Maa ne…

Pernahkah kalian mendengar ungkapan di atas dalam percakapan bersama orang Jepang? Maa ne adalah bahasa lisan yang mungkin tidak akan kalian temukan dalam kamus biasa, tapi sangat umum digunakan oleh orang Jepang. Jadi, apa sih artinya maa ne?

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan mencoba menjelaskan makna ungkapan maa ne, dan bagaimana penggunaannya dalam percakapan sehari-hari. Untuk lebih memahami ungkapan maa ne, langsung simak saja penjelasannya di bawah ini.

Penjelasan “Maa ne

Secara harfiah maa ne berasal dari kata maa yang dibubuhi akhiran ne sebagai ungkapan penekanan dalam bahasa percakapan sehari-hari. Adapun maa sendiri memiliki makna sebagai berikut : 

  1. Sebuah kata yang menunjukkan suatu tindakan dengan perasaan mencoba melakukannya untuk saat ini.
  2. Ungkapan penekanan dengan perasaan menyerah atau menenangkan.
  3. Sebuah kata yang menunjukkan keadaan tertentu sambil mengakui atau setuju bahwa hal tersebut benar, meskipun tidak dapat dikatakan sepenuhnya demikian.
  4. Digunakan ketika mengungkapkan perasaan yang kurang berkenan akan sesuatu. (Penyangkalan)

Berdasarkan pengertian di atas, ungkapan maa ne dalam bahasa Indonesia bisa diartikan :

  • Begitulah kira-kira
  • Kira-kira seperti itu
  • Ya begitulah

Ungkapan maa ne sendiri memberikan kesan yang kurang sopan kepada lawan bicara. Sebagai contoh, ketika kita membalas seseorang dengan maa ne, kesannya kita menerima dan setuju terhadap komentar pihak lain, tetapi kita pun memiliki pendapat sendiri dan ada kesan penolakan atau penyangkalan secara tidak langsung. Jadi berhati-hatilah untuk tidak menggunakannya secara berlebihan.

Contoh Kalimat

Untuk memudahkan kalian memahami penggunaan ungkapan di atas, mari simak beberapa contoh kalimat di bawah ini.

A : Isogashii?
B : Maa ne.
A : Okkee. Ja, hoka no hito ni tanomu yo.
A : Atarashii joushi wa dou?
B : Maa ne. Chotto ibari-gimi de sa.
A : Jaa, ano uwasa wa hontou na no?
B : Maa ne.
A : Kinou wa yoku nerareta?
B : Maa ne.
A : Minami tte, anta no kanojo na no?
B : Maa ne. Kinou kara tsukiai hajimeta nda
A : Konsaato wa yokatta? 
B : Maa ne. Gitarisuto ga kakko yokatta yo.
A : Nani ga atta no? Daijoubu?
B : Maa ne.
A : Watashi no hanashi kiiteru no?
B : Maa ne.
A : Paatii wa tanoshikatta?
B : Maa ne. Warukunakatta yo.
A : Nee, Yamada-san uzakunai?! Mou itsumo itsumo urusai nda yo ne. 
B : Maa ne. Demo Yamada-san shigoto wa dekiru kara ne. 
A : Mou masuku suru no iya nan dakedo. Atsuishi hazushitai yo ne. 
B : Maa ne. Shindoi yo ne. Demo ima no joukyou ja shikatanai yo ne.
A : Tabako tte zettai yokunai to omou nda yo ne. Aite ni mo meiwakudashi, hontou ni mou suu hito inaku natte hoshii.  
B : Maa ne. Tashika ni meiwaku ni kanjiru hito mo iru darou ne. Demo ichigai ni yamero to wa ii dzurai yo ne.

Kesimpulan

Itulah penjelasan ungkapan maa ne, yang merupakan bahasa lisan yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Seperti yang sudah disebutkan di atas, ungkapan maa ne adalah salah satu ungkapan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi perlu diketahui bahwa jika maa ne digunakan secara tidak benar, itu dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman. Jadi, pastikan kalian menggunakannya dalam situasi yang tepat dan tidak mengungkapkannya secara berlebihan.

Semoga contoh-contoh kalimat di atas, memudahkan kalian untuk memahami penggunaan ungkapan percakapan maa ne. Jangan lupa membaca artikel bahasa Jepang lainnya, dan ikuti terus informasi terbaru seputar Jepang dan bahasa Jepang di Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan maa ne di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa artinya “maa ne”?

A) “Maa ne” bisa diartikan “ya begitulah”, “kira-kira seperti itu”, atau “begitulah kira-kira”.

Q) Bagaimana mengatakan “ya begitulah” dalam bahasa Jepang?

A) “Ya begitulah” dalam bahasa Jepang bisa diungkapkan dengan “maa ne”.

Q) Dalam situasi seperti apa “maa ne” diucapkan?

A) “Maa ne” digunakan ketika kita ingin menekanan tanggapan kita atas pernyataan orang lain dengan perasaan mengakui atau setuju bahwa hal tersebut benar, meskipun tidak dapat dikatakan sepenuhnya demikian. Namun, bisa juga digunakan ketika mengungkapkan perasaan yang kurang berkenan akan sesuatu, misalnya menyatakan setuju tapi menyampaikan pendapat kita yang sebenarnya.

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.