Moshi ichi-oku-en attara, sekai isshuu ryokou wo shitai!

Pernahkah kalian mendengar ungkapan moshi dalam bahasa Jepang? Moshi pada kalimat di atas berarti jika atau kalau. Adapun kalimat di atas dapat diartikan “jika ada uang 100 juta yen, (aku) ingin keliling dunia!

Ungkapan pengandaian moshi ini biasanya disertai keterangan konjungsi seperti partikel ba, tara atau nara. Melalui artikel ini, akan dibahas bagaimana penggunaan kata moshi yang cukup sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Selain itu, kalian juga bisa dengan mudah memahami kata moshi melalui contoh-contoh kalimat yang akan diberikan.

Langsung saja, simak penjelasannya di bawah ini.

Penjelasan “Moshi

Kata moshi digunakan ketika ingin mengekspresikan ungkapan pengandaian akan suatu hal yang belum terjadi, membayangkan hal yang diharapkan, atau mengasumsikan hal yang mungkin terjadi. Dalam kamus Daijiten, secara sederhana kata moshi dijelaskan memiliki makna sebagai berikut :

  1. Mengasumsikan peristiwa yang belum terjadi atau mungkin akan terjadi. Pengandaian. 
  2. Spekulasi akan suatu hal yang belum pasti. 

Penggunaan kata moshi lebih banyak merujuk pada makna nomor 1, yaitu pengandaian akan hal yang belum terjadi. Untuk menekankan atau memperkuat maksud kata moshi kalian bisa menggantinya dengan moshimo.

Pola Kalimat “Moshi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, walaupun moshi sendiri sudah berarti jika, kalau, dan apabila, tetapi dalam penggunaannya seringkali digabungkan dengan konjungsi yang bermakna pengandaian seperti di bawah ini.

Moshi ~ ba

Partikel ba sebagai konjungsi di sini digunakan untuk mengekspresikan pengandaian terhadap suatu kondisi yang akan terjadi, peristiwa yang belum terjadi tapi mungkin akan terjadi, atau sesuatu yang kalian harapkan / bayangkan.

Penjelasan lengkapnya bisa kalian baca di artikel “partikel ba”.

Moshi ~ tara

Pola kalimat : KALIMAT 1 (BENTUK DASAR LAMPAU) + ra, KALIMAT 2

Pola kalimat ini digunakan untuk menunjukan bahwa jika pengandaian yang dinyatakan pada kalimat 1 terjadi, maka akan terjadi hal yang dinyatakan pada kalimat 2. Pola kalimat ini digunakan dalam percakapan secara luas, tetapi tidak digunakan dalam bentuk penulisan.

Moshi ~ nara

Pola kalimat : Kalimat 1 (BENTUK BIASA) + ~nara, Kalimat 2 

Pola kalimat ini digunakan untuk memberikan pendapat atau pesan pembicara terhadap hal yang dinyatakan sebagai pengandaian. Pengandaian dinyatakan pada kalimat pertama, sedangkan pendapat pembicara (anjuran, permintaan, masukan, ajakan, dan sebagainya) dinyatakan pada kalimat kedua. 

Moshi ~ to

Pola kalimat : Kata Kerja BENTUK DASAR + to

Pola kalimat ini digunakan untuk menunjukkan pengandaian akan suatu hal yang belum pasti terjadi. Mengasumsikan atau membayangkan sesuatu yang kalian harapkan untuk terjadi.

Informasi Tambahan

Sebagai tambahan, keempat konjungsi di atas dapat diartikan sebagai kalau, jika, dan apabila, meskipun tanpa membubuhkan kata moshi.

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan kata moshi, mari kita perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Moshi ~ ba

Moshi ashita hare naraba, watashi wa tsuri ni iku tsumoridesu.
Moshi ashita jikan ga areba, sochira ni ikimasu.
Moshi mondai ga areba oshiete kudasai. 
Moshi okane ga takusan areba, nani ga shitaidesu ka?
Ashita, moshi ame ga fureba, watashi tachi wa ie ni imasu.

Moshi ~ tara

Moshi kusakattara, tabenai de.
Moshi guai ga waruku nattara, oshiete kudasai.
Moshi shiken ni ukaranakattara, dou sureba ii no?
Moshi asa go-ji ni okiraretetara, ano suniikaa getto dekita noni na…
Moshi densha ga okurenakattara, kare ni au koto ga dekitan dakedo ne.
Raishuu no nichiyoubi, moshi haretara, watashi tachi wa sakkaa wo shimasu.

Moshi ~ nara

Moshi onaka ga suiteiru nara, ima sugu ni hiru gohan wo tsukurimasu yo.
Moshi sore ga hontou nara, watashi wa mou nido to kare to wa awanai yo.
Moshi ano suniikaa hoshii nara, ima kara kai ni iku yo.
Moshi ie ni kuru nara mizu katte kite ne!
Moshi kanou nara, ohiru wo totta ato sukoshi nemuranai to.
Kimi ga moshi ikitakunai nara, ikanakute mo ii yo. 

Moshi ~ to

Moshi denki ga nai to, watashitachi no kurashi ga dono you na mono ni naru ka souzou dekimasuka?
Moshi man’ichi futatabi shippai suru to, watashi wa sono keikaku wo dan’nen suru darou.
Moshi byouki no hito ga sen-wa no tsuru wo oru to, sono hito no negai ga kanau no. 

Moshimo

Moshimo digunakan untuk menekankan maksud dan makna dari kalau, jika, dan apabila yang ada dalam kalimat.

Moshimo negai ga hitotsu dake kanau to shitara, don’na negaigoto wo shimasu ka?
Moshimo sono koto wo shitte itara, te wo kashitan dakedo.
Moshimo sakuya, kare ga asoko de watashi wo hakken shite kurenakattara, watashi wa shinde ita darou ne.
Moshimo watashi ni tsubasa ga areba, kimi no tokoro e tonde iku no daga. 
Moshimo watashi ga hontou no koto wo hanasu you na koto ga areba, kare wa okoru darou. 

Tanpa Moshi

Seperti yang disebutkan di atas, tanpa menggunakan kata moshi pun konjungsi yang digunakan pada contoh-contoh kalimat di atas sudah bisa diartikan jika, kalau dan apabila, seperti pada contoh-contoh di bawah ini.

Karada no choushi ga warui nara, kaette mo kamaimasen.
Kare ga kuru nara, watashi wa ikimasen.
Suki nara, kare ni itta hou ga ii desu yo.
Isogashiku nakattara, ashita, eiga wo mi ni ikimasenka.
Tabe owattara, katazukete kudasai.
Tsukai owattara, chanto moto no basho ni modoshite kudasai
Chizu wo minakereba, michi ni mayoimasu yo.
Nihon-jin no tomodachi to yoku hanaseba, nihon-go ga motto jouzu ni narimasu yo.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata moshi yang digunakan untuk menyatakan kalimat pengandaian “jika”, “kalau” dan “apabila”. Dapat disimpulkan bahwa kata moshi bisa diungkapkan dengan sempurna jika ditambahkan keterangan konjungsi yang bermakna pengandaian seperti ~ba, ~ nara, ~tara, dan ~to. Selain itu, keterangan konjungsi ini tetap memiliki makna yang sama meskipun tidak disertakan dengan kata moshi.

Sampai di sini dulu pengenalan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan di atas bisa dengan mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa untuk membaca artikel-artikel lainnya dan simak terus informasi-informasi terbaru seputar bahasa Jepang dan jejepangan lainnya di Kepo Jepang.

Sebelum membaca artikel yang lain, yuk simak kembali beberapa hal di bawah ini!

Apa arti “moshi” dalam bahasa Indonesia?

Moshi bisa diartikan jika, kalau, atau apabila.

Bedanya “moshi” dengan “moshimo”?

“Moshimo” adalah bentuk penekanan yang lebih kuat dari kata “moshi”. Dengan kata lain makna “jika, kalau, atau apabila” yang disampaikan lebih kuat / ungkapan pengandaiannya lebih kuat.

Kapan kata “moshi” bisa digunakan?

Kata “moshi” digunakan ketika ingin mengekspresikan ungkapan pengandaian akan suatu hal yang belum terjadi, membayangkan hal yang kalian harapkan, atau mengasumsikan hal yang mungkin terjadi.

Bagaimana membuat kalimat “kalau punya uang banyak ingin membeli mobil baru”?

Moshi okane ga takusan areba, atarashii kuruma wo kaitai.

Jika kalian masih penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan yang lain, pastikan untuk membaca halaman ini ya!