Anata shika inai.

Pernahkah kalian mendengar kalimat di atas? Kalimat di atas bisa dikatakan ungkapan gombal dalam percakapan. Artinya kurang lebih adalah “hanya ada kamu / tidak ada yang lain selain kamu”.

Penggunaan partikel “shika” di atas menunjukkan bahwa “hanya ada” atau “tidak ada yang lain”. Partikel ini bisa digunakan baik untuk benda hidup seperti manusia, maupun benda mati lainnya. Melalui artikel ini, kalian akan bisa memahami fungsi dari partikel “shika” dan bagaimana cara membentuk kalimat menggunakan partikel ini.

Untuk lebih jelasnya, yuk langsung simak saja penjelasan lengkap partikel “shika” di bawah ini, yang dilengkapi contoh-contoh kalimat untuk memudahkan kalian memahami penggunaannya.

Bagaimana penggunaan partikel “shika”?

Partikel “shika” merupakan salah satu adverbia dalam bahasa Jepang, yang memiliki penggunaan yang sederhana.

Fungsi partikel “shika”

Partikel “shika” hanya digunakan untuk menunjukkan suatu batasan tertentu. Namun, jika diartikan dalam bahasa Indonesia, partikel ini dapat diartikan dengan kata “hanya…” atau “tidak ada pilihan lain selain…”.

Kalimat dengan partikel “shika” akan diungkapkan dengan kata kerja bentuk negatif, baik dalam kondisi kasual maupun formal. Hal yang membedakan partikel ini dengan partikel yang lain adalah polanya yang pasti menggunakan kata kerja bentuk negatif di akhir kalimat.

Berikut ini adalah penjelasan fungsi dari partikel “shika”.

1.Menunjukkan batasan tertentu (hanya)

Pola kalimat:

  • Kata benda + partikel “shika” + kata kerja bentuk negatif (nai/masen)
  • Kata benda + partikel lain* + partikel “shika” + kata kerja bentuk negatif (nai/masen)

*Untuk beberapa situasi kalimat, partikel lain juga bisa ditambahkan sebelum partikel “shika”

Dalam hal ini partikel “shika” digunakan untuk menyampaikan batasan tertentu, baik suatu jumlah atau suatu objek.

2.Menunjukkan batasan tindakan (tidak ada pilihan lain selain)

  • Pola kalimat: kata kerja bentuk kamus + “shika nai”

Di sini, partikel “shika” yang langsung menggunakan pola “shika nai” digunakan untuk mengungkapkan satu-satunya pilihan tindakan yang tersedia. Perlu diperhatikan bahwa maksud “nai” tersebut bisa juga diganti dengan bentuk lain dari “nai”, seperti “arimasen”, “nakatta”, dan “arimasen deshita”.

Pola Kalimat

Pola Kalimat Partikel ‘Shika”

Sebagai tambahan, selain partikel “shika”, “hanya” juga bisa diungkapkan dengan menggunakan partikel “dake” yang juga berarti “hanya”, tetapi memiliki pola kalimat yang berbeda.

Contoh Kalimat

Untuk bisa lebih mudah memahaminya, mari lihat berbagai contoh kalimat di bawah ini!

1.Menunjukkan batasan tertentu (hanya)

Ane wa yasai shika tabemasen.
Ato go-fun shika arimasen.
Jikan ga ato sukoshi shika nai kara, isogimashou!
Riidaa ni muite iru hito wa kare shika inai to omoimasu.
Watashi wa sen-en shika motte nai.
Yamada-san to wa ikkai shika atte inai.
Kore wa kombini de shika kaenai.
Ano joyuu-san, terebi de shika mita koto ga arimasen.
Kare wa jibun no koto shika kan’gaenai.
Eigo wo sukoshi shika hanasemasen.
Heiwa shika sekai wo sukuu koto wa dekinai.
Kare wo settoku dekiru no wa kimi shika imasen.

2.Menunjukkan batasan tindakan (tidak ada pilihan lain selain)

Shuuden wo nogashite shimatta kara, aruite kaeru shika nai.
Ie wo deru no ga osokatta kara, tsugi no basu wo matsu shika nai.
Nankai mo kanojo ni furareta kara, akirameru shika nakatta.
Ano yuumei na daigaku ni hairitai kara, mainichi benkyou suru shika nai.
An’na ni tanomareta kara, yaru shika nain da ne.
Zutto hoshikatta mono wo yatto mitsuketa kara, kau shika nai.
Dekiru ka dou ka wakaranai kedo, mazu wa yatte miru shika nai ne.
Shigoto ga mada mitsukatte inai kara, ima no seikatsu wa shibaraku ryoushin ni tayoru shika arimasen.
Yoku asa made matsu shika nakatta.
Karera wa taikyaku suru shika nakatta.

Contoh soal

Untuk kalian yang sedang mempersiapkan diri mengikuti tes JLPT N4, silakan perhatikan contoh soal berikut ini ya. Selamat mencoba!

Soal 1 : あのひとといちど_____あったことがない。
  1. しか
  2. だけ
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 2 : このまえはしっぱいしたから、またやってみる_____。
  1. ばかりない
  2. だけない
  3. つもりない
  4. しかない
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 3 : あねはにくしか_____。
  1. たべらない
  2. たべた
  3. たべない
  4. たべる
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 4 : きょうしつにがくせいがごにんしか_____。
  1. ありません
  2. あります
  3. いません
  4. います
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 5 : さいふのなかにはごひゃくえん_____。
  1. しかいない
  2. しかない
  3. しかいりない
  4. しかいらない
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 6 : わたしはにほんご_____わかりません。
  1. しかない
  2. ただ
  3. のに
  4. しか
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 7 : かれはべんきょうのことしか_____。
  1. かんがえない
  2. かんがない
  3. かんがえらない
  4. かんがらない
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 8 : わたしはアニメしか_____かもしれません。
  1. みえない
  2. みえる
  3. みない
  4. みる
klik di sini untuk melihat jawabannya

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami partikel “shika”?

Sederhananya, partikel ini memiliki pola “shika..nai” untuk menunjukkan batasan tertentu, baik batasan jumlah atau objek maupun batasan tindakan. Dalam bahasa Indonesia bisa berarti “hanya” serta “tidak ada pilihan lain selain”.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat ya! Jangan lupa untuk ikuti terus informasi dari Kepo Jepang!

Sambil mengingat materi kali ini, lihat pertanyaan di bawah ini yuk!

Q)Apa fungsi partikel “shika”?

A)Partikel shika berfungsi sebagai :1. Penunjuk batasan tertentu (hanya…)2. Penunjuk batasan tindakan (tidak ada hal selain…./tidak ada pilihan lain)

Q)Bagaimana menyusun kalimat dengan partikel “shika”?

A)Partikel “shika” digunakan dengan pola “shika ~nai”, sehingga kita perlu menggunakan kata kerja bentuk negatif. Perhatikan kembal dua fungsi dari partikel ini ya!

Q)Tolong beri contoh kalimat dengan partikel “shika”!

A)Misalnya, “kyoushitsu no naka ni kare shika inai”, yang artinya “di dalam kelas hanya ada dia laki-laki”.

Q)Apa perbedaan “shika (hanya)” dengan “dake (hanya)?

A)Kedua partikel ini berarti “hanya” atau “saja”. Fungsinya hampir sama, tetapi penggunaan dalam kalimatnya berbeda. Partikel “shika” selalu ditandai dengan akhir kalimat “negatif”, sedangkan “dake” diakhiri dengan kalimat “positif”.

Kembali ke halaman daftar materi

Kali ini kita sudah belajar pola “shi”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!