Manga wo yonde bakari iru.

Pernahkah kalian menemukan kata “bakari” selama mempelajari bahasa Jepang? “Bakari” pada kalimat di atas merupakan salah satu partikel adverbial (fukujoshi), yang umumnya digunakan untuk memberikan penekanan pada sebuah kalimat.

Kali ini, Kepo Jepang akan membahas mengenai partikel “bakari”, dari mulai fungsi, makna yang sesuai dengan fungsi, dan contoh penggunaannya dalam kalimat. Untuk selanjutnya, langsung simak saja penjelasannya di bawah ini.

Bagaimana penggunaan partikel “bakari”?

Partikel “bakari” dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti, seperti “sekitar”, “baru saja”, dan sebagainya. Partikel “bakari” sendiri umumnya mengikuti berbagai jenis kata, yang digunakan untuk berbagai hal seperti untuk menunjukkan penekanan kalimat, suatu batasan, dan sebagainya.

Fungsi partikel “bakari”

Seperti yang terlihat dalam arti tersebut, partikel “bakari” memiliki beberapa fungsi, seperti untuk:

1.Menunjukkan sesuatu yang dilakukan terus-menerus

Pola kalimat:

  • predikat kata kerja bentuk te + partikel “bakari” + imasu/iru  
  • predikat kata benda + partikel “bakari” + predikat kata kerja

Partikel “bakari” ini menunjukkan suatu hal yang dilakukan terus-menerus atau sesuatu yang satu-satunya menjadi objek, sehingga dalam bahasa Indonesia bisa berarti “(hanya).. terus-menerus”.

Perubahan kata kerja ke dalam bentuk te, bisa kalian lihat di halaman ini :
Kata Kerja Golongan I
Kata Kerja Golongan II
Kata Kerja Golongan III

2.Menyampaikan kisaran sesuatu

  • Pola kalimat: keterangan satuan + partikel “bakari”

Karena digunakan untuk menyampaikan kisaran suatu hal, partikel “bakari’ di sini bisa diartikan “sekitar”.

3.Mengungkapkan sesuatu yang baru saja terjadi

  • Pola kalimat: predikat kata kerja bentuk ta + partikel “bakari”

Partikel “bakari” ini dalam bahasa Indonesia berarti “baru saja”, karena digunakan menunjukkan suatu kegiatan yang baru saja diselesaikan atau baru saja terjadi.

Perubahan kata kerja ke dalam bentuk ta, bisa kalian lihat di halaman ini :
Kata Kerja Golongan I
Kata Kerja Golongan II
Kata Kerja Golongan III

4.Menyatakan sesuatu yang terus menjadi semakin tidak baik

  • Pola kalimat: predikat kata kerja bentuk kamus + partikel “bakari”

Dalam bahasa Indonesia, pola ini diungkapkan ketika menyampaikan sesuatu yang terus menerus menjadi semakin tidak baik, sehingga dapat diartikan dengan kata “hanya semakin”.

5.Menyampaikan sesuatu yang dilakukan setelah suatu hal terjadi

  • Pola kalimat: predikat kata kerja bentuk kamus + partikel “bakari”

Pola ini diungkapkan ketika menyampaikan sesuatu yang akan dilakukan setelah sesuatu hal selesai atau terjadi, dan dapat diartikan dengan kata “tinggal.. saja”.

6.Menyatakan kata “tidak hanya”

  • Pola kalimat: predikat kata kerja bentuk ta/kata benda + partikel “bakari ka”

Pola ini diungkapkan untuk menyambungkan dua kalimat, ketika akan menyampaikan kata “tidak hanya”. Perlu diperhatikan bahwa ungkapannya adalah “bakari ka”.

7.Mengungkapkan sesuatu yang seolah-olah akan terjadi

  • Pola kalimat: predikat kata kerja bentuk nai (kata “ai” dihilangkan) + partikel “bakari” 

Dalam hal ini, partikel “bakari” digunakan untuk menyampaikan sesuatu hal yang seolah-olah akan terjadi, sehingga dalam bahasa Indonesia dapat diartikan “(seolah-olah) seperti akan” atau “(seolah-olah) seperti hampir”.

Perubahan kata kerja ke dalam bentuk ta, bisa kalian lihat di halaman ini :
Kata Kerja Golongan I
Kata Kerja Golongan II
Kata Kerja Golongan III

8.Mengungkapkan hal yang seolah-olah disampaikan ketika melakukan sesuatu

  • Pola kalimat: ungkapan yang sepertinya disampaikan + partikel “to” + partikel “bakari” + predikat kata kerja

Pola ini bisa diungkapkan dengan “to bakari” atau “to bakari ni”. Dalam hal ini, partikel “bakari” digunakan untuk mengungkapkan hal yang seolah-olah disampaikan ketika melakukan suatu hal, sehingga dalam bahasa Indonesia bisa berarti “seperti mengatakan”.  

Untuk bisa lebih mudah memahaminya, mari lihat contoh kalimat di bawah ini!

Contoh kalimat

1.Menunjukkan sesuatu yang dilakukan terus-menerus

Ano ko wa kesa kara naite bakari iru.
Tanaka-kun wa itsumo manga wo yonde bakari iru.
Kare wa ichinichijuu benkyou bakari shite iru to ittemashita.
Tomodachi wa monku bakari itte iru.
Ane wa niku bakari tabete iru.

2.Menyampaikan kisaran sesuatu

Watashi wa eki de ichi-jikan bakari kanojo wo matte ita.
Bari ni isshuukan bakari taizai suru.
Koko ni sanjuu-nin bakari no gakusei ga atsumatte iru.
Ima kara juppun bakari no fune no tabi wo tanoshimou!
Ima, ni-sen’en bakari motte iru.

3.Mengungkapkan sesuatu yang baru saja terjadi

Ima kuukou ni touchaku shita bakari da.
Kore wa kinou katta bakari no hon desu.
Kare no namae wo kiita bakari nanoni, mou wasurete shimatta.
Ame ga furihajimeta bakari da.
Sore ni tsuite, kinou shitta bakari desu.

4.Menyatakan sesuatu yang terus menjadi semakin tidak baik

Kono mama dato, ano futari no kankei ga warukunaru bakari da.
Mattaku undou shinai kara, tairyoku ga ochiru bakari da.
Bukka ga agaru bakari da.
Hayame ni taisaku wo toranai to, shisha no kazu ga fueru bakari da.
Maitoshi, chikyuu ondanka no mondai wa shinkoku ni naru bakari desu.

5.Menyampaikan sesuatu yang dilakukan setelah suatu hal terjadi

Juken no tame ni ganbatte benkyou shite ita. Ato wa, kekka wo matsu bakari da.
Yaru koto wa yatta. Ato wa inoru bakari da.
Sotsugyou ronbun wo kakiowatta. Ato wa happyou suru bakari da.

6.Menyatakan kata “tidak hanya”

Ano ko wa chikoku shita bakari ka, shukudai made wasureta.
Kare wa shitsugyou shita bakari ka, shakkin made dekite shimatta.
Watashi wa tomodachi bakari ka, oya ni made “baka” da to iwareta.

7.Mengungkapkan sesuatu yang seolah-olah akan terjadi

Michi no hashi ni aru ki wa taoren bakari da.
Ano ko wa nakidasan bakari no kao wo shite iru.
Sakkaa no shiai ga okonawareta toki, koko wa afuren bakari no hitogomi datta.
Kanojo wa sakeban bakari no koe de “hai” wo itta.
Watashi wa kanemochi da yo to iwan bakari* ni, takai mono wo kaimakutta.

*”iwan bakari” memiliki arti yang sama dengan “to bakari” seperti contoh di bawah ini!

8.Mengungkapkan hal yang seolah-olah disampaikan ketika melakukan sesuatu

Kore wa kakkoii darou to bakari ni, atarashii kuruma wo jiman shite iru.
Ima ga chansu da to bakari ni, kare wa suki na hito ni kokuhaku shita.
Kare wa anata ga warui to bakari ni, yubi wo sashite okotta.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari partikel ini?

Partikel “bakari” digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang dilakukan secara terus-menerus, kisaran sesuatu (sekitar), sesuatu yang baru saja selesai dilakukan (baru saja), sesuatu yang terus menjadi semakin tidak baik (semakin), sesuatu yang dilakukan setelah suatu hal terjadi (tinggal..saja), menyatakan kata “tidak hanya”, menyatakan sesuatu yang seolah-olah akan terjadi (seperti hampir), serta suatu hal yang seolah-olah disampaikan ketika melakukan sesuatu (seperti mengatakan). Masih ada variasi fungsi lain dari partikel “bakari” selain yang telah dijelaskan di sini.

Untuk mengingat kembali penjelasan tentang partikel “bakari”, yuk kita simak lagi beberapa hal di bawah ini!

Q) Bagaimana mengartikan partikel “bakari” dalam sebuah kalimat?

A) Partikel “bakari” dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti, seperti “sekitar”, “baru saja”, dan sebagainya. Namun, artinya secara jelas akan sangat dipengaruhi oleh fungsi dan konteks kalimat masing-masing.

Q) Apa fungsi utama partikel “bakari”?

A) Partikel “bakari” secara umum digunakan untuk berbagai hal seperti untuk menunjukkan penekanan kalimat, suatu batasan, dan sebagainya.

Q) Berikan contoh kalimat dengan partikel “bakari”?!

A) Ane wa niku bakari tabete iru. (Kakak perempuan hanya makan daging terus-menerus.) / Ame ga furihajimeta bakari da. (Baru saja turun hujan.)

Semoga informasi kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan kalian tentang bahasa Jepang. Ikuti terus informasi dari Kepo Jepang ya! Jika kalian masih penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya, pastikan untuk mengecek halaman ini ya!