kankoku-jin dattari shimasu.
Gakusei-shou wa taisetsu desu kara, nakushinai you ni shite kudasai.
A : Anata wa gakusei desuka.
B : Iie, watashi wa kaisha-in desu.
Kanojo wa shinrigaku-senkou no gakusei desu.
Shakaijin-gakusei toshite, daigaku de manabi naosu koto ni kimeta.
Chuushajou wa kyoushokuin sen’you na node, gakusei-san ni kashidasu koto wa dekimasen yo.
Ressha wa kisei suru gakusei de konde ita.
Shiken wo goukaku shita gakusei ni shuuryou shousho ga watasa reru.
Kyoushi to gakusei-tachi no kan’gae ni wa ookina hedatari ga atta.
Kyoushi wa gakusei subete ni kouhei denakereba naranai.
Kono daigaku de wa yuushuu-na gakusei ni shougakkin wo dashite iru.
Kyoushi wa tsune ni gakusei ni tekisetsu-na jogen wo ataeru kokorogamae ga hitsuyou da.
Kare wa nakanaka deki no yoi gakusei de atta ga, ippou de wa yuumoa ni kakeru tokoro ga atta.
Kanojo wa kono daigaku ni seiki no gakusei de aru ga, hotondo jugyou ni wa denai.

Seito

Seito no mesen ni natte kan’gaeru to, jibun no jugyou wa wakari nikui to omotta.
Karera wa nihongo wo benkyou shiteiru seito-tachi desu.
Seito-techou ni keitai-denwa kinshi nante kaite aru kedo, dare mo mamotte inai.
Seito kaichou no shindo-sa wa, boku nanka ni wa wakaranai.
Happyou-kai no kadai kyoku wa, seito-san hon’nin ga eranda monodesu.
Sono gakkou wa seito ga atsumaranai node haikou to natta.
Seito-tachi wa undoukai de hachimaki wo shimeru.
Seito no namae wo oboeru noni itsumo muzukashii to kanjiru.
Honkou no seito wa daigaku ni shingaku suru mono ga hotondo desu.
Kyoushi wa seito no nouryoku wo nobashite yaranakute wa naranai.

Kesimpulan

Itulah penjelasan gakusei dan seito yang sama-sama berarti murid, tetapi memiliki sedikit perbedaan dalam penggunaannya. Secara sederhana, keduanya merujuk pada mereka yang sedang menempuh pendidikan belajar, gakusei untuk murid-murid di perguruan tinggi dan seito untuk murid-murid di sekolah menengah. 

Semoga dengan penjelasan dan contoh-contoh yang sudah diberikan di atas, kalian akan bisa memahami perbedaan penggunaan gakusei dan seito. Jangan lupa untuk terus berlatih agar semakin lancar bahasa Jepangnya dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya, hanya di Kepo Jepang!