Q) Sensei, apakah semua kata kerja memiliki jidoushi version dan tadoushi version? dan apakah kata kerja pasif jidoushi tanpa kenal pelakunya sama dengan kata kerja tadoushi?

A) Tidak semua kata kerja memiliki jidoushi dan tadoushi version. Jidoushi merupakan kata kerja intransitif atau kata kerja yang tidak memerlukan objek, sehingga kata kerja yang tidak bisa digunakan bersama partikel “wo” (untuk menunjukkan objek) tergolong dalam jidoushi. Misalnya adalah “iku” (pergi), “neru (tidur)”, “okiru (bangun)”, dan sebagainya. Contoh kalimatnya, “gakkou ni iku” artinya “pergi ke sekolah”, dan tidak ada versi tadoushi dari kata “iku”. Kemudian, tadoushi yang merupakan kata kerja transitif atau kata kerja yang memerlukan objek adalah kata kerja yang bisa digunakan bersama partikel “wo” (untuk menunjukkan objek) . Misalnya adalah “taberu (makan)”, “yomu (membaca)”, “miru (melihat)”, dan lain-lain. Contoh kalimatnya “hon wo yomu” artinya “membaca”, dan tidak ada versi jidoushi dari kata “yomu”. Tentu memang ada kata yang memiliki versi jidoushi dan tadoushi, seperti kata jidoushi “aku (terbuka)” dan “shimaru (tertutup)”, yang dalam bentuk tadoushi adalah “akeru (membuka)” dan “shimeru (menutup)”, dan sebagainya, tetapi jumlahnya terbatas. Kemudian, kata kerja pasif jidoushi tanpa kenal pelakunya berbeda dengan kata kerja tadoushi. Misalnya, makna kalimat “doa ga akerareru (pintu dibuka)” berbeda dengan “doa wo akeru (membuka pintu)”. Kalimat “doa ga akerareru” memiliki makna bahwa ada seseorang yang membuka pintunya, sedangkan “doa wo akeru” menjelaskan (penutur) membuka pintu. Tambahan juga, kalau dalam jidoushi, kalimatnya menjadi “doa ga aku (pintu terbuka)” yang maknanya hanya menjelaskan suatu keadaan bahwa pintu dalam keadaan terbuka. Perlu diketahui juga bahwa ungkapan menjelaskan keadaan atau ungkapan kalimat jidoushi “doa ga aku” akan terkesan lebih natural jika diungkapkan dalam pola kalimat “te iru” menjadi “doa ga aite iru” karena lebih merujuk pada makna menjelaskan “dalam keadaan sedang”. Penjelasan lebih lengkap mengenai partikel, silahkan lihat partikel “ga”, partikel “wo”, dan partikel lainnya di halaman ini. Untuk menambah pengetahuan mengenai kosakata bahasa Jepang, cobalah lihat artikel kosakata bahasa Jepang di bagian kata kerja pada halaman ini ya. 

Coba cek pertanyaan-pertanyaan lain!

Q) Cara cepat (bisa) bahasa Jepang?

A) Cara untuk bisa cepat menguasai bahasa Jepang tentu dengan semakin sering belajar dan berlatih bahasa Jepang. Hal yang terpenting adalah fokus dan konsisten untuk meluangkan waktu belajar dan berlatih bahasa Jepang. Penjelasan lebih lengkap silahkan lihat halaman ini ya.  

Q) すみません。saya mau bertanya はずがない apakah bisa untuk bentuk lampau. misalnya  きのう彼はこの食べ物をたべるはずがなかった. terima kasih

A) Bisa, ya! Bentuk lampau dari “hazu ga nai” bisa berupa “(bentuk lampau ta) hazu ga nai” atau “(bentuk kamus) hazu ga nakatta”. Selengkapnya silahkan lihat halaman ini ya.  

Q) Apa arti dari ちゃった dan apa saja penggunaannya? あなたが好きになっちゃった

A) “Chatta” adalah bentuk kasual dari “te shimaimashita” yang biasa digunakan sebagai ungkapan dalam percakapan sehari-hari. “Te shimaimashita” merupakan bentuk lampau dari “te shimau”. Selengkapnya silahkan lihat halaman ini ya.