Simak satu onomatope dalam bahasa Jepang yang sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari yuk!

Onomatope bahasa Jepang hari ini adalah “pera-pera”.

Apa kalian pernah mendengar kata “pera-pera”?

Apa Arti “Pera-Pera”?

Kata “pera-pera” digunakan untuk mengungkapkan empat hal, di antaranya adalah:

  1. Mampu berbicara suatu bahasa asing dengan sangat lancar
  2. Banyak berbicara tentang suatu hal yang seharusnya tidak dikatakan dengan seenaknya/dengan gegabah
  3. Keadaan kertas atau kain yang terlalu tipis dan mudah rusak  
  4. Keadaan membalik kertas/halaman suatu buku/dokumen secara terus-menerus

Di antara keempat arti di atas, teman-teman yang sudah pernah mendengar kata “pera-pera” sepertinya cenderung lebih sering mendengar onomatope ini untuk menunjukkan arti yang pertama, bukan?! Dalam aktivitas sehari-hari, tampaknya kita memang akan lebih sering mendengar kata “pera-pera” untuk mengungkapkan pujian terhadap kemampuan seseorang yang mampu berbicara bahasa asing dengan sangat lancar.

Namun, dengan melihat penjelasan arti di atas, kalian sudah tahu kan, kalau sebenarnya “pera-pera” memiliki empat arti, bahkan bisa merujuk pada suatu kalimat yang berarti negatif, ya.

Untuk lebih mudah memahami penggunaan kata “pera-pera” cobalah lihat contoh kalimat di bawah ini!

Contoh Kalimat

Kanojo wa Indoneshia ni ryuugaku suru mae kara, sude ni Indonesia-go wo pera-pera to shaberu koto ga dekite ita.
(Sebelum pergi belajar di Indonesia dia (perempuan) sudah bisa berbicara bahasa Indonesia dengan lancar.)
Ei-go de mensetsu wo uketa toki mo, kare wa pera-pera to mensetsukan no shitsumon ni kotaeta.
(Saat ikut wawancara dalam bahasa Inggris pun, dia (laki-laki) bisa menjawab pertanyaan pewawancara dengan lancar.)
Kanojo wa yopparatte shimau to, hito no himitsu wo pera pera to hanashite shimau kara, kanojo ni himitsu wo iwanai hou ga ii kamoshirenai.
(Kalau dia (perempuan) mabuk, dia akan berbicara tentang rahasia orang dengan seenaknya, jadi mungkin lebih baik jangan mengatakan rahasia kepada dia.)
Ano hito wa shinyuu no himitsu wo pera-pera to hanashite shimatte, shinyuu to no yuujou wo kowashite shimatta rashii.
(Katanya orang itu tidak sengaja mengatakan rahasia teman baiknya, dan dia menghancurkan persahabatan dengan teman baiknya itu)
Pera-pera shita kami de tegami wo kakanai hou ga iin janai? Mou sukoshi atsui kami wo tsukattara?
(Tidakkah sebaiknya tidak menulis surat dengan kertas yang terlalu tipis? Bagaimana kalau menggunakan kertas yang sedikit lebih tebal?)
Kono nuno wa totemo furui shi, chotto pera-pera shite iru ne.
(Kain ini sangat tua, dan sedikit lemah/mudah rusak)
Haha wa daigaku no kyouju nanode, mainichi iro iro na ronbun no peeji wo pera-pera to mekutte iru.
(Karena ibu saya adalah dosen universitas, setiap hari ia terus saja membalik halaman skripsi.)
Imouto wa ehon wo yomu no ga suki nanode, itsumo pera-pera to ehon no peeji wo mekutte iru.
(Karena adik perempuan aku suka melihat buku bergambar, ia selalu terus membalik halaman buku bergambar.)

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami dan membuat contoh kalimat dengan kata “pera-pera”?

Intinya, onomatope “pera-pera” dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “berbicara bahasa asing dengan lancar”, “banyak berbicara dengan seenaknya”, “kertas/kain yang terlalu tipis”, dan “membalik kertas terus-menerus”.

Semoga informasi ini bermanfaat! Ikuti terus informasi pelajaran bahasa Jepang dari Kepo Jepang ya!