Simak salah satu partikel dalam bahasa Jepang yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

Kali ini tentang partikel “temo” atau “demo”. Mungkin kalian sebelumnya pernah mendengar kata “demo”, yang berarti “tetapi”. Namun, apakah kalian pernah mendengarnya sebagai suatu partikel?

Bagaimana penggunaan partikel “temo” atau “demo”?

Partikel “temo” atau “demo” secara umum bisa menjadi kata konjungsi/penghubung untuk menyatakan sesuatu pengandaian atau sesuatu yang sudah terjadi. Dalam bahasa Indonesia, partikel ini memiliki arti yang serupa dengan kata “…pun”.

Sebelum membahas fungsinya, berikut ini akan dibahas bentuk perubahan pada setiap jenis kata, terutama untuk fungsi partikel sebagai konjungsi:

Bentuk kalimat

  • A : Kata kerja (bentuk positif te/de + mo, bentuk negatif nai menjadi nakute + mo)
    Misalnya iku (pergi): ittemo, ikanai: ikanakutemo
  • B : Kata sifat i (kata sifat positif i menjadi kute + mo, negatif i menjadi kunakute + mo)
    Misalnya yasui (murah): yasukutemo, yasukunai: yasukunakutemo
  • C : Kata sifat na (kata sifat positif na menjadi de + mo, negatif na menjadi dewanakutemo/janakutemo)
    Misalnya jouzu (pintar): jouzu demo, jouzu dewanai: jouzu dewanakutemo/janakutemo
  • D : Kata benda (kata benda positif + demo, negatif + dewanakutemo/janakutemo)
    Misalnya ame (hujan): ame demo, ame dewanai: ame dewanakutemo/janakutemo

Selanjutnya, berikut ini adalah fungsi dari partikel “temo” atau “demo”.

Fungsi partikel “temo” atau “demo”.

1.Menyatakan kata konjungsi pengandaian

Partikel “~temo” atau “~demo” ini menjadi kata konjungsi, yang digunakan untuk menyatakan pengandaian, tetapi hal yang disampaikan sebenarnya belum terjadi. Dalam bahasa Indonesia, partikel ini bisa diartikan dengan kata “meski seandainya~”, dan sejenisnya. Misalnya adalah “takakutemo kaimasu” yang artinya “meski seandainya mahal, tetap akan beli”.

2.Menyatakan kata konjungsi yang sudah terjadi

Seperti pada penjelasan sebelumnya, dalam kasus ini, partikel “~temo” atau “~demo” juga bisa diartikan dengan kata “walaupun~”, “meskipun~”, dan kata serupa lainnya. Hanya saja bentuk kali ini merupakan kalimat yang menyatakan hal yang telah terjadi. Misalnya adalah “nankai yondemo wakarimasen” yang berarti “meski sudah baca berkali-kali pun, tetap tidak paham”.

3.Menyatakan kata yang berarti boleh untuk

Kata kerja yang ditambahkan partikel ini bisa dalam bentuk positif maupun negatif. Kemudian, setelah kata kerja bentuk te/de + mo, biasanya akan ditambahkan kata “ii” atau “daijoubu”. Sederhananya, dapat dibuat pola “~kata kerja bentuk te/de mo ii desuka?” yang berarti “bolehkah untuk~?”. Misalnya, “tabete mo ii desuka?” yang berarti “bolehkah dimakan?”. Selanjutnya contoh bentuk negatifnya adalah “tabenakutemo ii desu” yang berarti “boleh untuk tidak dimakan” atau “tidak masalah jika tidak dimakan”.

Selanjutnya akan dibahas khusus mengenai variasi partikel “demo” selain yang disebutkan di atas!

4.Menyatakan gabungan dari partikel de dan mo

Ketika partikel “de” (berarti di) dan partikel “mo” (berarti juga) digabung menjadi “demo”, maka dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi “di…pun”, sesuai dengan arti kedua partikel. Misalnya “koko de mo okonawarete imasu” yang berarti “diadakan di sini juga”.

5.Menjadi kata keterangan ..pun

Sebagai adverbia, kata yang diikuti partikel “demo”, dalam bahasa Indonesia bisa diartikan “…pun (juga, demikian juga)”. Misalnya adalah “kodomo demo dekimasu” yang berarti “anak-anak pun (juga) bisa”.

6.Menyatakan kata juga merupakan..

Dalam hal ini, kata benda yang diikuti partikel demo, selanjutnya akan ditambahkan dengan kata “nai” atau “aru”. Pada umumnya, penggunaan partikel “demo” yang diartikan “juga” ini terdiri dari dua kalimat. Ketika menjadi “~demo aru” artinya adalah “juga (merupakan)~”. Kemudian, ketika menjadi “~demo nai” artinya adalah “bukan/tidak juga~”. Misalnya “kare wa sensei de ari, gakusei demo aru” yang berarti “dia (laki-laki) merupakan guru, dan juga merupakan siswa”.

7.Menyatakan kata saja setelah kata tanya

Partikel “demo” yang diikuti setelah kata tanya bisa diartikan “saja”. Misalnya “nandemo tabemasu” yang berarti “makan apa saja”.

Untuk bisa lebih mudah memahami penggunaan partikel ini, mari lihat beberapa contoh kalimat berikut ini.

Contoh Kalimat

1.Menyatakan kata konjungsi pengandaian

Jikan ga attemo, ano ibento ni wa ikimasen.
Tatoe shippai shitemo, watashi wa akiramenai.
Tatoe furarete mo, ano hito no koto ga, zutto suki da.
Ame ga futtemo, zettai ikimasu.

2.Menyatakan kata konjungsi yang sudah terjadi

Onaji koto wo nando ittemo, uchi no ko ni wa wakatte moraenai.
Ikura renshuu shitemo, dansu ga naka naka umaku naranai.
Nando yomikaeshitemo, kono hon no naiyou ga rikai dekinai.
Ano jijitsu wo shiteitemo, shiranai furi wo suru shika nai.

3.Menyatakan kata yang berarti “boleh untuk”

Chotto samui node, mado wo shimete mo ii desuka?
Kyoushitsu no naka de o-bentou wo tabetemo ii desu yo.
Repooto wo dasanakutemo daijoubu desu.
Nooto wo motte ikanakutemo ii desuka?

4.Menyatakan gabungan dari partikel “de” dan “mo”

Ano nyuusu wa terebi demo houdou sarete imasu.
Nihon demo sabetsu kougi demo ga atta.
Toukyou dake denaku, Oosaka demo konsaato ga kaisai sareru.
Kono kaado wa, konbini demo go-riyou dekimasu.

5.Menjadi kata keterangan “..pun”

Kono namae wa otoko demo on’na demo tsukaeru namae desu ne.
Koko wa otona demo kodomo demo tanoshimeru basho desu.
Wakai hito demo korona uirusu kansenshou ga juushouka suru baai ga aru.
Kono oyatsu wa kodomo demo tsukureru.

6.Menyatakan kata “juga merupakan..” 

Watashi wa kodomo demo naku, otona demo nai.
Supootsu wa suki demo kirai demo nai.
Kanojo wa isha de ari, shousetsuka demo aru.
Ano hito wa sensei demo ari, senshu demo arimasu.

7.Menyatakan kata “saja” setelah kata tanya

Itsu demo kite kudasai!
Nandemo kiite ne!
Dare demo sanka dekimasuka?
Doko demo ii desu.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Sudah bisa dipahami belum?

Partikel “demo” atau “temo” bisa diartikan “meski pun”, “..pun”, “saja”, dan sebagainya. Partikel ini memiliki berbagai fungsi, misalnya sebagai konjungsi kalimat pengandaian, kalimat yang sudah terjadi, menyatakan kata “bolehkah”, dan menyatakan berbagai variasi lainnya yang bermakna “..pun”.

Semoga informasi kali in bermanfaat ya! Jangan lupa untuk ikuti terus informasi dari Kepo Jepang..