Issho ni ikitai tomo!

Pernahkah kalian mendengar kata tomo diucapkan di akhir kalimat seperti pada kalimat di atas? Penggunaan tomo di akhir kalimat umumnya sebagai penegas kalimat yang diucapkan. Oleh karena itu, artinya akan sangat tergantung dari konteks setiap kalimat.

Untuk memahami penggunaan tomo seperti pada kalimat di atas, Kepo Jepang akan menjelaskan masing-masing makna dan fungsi yang dimiliki oleh tomo, yang termasuk ke dalam kelas partikel dalam tata bahasa Jepang

Untuk lebih jelasnya, simak langsung penjelasannya di bawah ini!

Bagaimana penggunaan partikel “tomo”?

Partikel “tomo” bisa digunakan di tengah kalimat maupun di akhir kalimat, baik pada percakapan bentuk sopan maupun kasual. Berikut ini adalah penjelasan mengenai dua fungsi dari partikel “tomo”.

Fungsi partikel “tomo”

1.Menyatakan suatu batasan/kisaran

  • Pola kalimat : kata sifat i (“i” berubah menjadi “ku”) / kata benda + partikel “tomo” + kalimat penjelas

Partikel “tomo” dalam hal ini berfungsi sebagai partikel adverbial, yang digunakan untuk menyatakan batas maksimal atau kisaran. Dalam bahasa Indonesia sepertinya cukup sulit diartikan dengan satu kata, sehingga bisa saja berarti “setidaknya” atau “paling”.

2.Menunjukkan penekanan kalimat

  • Pola kalimat : kalimat + partikel “tomo”

Partikel “tomo” yang digunakan di akhir kalimat berfungsi sebagai penekanan kalimat. Umumnya partikel ini diungkapkan untuk menegaskan rasa setuju terhadap hal yang disampaikan lawan bicara. Dalam bahasa Indonesia partikel ini bisa diartikan dengan kata “ya” untuk penegasan kalimat.

Contoh kalimat

Untuk bisa lebih memahami fungsi dari partikel “tomo”, mari perhatikan contoh kalimat di bawah ini!

1.Menyatakan suatu batasan/kisaran

Osoku tomo raishuu no suiyoubi made ni sore wo watashite kudasai.
Chuumon shita mono wa hayaku tomo asatte ni todoku to omou.
Koko kara eki made aruitara, sukunaku tomo nijuppun wa kakaru to omoimasu.
Kono kaigishitsu ni ooku tomo sanjuunin wa haireru darou.
Kono pasokon wa mijikaku tomo gonenkan tsukaeru.
Sumaho wa nagaku tomo sannen de kaikaeru beki da.
Tashou tomo oyaku ni tateba ureshii desu.

2.Menunjukkan penekanan kalimat

Sono toori desu tomo.
Hontou ni kirei desu tomo.
Mochiron, doryoku suru tomo.
Sou suru tomo.
Kitto dekiru tomo.
Q : Ikimasuka?
A : Iku tomo.
Q : Asoko de tabemasuka?
A : Un. Taberu tomo.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apa sudah bisa memahami fungsi dari partikel ini?

Partikel “tomo” digunakan di tengah kalimat sebagai adverbial untuk menyatakan batasan atau kisaran dan di akhir kalimat untuk menunjukkan penekanan kalimat. Dalam bahasa Indonesia, partikel “tomo” sebagai adverbial bisa berarti “setidaknya” atau “paling”, sedangkan sebagai penekanan kalimat bisa berarti “ya”.

Untuk mengingat kembali fungsi partikel “tomo”, yuk perhatikan lagi beberapa hal di bawah ini!

Q) Apa fungsi partikel “tomo”?

A) Partikel “tomo” umumnya digunakan untuk menyatakan suatu batasan atau kisaran. Selain itu, penggunaan partikel “tomo” di akhir biasanya berfungsi untuk menekankan kalimat yang diucapkan.

Q) Apa arti bahasa Indonesia yang pas untuk partikel “tomo”?

A) Dalam bahasa Indonesia, partikel “tomo” di tengah kalimat bisa diartikan “paling” atau “setidaknya”. Sedangkan, partikel “tomo” di akhir kalimat bisa diartikan “ya” sebagai bentuk penekanan.

Q) Bagaimana pola kalimat dengan menggunakan partikel “tomo”?

A) Tengah Kalimat : kata sifat i (“i” berubah menjadi “ku”) / kata benda + partikel “tomo” + kalimat penjelas. Akhir Kalimat : kalimat + partikel “tomo”

Q) Contoh kalimat partikel “tomo” di akhir kalimat?

A) Hontou ni kirei desu tomo. (Benar-benar cantik ya)

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat ya! Jangan lupa untuk ikuti terus informasi dari Kepo Jepang! Untuk pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, bisa kalian lihat di halaman ini!