Saa hayaku kotaenaika!
Ayo segera jawab!

Saa pada kalimat di atas merupakan salah satu ungkapan ekspresi dalam bahasa Jepang yang umum digunakan sebagai ungkapan seruan. Dalam bahasa Indonesia sendiri saa diartikan “ayo”, “mari”, atau “nah”.

Untuk lebih memahami penggunaan ungkapan percakapan ini, Kepo Jepang akan berusaha menjelaskan fungsi kata seruan saa dan memberikan beberapa contoh penggunaan dalam kalimat bahasa Jepang.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini!

Penjelasan “Saa

Seperti yang sudah disebutkan di atas, saa adalah ungkapan bahasa Jepang yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari, dan sebagian besar digunakan dalam nuansa kasual. Bisa dikatakan saa termasuk ke dalam ungkapan seruan atau interjeksi (kandoushi).

Saa umumnya digunakan sebagai ungkapan seruan di mana pembicara bermaksud mengajak, membujuk,  mendesak, menyarankan, meminta atau mendorong orang lain untuk bergerak atau bertindak melakukan sesuatu. Dengan kata lain, saa diucapkan sebagai ungkapan yang menunjukkan “permintaan” dan “pemberitahuan”.

Dalam beberapa kasus, ungkapan seruan saa biasanya digunakan bersamaan dengan kata kerja bentuk ajakan, maksud dan kehendak (ikou-kei). Penjelasan bentuk perubahan kata kerja ini bisa dilihat di halaman ini.

Namun, selain digunakan sebagai kata seruan dengan maksud mengajak lawan bicara, saa juga digunakan untuk situasi berikut ini :

  1. Digunakan di awal kalimat ketika mengungkapkan keraguan, ketidaktahuan atau perasaan negatif, atau untuk menghindari tanggapan langsung.
  2. Diucapkan saat menghadapi situasi baru, atau saat mencoba melakukan atau menyelesaikan suatu tindakan.
  3. Diucapkan ketika kita sebagai pembicara mencoba berbicara sambil menahan orang lain yang sedang berbicara.

Dalam ketiga situasi di atas, arti saa disesuaikan dengan konteks kalimat yang disampaikan. Namun, dalam bahasa Indonesia biasanya diartikan “hmm” atau “nah”. Sebagai tambahan, ungkapan saa ini biasanya diikuti oleh kalimat dengan subjektivitas atau mengandung unsur yang sesuai dengan kehendak pembicara.

Informasi Tambahan

Selain menggunakan ungkapan seruan saa, ketika hendak mengajak seseorang kalian juga bisa menggunakan kata kerja dalam bentuk ajakan (ikou-kei) atau kata kerja bentuk ~mashou. Adapun bentuk ajakan yang bernuansa sopan, halus, dan digunakan dalam situasi formal bisa dengan menggunakan pola kalimat ~masenka.

Silakan baca artikel-artikel tersebut untuk lebih memahami penggunaannya dalam kalimat bahasa Jepang.

Contoh Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan ungkapan saa untuk mempermudah kalian dalam memahami penggunaannya.

A : Shigoto owatta! Saa nomi ni iku zo! 
B : Watashi mo. Sore ja ikimasho! 
A : Saa, meshiagatte. 
B : Jyaa, itadakimasu.
Saa, ashita wa daiji-na issen da! Kitai shi teru yo!
Watashi wa ikutsu da to omou? Saa atete mite.
A : Tanaka-san wa doko ni sun deru no?
B : Saa.
Saa, watashi ni dekiru kashira?
Saa, kore de dekita.
Kyou kara natsu yasumi da. Saa, omoikkiri asobou.
A : Yamada-san wa itsu tsukimasuka?
B : Saa, itsu deshouka?
Soro-soro toukyou ni tsuku. Saa, hayaku nimotsu no junbi wo shinakuccha.
Saa, kaigi wo hajimemashou.
Saa, suwatte tsukare kitta ashi wo yasume nasai. 
Saa, kodomo-tachi. Neru jikan desu yo. 

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah penjelasan tentang ungkapan seruan saa di atas bisa dipahami dengan mudah? Jadi, ungkapan saa ini secara umum digunakan ketika pembicara bermaksud mengajak atau meminta seseorang melakukan sesuatu. Selain itu, saa juga bisa digunakan ketika pembicara tidak tahu bagaimana menanggapi pertanyaan yang diajukan lawan bicara.

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan ungkapan bahasa Jepang di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “ayo”?

A) “Ayo” atau ungkapan ketika mengajak seseorang dalam bahasa Jepang bisa dengan menggunakan “saa”, “kata kerja ~mashou”, “kata kerja bentuk ajakan (~ou)” atau “~masenka”.

Q) Ungkapan さあ (saa) dalam kalimat Jepang artinya apa?

A) Ungkapan saa ini secara umum digunakan ketika pembicara bermaksud mengajak atau meminta seseorang melakukan sesuatu. Selain itu, saa juga bisa digunakan ketika pembicara tidak tahu bagaimana menanggapi pertanyaan yang diajukan lawan bicara. Atau diucapkan saat menghadapi situasi baru, atau saat mencoba melakukan atau menyelesaikan suatu tindakan. Dalam bahasa Indonesia biasanya diartikan “ayo”, “mari”, “nah”, atau “hmm” tergantung konteks kalimat yang diucapkan.

Q) Bagaimana cara mengajak seseorang dalam bahasa Jepang dengan sopan?

A) Ketika mengajak seseorang dalam nuansa formal dalam bahasa Jepang biasanya digunakan pola kalimat ~masenka. Contoh : Nichiyoubi ni ano kouen wo sanpo shimasenka? / 日曜日にあの公園を散歩しませんか。/ Hari Minggu mau berjalan-jalan di taman itu, tidak?

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.