Koohii wo nomimasu.
Koohii wo nonda.

Arti kedua kalimat di atas adalah “minum kopi”, tetapi nomimasu mengacu pada hal yang akan atau belum dilakukan, sedangkan nonda mengacu pada hal yang sudah dilakukan (lampau). Keduanya merupakan bentuk perubahan dari kata kerja nomu (minum) yang termasuk ke dalam kata kerja (doushi) golongan 1.

Bentuk kata kerja golongan 1 mengalami beberapa macam perubahan. Di artikel ini akan diperkenalkan perubahan pada kata kerja nomu dan kapan masing-masing perubahan kata kerja tersebut bisa digunakan. Kalian juga bisa memahami perbedaan penggunaannya melalui contoh-contoh kalimat yang akan diberikan.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan lengkap tentang kata kerja nomu di bawah ini. 

Penjelasan “Nomu

Pada artikel yomu (baca) dan taberu (makan), sudah dijelaskan 3 golongan kata kerja yang ada dalam bahasa Jepang. Nomu (minum) yang berakhiran mu termasuk ke dalam golongan 1 atau go-dan-doushi (5 tahapan kata kerja). 

Umumnya, vokal akhir “u” pada kata kerja golongan 1 bisa mengalami perubahan menjadi “a”, “i”, “o” dan “e”, berbeda dengan kata kerja golongan 2, di mana vokal akhirnya tidak mengalami perubahan. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan penjelasan di bawah ini.

Perubahan Bentuk Kata Kerja “Nomu

Berikut adalah beberapa perubahan bentuk kata kerja nomu yang digunakan dalam struktur kalimat bahasa Jepang :

Jisho-kei (Kata kerja bentuk kamus)

Nomu merupakan bentuk dasar atau kamus (jishou kei). Dalam percakapan atau tulisan biasanya digunakan dalam situasi kasual atau non-formal, atau sebagai kata penghubung ketika bertemu dengan kata atau kalimat yang lain. Perubahan bentuk kata kerja nomu umumnya terjadi dengan mengubah akhir vokal “u” menjadi “a”, “i”, “e”, “o”.

Te-kei (Kata kerja bentuk sambung)

Nomu : mu nde = nonde 

Dikatakan sebagai kata kerja bentuk sambung, karena kata kerja bentuk te/de ini bisa digunakan untuk membuat berbagai bentuk variasi kalimat, kata kerja bentuk te/de sendiri tidak memiliki arti khusus, tetapi jika kata-kata lain disambungkan dengan te-kei maka kata kerja ini akan memiliki makna.

Ta-kei (Kata kerja bentuk lampau / biasa)

Nomu : mu nda = nonda

Kata kerja golongan 1 yang diubah menjadi bentuk ta mengalami perubahan makna menjadi bentuk lampau. Ta-kei merupakan bentuk biasa, digunakan untuk kalimat kasual atau non-formal, atau ketika di simpan di tengah kalimat dan dijadikan sebagai konjungsi yang dihubungkan dengan kata dan kalimat lain.

Masu-kei (Kata kerja bentuk sopan / formal)

Nomu : mu mi + masu = nomimasu

Bentuk kata kerja masu merupakan kata kerja bentuk positif yang digunakan secara umum untuk kalimat formal. Bentuk negatifnya menjadi nomimasen, lampaunya menjadi nomimashita, lampau negatifnya nomimasen deshita.

Nai-kei (Kata kerja bentuk menyangkal, negatif / biasa)

Nomu : mu ma + nai = nomanai

Kata kerja nai-kei merupakan bentuk kata kerja negatif biasa, digunakan dalam kalimat kasual, non formal, atau ketika dijadikan sebagai konjungsi yang dihubungkan dengan kata dan kalimat lain. Bentuk negatif lampaunya menjadi nomanakatta.

Perubahan lain yang terjadi pada kata kerja nomu adalah :

Bentuk Potensial (bisa, mampu)
  • Bentuk Positif : mume + ru / me + masu = nomeru / nomemasu
  • Bentuk Negatif : mume + nai / me + masen = nomenai / nomemasen
  • Te-kei : mu → me + te = nomete
Bentuk Kondisional (syarat)
  • Bentuk Positif : mume + ba = nomeba
  • Bentuk Negatif : mu ma + nakereba = nomanakereba
Bentuk Ajakan (maksud, kehendak)
  • Bentuk Dasar : mumo + u = nomou
  • Bentuk Formal : mumi + mashou = nomimashou
Bentuk Pasif (di-)
  • Bentuk Positif : muma + reru / ma + remasu = nomareru / nomaremasu
  • Bentuk Negatif : muma + renai / ma + remasen = nomarenai / nomaremasen
  • Te-kei : mu → ma + rete = nomarete
Bentuk Ingin Melakukan
  • Bentuk Positif : mumi + tai = nomitai
  • Bentuk Negatif : mumi + takunai = nomitakunai
Bentuk Perintah
  • Formal : mumi + nasai = nominasai
  • Non-formal : mume = nome
Bentuk Larangan Non-Formal (Jangan….!/ Dilarang….!)
  • mu + na = nomuna

Contoh Kalimat

Berikut contoh-contoh kalimat yang menggunakan kosakata taberu dan berbagai bentuk perubahannya.

Kafe de koohii wo nomimasu.
Mai-asa, shawaa wo abite, shinbun wo yonde, koohii wo nomimasu.
Mai-nichi, gyuunyuu wo nonde imasu.
Yuushoku wo tabete kara, kusuri wo nomimasu.
Kusuri wo nomanai to kaze ga naorimasen.
Kusuri wo nonda hou ga ii desu.
Konshuu wa osake wo nomanai hou ga ii desu.
Hatachi na node, osake wo nomu koto ga dekimasu.
Tomato wa taberu koto ga dekiru noni, tomato jusuu wa nomu koto ga dekimasen.
Kentaro-san dake ga biiru wo nomimashita.
Minna to osake wo nomou ka.
Nihon ni kite kara, osake wo nomu you ni narimashita.
Gakkou kara kaeru toki, aruki nagara juusu wo nonde kimashita.
Kaisha e iku toki, itsumo kissaten de koohii wo nonde ikimasu.
Yuube, osake wo nomi sugimashita.
Sekaijuu de koohii ga nomarete imasu.
Mai-nichi osake wo nomi tsuzukeru to karada ni yokunai yo.
Kono gyuunyuu wa ichido ni nomu ni wa oosugiru.

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang kata kerja nomu (minum) yang termasuk ke dalam golongan 1 dan mengalami perubahan bentuk yang berbeda-beda. Perubahan bentuk kata kerja dalam bahasa Jepang sangatlah penting kalian ingat karena setiap bentuk perubahan akan mengubah nuansa dan makna dari kalimat tersebut. Tentu saja dengan terus berlatih, perbedaan perubahan kata kerja dalam bahasa Jepang ini akan semakin kalian pahami dengan mudah.

Semoga penjelasan tentang perubahan bentuk kata kerja nomu di atas bisa dimengerti dengan mudah ya. Jangan lupa untuk terus berlatih agar semakin lancar bahasa Jepangnya dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya, hanya di Kepo Jepang!