Otona ni nattara, isha ni naritai desu.
Kalau sudah dewasa, saya ingin jadi dokter.

Otona pada kalimat di atas merupakan salah satu istilah bahasa Jepang untuk “dewasa”. Selain otona, “dewasa” juga bisa diungkapkan dengan kata seinen atau seijin. Lalu, apakah perbedaan ketiga istilah ini?

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan menjelaskan arti, makna, dan perbedaan ketiga istilah di atas, serta bagaimana penggunaannya dalam kalimat.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Otona / Seijin / Seinen

Seperti yang kalian ketahui, satu istilah dalam bahasa Indonesia bisa diungkapkan dalam beberapa istilah bahasa Jepang. Begitu pula dengan istilah “dewasa” yang dalam bahasa Jepang bisa disebut otona, seinen, atau seijin.

Otona

Otona adalah kata yang termasuk ke dalam “wago” atau bahasa asli Jepang. Sederhananya, Kanji otona dibaca dalam bentuk kun’yomi (cara baca Jepang). Dalam bahasa Indonesia, otona diartikan “dewasa” atau “orang dewasa”.

Adapun dalam kamus bahasa Jepang, otona dijelaskan sebagai berikut :

  1. Seseorang yang sudah memasuki usia dewasa.
  2. Seseorang yang sudah menjadi manusia seutuhnya, memiliki kebijaksanaan dan bertanggung jawab secara sosial.

Istilah yang Berhubungan dengan “Otona

Bahasa JepangCara BacaArti
大人ぶるOtonaburu Sok dewasa (Pura-pura terlihat dewasa)
大人びるOtonabiru Menjadi dewasa
大人っぽいOtonappoi Terlihat dewasa (sifat atau penampilan)
Misalnya anak kecil yang sifatnya seperti orang dewasa
大人しいOtonashii Sopan, kalem, pendiam, lemah lembut (Sifatnya seperti orang dengan pemikiran yang dewasa) 

Seijin

Apabila otona termasuk ke dalam istilan “wago”, maka seijin adalah istilah “kan’go” atau istilah serapan dari Kanji dengan cara baca China (on’yomi). Dalam kamus bahasa Jepang dijelaskan sebagai berikut :

  1. Seseorang yang telah matang secara fisik dan mental.
  2. Anak-anak yang sudah tumbuh besar menjadi dewasa.

Istilah yang Berhubungan dengan “Seijin

Bahasa JepangCara BacaArti
新成人Shin-seijin Orang yang baru memasuki usia dewasa
成人式Seijin-shiki Upacara kedewasaan (coming age ceremony)
成人期Seijinki Kedewasaan, masa dewasa

Seinen 

Istilah ketiga yang bisa digunakan untuk mengungkapkan “dewasa” dalam bahasa Jepang adalah seinen. Sama halnya dengan seijin, istilah seinen pun termasuk ke dalam istilah “kan’go”

Adapun dalam kamus bahasa Jepang, seinen dideskripsikan sebagai “usia di mana seseorang dianggap memiliki kapasitas hukum penuh dan tidak lagi tunduk pada otoritas orang tua.”

Istilah yang Berhubungan dengan “Seinen

Bahasa JepangCara BacaArti
成年・成年者Seinen / Seinen-sha Orang dewasa
未成年・未成年者Miseinen / Miseinen-sha Orang yang belum dewasa (anak di bawah umur)

Tambahan : Istilah “Shakai-jin

Dalam bahasa Jepang ada istilah shakai-jin yang secara harfiah berarti “masyarakat sosial”. Biasanya istilah ini ditujukan bagi seseorang yang sudah memasuki dunia sosial atau dunia kerja (tidak termasuk pelajar yang bekerja part time). Selain ketiga istilah di atas, shakai-jin juga umum digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang sudah “beranjak dewasa”.

Perbedaan “Otona / Seijin / Seinen

Istilah otona umumnya digunakan sebagai bahasa percakapan sehari-hari. Sedangkan seijin dan seinen lebih banyak digunakan sebagai bahasa formal yang berhubungan dengan hukum dan peraturan. 

Otona juga umum digunakan sebagai “petunjuk” untuk membedakan “dewasa” dan “anak-anak” dalam urusan administrasi atau publik. Misalnya dalam pemisahan tarif bus di Jepang, sering dibedakan dengan kategori otona (untuk orang dewasa) dan kodomo (untuk anak-anak).

Selain itu, otona pada dasarnya menunjukkan sikap seseorang yang bertindak secara dewasa. Misalnya, bertanggung jawab secara sosial dan bijaksana dalam menghadapi situasi tertentu. Oleh karena itu, penggunaan kata otona tidak sepenuhnya merujuk pada seseorang yang sudah memasuki usia dewasa. Itulah mengapa ada istilah otonappoi (terlihat dewasa). Jadi makna otona lebih menunjukkan pada “kedewasaan” sikap dan sifat.

Di sisi lain, seijin dan seinen lebih merujuk pada seseorang yang sudah memasuki “usia dewasa”, sehingga bagian lain seperti sifat, karakter, cara berpikir, pembawaan, dan sebagainya, tidak terlalu dipertimbangkan. Misalnya, ada seseorang yang sudah memasuki usia dewasa tapi karakternya masih kekanak-kanakan. Orang ini bisa disebut seijin atau seinen, tetapi mungkin tidak sepenuhnya bisa disebut sebagai seorang otona.

Informasi Tambahan

Seperti yang disebutkan di atas, seijin atau seinen adalah istilah “dewasa” yang merujuk pada “usia dewasa” itu sendiri. Sampai tahun 2021, usia dewasa di Jepang adalah 20 tahun ke atas. Oleh karena itu, seijin-shiki umumnya dirayakan bagi mereka yang baru menginjak usia 20-21 tahun. 

Namun, terhitung sejak bulan April 2022, “usia dewasa” di Jepang diubah menjadi 18 tahun. Dalam artian, mereka yang sudah menginjak usia 18 tahun, sudah dianggap “orang dewasa” dan berhak melakukan hal-hal yang hanya diperbolehkan untuk orang dewasa saja. Misalnya, minum alkohol, mengemudikan kendaraan, mengikuti pemilu, bekerja tanpa izin orang tua, melakukan perjanjian secara hukum, dan sebagainya.

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan istilah-istilah di atas, coba perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Otona

Kono eiga wa kodomo to otona ryouhou ni kanshou sarete kita.
Kimi ga otona ni natte mo, watashi no kodomo de aru koto wa kawaranai.
Toukyou dizuniirando no otona no nyuuen-ryou wa nanasen-kyuuhyaku-en de aru.
Kono ibento wa, otona nomi sanka suru koto ga dekimasu.
Mada mada kodomo no kuse ni otonabucchatte, doushita no?
Yui-chan wa nenrei ijou ni otonabite iru.
Ane ni otonappoi meiku no shikata wo oshiete moratta.
Takumi-kun ga itsumo yori otonashii. Nanka atta no?

Seijin

Arukooru-rui no kounyuu ga mitomerarete iru no wa seijin dake da.
Minami-san wa gaarusukauto to seijin borantia no ryouhou wo keiken shite imasu.
Seijin ni naru to iu koto wa sekinin wo motsu to iu koto.
Shin-seijin omedetou! Issho ni nomi ni ikeru hi wo tanoshimi ni shite imasu,
Watashi no imouto wa “rainen seijin-shiki ni deru node, suteki-na kimono wo kitai” to iimashita.
Seijinki ni naru to, hashimoto wa suunen kyouto ni sunde, sorekara kono kaisha de hataraku tame toukyou ni utsutta.

Seinen

Nihon wa, wakamono no shakai sanka wo sokushin suru tame, seinen nenrei wo hatachi kara juuhas-sai ni hikisageta.
Kono chousa kekka wa, seinen jinkou no oyoso nijup-paasento ni soutou shimasu.
Kenpou ni meiki sarete iru you ni, subete no seinensha de aru kokumin ga byoudou ni senkyoken wo ataeraremasu.
Miseinen wa gogo ku-ji made shika baito suru koto ga dekinai.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah penjelasan berbagai macam istilah bahasa Jepang untuk “dewasa” di atas bisa kalian pahami dengan baik? Jadi dapat disimpulkan bahwa kata “dewasa” dalam bahasa Jepang bisa diungkapkan dengan 3 istilah, yaitu otona, seijin, dan seinen. Walaupun artinya sama-sama “dewasa”, tetapi masing-masing memiliki nuansa makna dan penggunaan yang berbeda. Pahami baik-baik maknanya sebelum menggunakannya ya!

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan kosakata bahasa Jepang di atas dan contoh-contoh kalimatnya mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Q) Apa bahasa Jepangnya “dewasa”?
  • Q) Apa artinya 大人 (otona)?
  • Q) Apa perbedaan 大人 (otona) dan 成人 (seijin)?
  • Q) 成人式 (Seijin-shiki) itu apa?

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.

Mari Belajar Kosakata Lainnya!

Setelah istilah bahasa Jepang untuk “dewasa”, yaitu “otona / seijin / seinen“, yuk kita pelajari kosakata dan ungkapan bahasa Jepang lainnya, yang tentunya bisa kalian gunakan dalam kehidupan sehari-hari.