Hareta sora.
Langit yang cerah.

Kalian pasti sering mendengar kata sora, bahasa Jepang yang artinya “langit”. Selain sering digunakan sebagai nama orang, kata sora juga sering muncul dalam lirik-lirik lagu Jepang.

Di artikel ini, Kepo Jepang akan coba menjelaskan arti dan makna kata sora, dan memperkenalkan istilah lain yang juga berarti “langit”. Tentunya, kalian juga bisa mempelajari penggunaan kata sora melalui contoh-contoh kalimat yang akan diberikan di akhir artikel.

Untuk lebih jelasnya, yuk langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Sora

Sora merupakan istilah bahasa Jepang yang berarti “langit”. Namun, selain “langit”, sora pun sering kali diartikan “surga”. Dalam kamus Daijiten, sora dijelaskan sebagai ruang angkasa yang luas dan tinggi yang berada di atas kepala. Berikut beberapa pengertian sora yang disebutkan dalam kamus Daijiten.

  1. Langit
  2. Angkasa 
  3. Cuaca
  4. Tempat yang jauh

Sebagai tambahan, sora juga bisa digunakan untuk menunjukkan tempat yang berada di atas kepala, seperti “langit-langit rumah”.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Langit”

Cara baca China (onyomi) kanji di atasa adalah ten, sedangkan kunyomi-nya adalah ame, ama, dan amatsu. Kanji ini pun diartikan “langit” dan “surga”. Dalam bahasa Jepang lama, ame sering kali digunakan untuk mengatakan “langit”, tetapi saat ini penggunaan kata ame dan ama untuk menyebutkan “langit” sudah sangat jarang. Adapun saat ini penggunaan kanji ame yang berarti “langit” bisa kalian temukan dalam kalimat idiom atau perumpamaan.

Informasi Tambahan

Berikut beberapa kata yang berhubungan dengan langit yang mungkin akan sering kalian gunakan.

Bahasa JepangArti
Sora-moyoutampilan langit (cuaca)
Sora-irowarna langit
Ao-zoralangit biru
Hoshi-zoralangit berbintang
Yo-zoralangit malam

※ Kata sora ketika digabungkan dengan kata benda lain dan berada setelah kata benda tersebut berubah bunyi menjadi dakuon (bunyi keruh), yaitu menjadi zora.

Contoh Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan istilah sora.

Marude taiyou ga shizunde shimatta you ni sora wa kuraku narimashita.
Sora ga kurakunatta kara, konya wa kitto ame ga furu deshou.
Sora ni wa shakunetsu no taiyou ga kagayaite ita.
Sora ni wa hi ga san-san to terikagayaite ita.
Hoshi ga daiyamondo no you ni sora ni kirameite ita.
Nishi no sora wa makka ni moete ita.
Aoi sora wo haikei ni shite sono shiroi tatemono ga kukkiri mieru.
Sora wa atsui kumo de oowarete ita.
Ameagari wa sora ni niji ga deta.
Kanojo wa sora wo miageta.
Mangetsu ga sora ni saete iru. 
Ni-wa no karasu ga sora wo tonde imasu. 
Totsuzen sora ga kuraku nari, ame ga furidashita.
Aki no sora wa sumiwatatte iru. 
Toki ga tatsu ni tsurete sora wa shidai ni kuraku natta.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata sora yang berarti “langit”. Dapat disimpulkan bahwa kata sora adalah istilah bahasa Jepang yang paling umum untuk menyebutkan “langit”. Walaupun ame, ama dan amatsu berarti “langit”, tetapi kata-kata ini termasuk bahasa Jepang lama yang sudah jarang digunakan. 

Semoga penjelasan di atas mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa membaca artikel bahasa Jepang lainnya, dan ikuti terus informasi terbaru seputar Jepang dan bahasa Jepang di Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, mari kita perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “langit”?

A) Bahasa Jepangnya langit adalah “sora”.

Q) Apa bedanya “sora (空)” dan “ame (天)”?

A) Baik “sora” maupun “ame” memiliki arti “langit”. Namun, “ame” adalah istilah bahasa Jepang kuno untuk “langit”, di mana saat ini sudah jarang digunakan, dan hanya digunakan untuk situasi tertentu, misalnya dalam penggunaan idiom, bahasa metafor atau peribahasa.

Q) Kenapa “langit berbintang” jadi “hoshi-zora” bukan “hoshi-sora”?

A) “Hoshi-zora” adalah kata majemuk yang terdiri dari dua kata benda untuk menciptakan satu kata baru. Pada umumnya, kata benda kedua akan berubah bunyi menjadi bunyi dakuon (“), misalnya dalam kasus ini dari “sora (そら)” menjadi “zora (ぞら)”.

Q) Apa maksud dari idiom “sora shiranu ame”?

A) Idiom “sora shiranu ame” adalah perumpamaan untuk “air mata”. Secara harfiah, “sora shiranu ame” sendiri berati “hujan yang tidak turun dari langit”.

Jika masih penasaran dengan pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, langsung baca halaman ini ya.