Eki mae ni atarashii mise ga dekimashita.

Arti kalimat di atas adalah “ada toko baru di depan stasiun”. Secara sederhana, mise adalah istilah Jepang untuk “toko”. Namun, mise ini memiliki makna yang sangat luas sebagai sebuah tempat untuk menjual sesuatu.

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan membahas pengertian mise secara jelas dan memperkenalkan istilah bahasa Jepang lainnya yang juga bisa diartikan “toko”. Untuk lebih memahami istilah mise, mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penjelasan “Mise

Dalam kamus Daijiten, istilah mise dijelaskan sebagai sebuah tempat untuk memajang dan menjual produk. Dalam kamus bahasa Jepang – Indonesia, mise diartikan :

  1. Toko
  2. Kedai
  3. Warung

Dapat disimpulkan bahwa mise adalah istilah yang bisa digunakan untuk segala macam jenis “toko”, baik yang menjual makanan, barang, maupun jasa. Jadi, baik itu supermarket, department store, restoran, toko sepatu, atau toko roti, di mana pun ada sesuatu yang dijual bisa disebut mise

Sebagai tambahan, dalam beberapa penggunaannya seringkali mise diberi awalan bikago “o”, yaitu awalan yang digunakan untuk memberikan kesan anggun dan gaya bahasa yang lebih indah, serta membuat bahasa terkesan lebih sopan dan halus.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Toko”

Ada beberapa istilah lain yang bisa juga diartikan “toko”, berikut beberapa di antaranya.

Shouten

Shouten terdiri dari dua kanji, yaitu shou (menjual, perdagangan) dan ten (cara baca China dari mise). Jadi, shouten bisa diartikan toko penjualan, toko perdagangan, atau toko yang menjual produk tertentu. Biasanya, istilah shouten mengacu pada usaha kecil seperti perusahaan.

Sebagai tambahan, shouten jarang digunakan sebagai kata tunggal dan lebih banyak digunakan bersamaan dengan nama toko itu sendiri, misalnya Hayashi-shouten (toko Hayashi) atau istilah yang berhubungan dengan toko, seperti shouten-gai (pertokoan) dan shouten-shu (penjaga toko, pemilik toko).

~ ten

Cara baca China (onyomi) dari mise adalah ten. Biasanya, toko-toko yang disebutkan secara spesifik menggunakan akhiran ten, di antaranya adalah :

  • Inshoku-ten : toko makanan-minum / restoran
  • Rihatsu-ten : toko potong rambut
  • Kissa-ten : kedai kopi / kafe
  • Sho-ten : toko buku
  • Ro-ten : kedai jalanan

dan sebagainya.

~ya

Sama halnya dengan ~ten di atas, ~ya (rumah, atap) pun umum digunakan untuk menyebutkan suatu toko penjualan secara spesifik, misalnya :

  • Hon-ya : toko buku
  • Hana-ya : toko bunga
  • Raamen-ya : kedai ramen
  • Sushi-ya : kedai sushi
  • Yao-ya : toko sayuran
  • Niku-ya : toko daging
  • Kutsu-ya : toko sepatu
  • Toko-ya : toko potong rambut
  • Omocha-ya : toko mainan
  • Pan-ya : toko roti

dan sebagainya.

Uriba

Secara harfiah uriba artinya adalah tempat penjualan, tetapi sering kali diterjemahkan secara sederhana sebagai “toko”. Istilah uriba umumnya tidak berdiri sendiri, tetapi digabungkan dengan jenis produk yang dijualnya, misalnya kamera-uriba (toko kamera), kippu-uriba (tempat penjualan tiket), yasai-uriba (toko / tempat jual sayuran), dan sebagainya.

Shoppu

Istilah shoppu adalah bahasa Jepang yang diambil dari bahasa Inggris “shop” yang artinya “toko”. Sama dengan beberapa istilah di atas, istilah shoppu pun umumnya digunakan bersamaan dengan jenis barang atau produk yang ditawarkan, misalnya hyakuen-shoppu (toko 100 yen), koohii-shoppu (toko kopi), dan sebagainya.

Contoh Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan istilah-istilah di atas.

Mise 

Ano mise wa oishii shi, yasui shi, benri desu.
Ano mise no ten-in wa shinsetsu dewa nai node, mou ikitakunai desu.
Kono mise no raamen no oishisa wa wasureraremasen.
Zehi kono mise no nihon-ryouri wo tabete mite kudasai.
Kono mise no shouhin wa taka sou desu.
Taka sou na mise na node, hairimasen deshita.
Ano mise no raamen wa oishii kadouka wakarimasen.
A : Genzai, zaiko-gire desu. Otoriyose shimasuka?
B : Ie, kekkou desu. Hoka no omise ni itte mimasu. 
Nidoto ano mise ni wa ikitakunai.
A : Hontou ni omise mou shimatteta no? Mada gogo yo-ji dakedo.
B : Machigainai yo.
Ano omise de kaimono shite pointo wo atsumeteru ndesu. 
A : Sore, oshare-na kutsu da ne! 
B : Arigatou. Choudo kinou, seeru de getto shita nda. Omise ni aru mono zenbu goju-ppaasento ofu da yo. 
A : Kono omise no rebyuu kekkou yokatta ndakedo, nandaka kitai hazure. 
B : Doukan. Doko ni demo yoku aru raamen-ya yo ne.
A : Ano atarashii omise itta koto aru? Kyou itte minai? 
B : Gomen, kyou wa youji ga aru nda.
A : Koko wa watashi no oki ni iri no omise nanda. 
B : Iroiro-na mono ga aru ne. Watashi mo kouiu omise wa suki da na. 

Istilah Lainnya

Kono machi de osusume no inshoku-ten wo oshiete kudasai. 
Kono hoteru no naka ni rihatsu-ten wa arimasuka?
A : Sumimasen, kamera no uriba wa nan-gai desuka?
B : San-gai ni arimasu.
Kare wa gaishutsu suru tabi ni, sono hon-ya ni tachiyoru.
Kanojo no chichi-oya wa, machi de ooki-na kutsu-ya wo keiei shite imasu.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata mise yang merupakan istilah umum untuk berbagai jenis toko, kedai atau warung. Selain itu, penyebutan mise juga bisa diganti dengan omise untuk menambah kehalusan dalam pengucapannya.

Semoga contoh-contoh kalimat di atas, memudahkan kalian untuk memahami penggunaan istilah mise (toko). Jangan lupa membaca artikel bahasa Jepang lainnya, dan ikuti terus informasi terbaru seputar Jepang dan bahasa Jepang di Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “toko”?

A) Toko dalam bahasa Jepang secara umum disebut “mise”. Namun, ada istilah lainnya seperti “shouten”, “uriba”, akhiran “ten” (inshoku-ten, kissa-ten, dan sebagainya), atau akhiran “ya” (yao-ya, hon-ya, dan sebagainya).

Q) “Mise” artinya apa?

A) Dalam bahasa Indonesia, “mise” bisa diartikan toko, kedai, atau warung.

Q) Bedanya “mise” dengan ‘shouten’?

A) “Mise” adalah istilah umum untuk “toko”. Jadi, jenis toko apapun yang menjual barang, makanan maupun jasa bisa disebut “mise”. “Shouten” pun sama saja bisa digunakan untuk toko jenis apapun, tetapi biasanya digunakan menggunakan nama toko secara spesifik, seperti “ABC Shouten (Toko ABC)”, selain itu, digunakan juga untuk penyebutan istilah yang berhubungan dengan toko, seperti shouten-gai (pertokoan) dan shouten-shu (penjaga toko, pemilik toko).

Q) Apa artinya “uriba”?

A) “Uriba” secara harfiah artinya tempat penjualan, di mana umumnya merujuk pada tempat yang menjual barang atau produk-produk tertentu. Namun, secara sederhana bisa juga diartikan “toko”.

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.