Kosakata baru dalam bahasa Jepang yang akan dibahas kali ini adalah isu. Apa itu isu? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Penjelasan “Isu

Isu (kursi) termasuk ke dalam golongan meishi (kata benda), adapun kata isu dalam kamus bahasa Jepang dijelaskan sebagai berikut :

  1. Furnitur atau perabot yang dirancang untuk duduk
  2. Posisi resmi di pemerintahan (jabatan)

Jika melihat pengertiannya, penggunaan kata isu dalam bahasa Jepang ini hampir mirip ya dengan penggunaanya “kursi” dalam bahasa Indonesia. Jadi, bukan hanya mendeskripsikan perabot yang digunakan untuk duduk tapi juga bisa digunakan untuk menyebutkan posisi atau jabatan di pemerintahan, lembaga atau organisasi.

Jenis-jenis Kursi dalam Bahasa Jepang

Ada beberapa jenis kursi, penyebutan kursi dalam bahasa Jepang secara spesifik bisa kalian lihat di bawah ini.

  • Ko-isu : kursi kecil
  • Hijikake-isu : kursi yang ada sandaran untuk tangan
  • Yuri-isu : kursi goyang
  • Anraku-isu : kursu santai
  • Naga-isu : kursi dipan, sofa (untuk sofa biasanya menggunakan bahasa Inggris “sofa”)
  • Ne-isu : kursi tidur, sofa yang bisa digunakan untuk tidur
  • Paipu-isu : kursi lipat
  • Za-isu : kursi kecil tanpa kaki kursi yang biasa digunakan ketika duduk di tatami
  • Kuruma-isu : kursi roda
  • Kaiten-isu : kursi yang bisa diputar

Contoh Kalimat

Berikut contoh-contoh kalimat yang menggunakan kata isu.

Isu Sebagai “Perabot”

Isu no shita ni neko ga imasu.
Ada kucing di bawah kursi.
Isu ga futatsu aiteiru.
Tersedia 2 kursi.
*contoh di bioskop, konser, dan sebagainya
Isu ni suwatte mo yoroshii.
Kamu boleh duduk di kursi.
Inu wa isu no ue de neteiru.
Anjing tidur di atas kursi.
Onii-san wa heya kara isu wo hakobidashita.
Kakak laki-laki saya mengangkut kursi keluar dari kamarnya.
Sorera no isu wo katazukete kudasai.
Tolong bereskan kursi-kursi itu.
Kanojo wa isu ni suwatte, zasshi wo yondeita.
Dia (perempuan) duduk di kursi kemudian membaca majalah.
Namae wo yobareru made, isu ni kakete omachi kudasai.
Silakan duduk di kursi dan tunggu sampai nama Anda dipanggil.
Watashi wa kono isu wo tada de te ni ireta.
Saya mendapatkan kursi ini secara gratis.
Yamada-san wa totsuzen isu kara tachi agatta.
Yamada-san tiba-tiba bangkit dari kursi.
Tonari no heya kara isu wo motte kite kudasai.
Tolong ambilkan kursi dari ruangan sebelah.
Atarashii isu wo kaimashita ga, mada todoite inai desu.
Saya membeli kursi baru tapi belum tiba.

Isu Sebagai “Posisi”

Iinchou no isu ga aita mama ni natteiru.
Jabatan ketua (organisasi) dibiarkan kosong.
Daijin no isu.
Kursi kabinet.
Kare wa shachou no isu wo neratteiru.
Dia (laki-laki) mengincar kursi (posisi/jabatan) direktur.
Kare wa daigaku de keizai gaku no kyouju no isu wo shimeteiru.
Dia (laki-laki) menempati kursi (posisi/jabatan) profesor ekonomi di universitas.

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang penggunaan kata isu (kursi) dalam bahasa Jepang. Jadi, seperti halnya penggunaan kursi dalam bahasa Indonesia, kalian bisa memakai kata isu sebagai “perabot” yang digunakan untuk duduk atau sebagai petunjuk “posisi” atau “jabatan”. Untuk penggunaannya kalian bisa memahaminya lewat contoh-contoh kalimat di atas ya.

Sampai di sini dulu belajar bahasa Jepang kali ini, semoga bahasa Jepang yang saya sampaikan selalu bermanfaat buat kalian. Dan tentunya jangan lupa ikuti terus informasi belajar bahasa Jepang dari Kepo Jepang ya…