Haru ni nareba, hana ga sakimasu.
Jika sudah musim semi, bunga akan bermekaran.

Partikel “ba” seperti yang digunakan pada kalimat termasuk ke dalam golongan setsuzokujoshi (partikel penghubung). Adapun partikel “ba” di atas berfungsi untuk menyatakan suatu kondisi yang akan terjadi, khususnya hal-hal yang terjadi secara alamiah.

Selain fungsi dan makna di atas, partikel”ba” memiliki beberapa fungsi lainnya. Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan membahas masing-masing fungsi dan mempermudah pemahaman kalian dengan memberikan contoh kalimat. Untuk selanjutnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Bagaimana penggunaan partikel “ba”?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, partikel “ba” termasuk ke dalam setsuzokujoshi, di mana biasanya dicantumkan di belakang berbagai predikat, baik itu kata kerja, kata sifat, maupun kata benda. Secara umum, partikel “ba” digunakan dalam kalimat bentuk syarat (jouken-kei), di mana maksud dari kalimat ini adalah menunjukkan bahwa jika syarat yang dinyatakan pada kalimat pertama terjadi, maka isi yang dinyatakan pada kalimat kedua juga terjadi secara umum dan logis.

Fungsi partikel “ba”

Partikel “ba” memiliki berbagai fungsi, seperti:

1.Menyatakan suatu kondisi yang akan terjadi

Dalam hal ini, partikel “ba” bisa diartikan “jika.., maka…”. Penggunaan partikel ini serupa dengan partikel “to” yang salah satu fungsinya sama dengan ini. Biasanya partikel ini digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang berkaitan dengan alam, mesin, dan lain-lain.

2.Menyatakan pengandaian yang belum terjadi

Partikel “ba” di sini digunakan untuk pengandaian, yang sebenarnya belum tentu terjadi. Dalam bahasa Indonesia juga diartikan dengan kata “jika”.

3.Menyatakan pengandaian yang faktanya berlawanan dengan yang disampaikan

Partikel “ba” di sini digunakan untuk pengandaian, yang faktanya sebenarnya berlawanan dengan yang diharapkan. Partikel “ba” ini bisa diartikan dengan kata “seandainya” atau “jika”.

4.Mengungkapkan suatu pertanyaan

Partikel “ba” pada konteks ini biasanya untuk menanyakan suatu saran, bisa juga untuk menanyakan hal yang juga merupakan suatu pengandaian.

5.Mengungkapkan saran

Partikel “ba” ketika digunakan untuk mengungkapkan saran digunakan di akhir kalimat. Saran yang diungkapkan pun terdengar seperti suatu pertanyaan.

6.Mengungkapkan suatu kebiasaan

Partikel “ba” bisa juga digunakan untuk menunjukkan suatu kebiasaan. Biasanya akan ada nuansa seperti kata “pasti”, “biasanya”, dan sebagainya, yang pada intinya menunjukkan konteks kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia bisa berarti “kalau”, atau “ketika”.

7.Mengungkapkan kesadaran terhadap sesuatu

Partikel “ba” bisa digunakan untuk mengungkapkan kesadaran terhadap sesuatu, yang berbeda dengan yang dipikirkan pada awalnya. Dalam bahasa Indonesia, partikel “ba” di sini juga bisa berarti “ketika” atau “kalau”.

Perlu diperhatikan juga mengenai perubahan setiap bentuk kata ketika ditambahkan partikel “ba”. Misalnya:

a. Kata kerja (akhiran u menjadi eba, dan nai menjadi nakereba)
  • Kata kerja kelompok 1 -iku (pergi): ikeba -ikanai (tidak pergi): ikanakereba
  • Kata kerja kelompok 2 -miru (melihat): mireba -minai (tidak melihat): minakereba
  • Kata kerja kelompok 3 -suru (melakukan): sureba -shinai (tidak melakukan): shinakereba
b. Kata sifat (akhiran i menjadi kereba, na menjadi de areba/denakereba)
  • Kata sifat i -samui (dingin): samukereba -samukunai (tidak dingin): samukunakereba
  • Kata sifat na -gouka (mewah): gouka de areba -gouka janai (tidak mewah): gouka de nakereba/ gouka ja nakereba
c. Kata benda
  • -shiken (ujian): shiken de areba -shiken janai (tidak ujian): shiken de nakereba/ shiken ja nakereba

Untuk bisa lebih memahami penggunaannya, mari lihat beberapa contoh kalimat di bawah ini!

Contoh kalimat

1.Menyatakan suatu kondisi yang akan terjadi

Haru ni nareba, sakura ga sakimasu.
Hokkaidou ni wa, fuyu ni nareba, yuki ga takusan furimasu.
Kono botan wo oseba, otsuri ga demasu yo.
Kono michi wo migi e magareba, hidari gawa ni ookii suupaa ga aru yo.

2.Menyatakan pengandaian yang belum terjadi

Moshi ame ga fureba, sakkaa no shiai wa chuushi ni naru kamoshirenai ne.
Kore kara motto doryoku sureba, ano kaisha de hatarakeru kamoshirenai.
Ashita harereba, umi ni ikimasu.
Ima sugu ikeba, tabun maniau kamo.

3.Menyatakan pengandaian yang faktanya berlawanan dengan yang disampaikan

Kanojo ga ireba, mainichi motto tanoshii darou.
Okane ga takusan areba, ano kuruma wo kaeta hazu dakedo.
Mou sukoshi yuuki ga areba, ano ko to tsukiaeta kamo.
Ashita shiken ga nakereba, kyou wa yoru made asoberu noni.

4.Mengungkapkan suatu pertanyaan

Dou sureba, eigo ga jouzu ni hanasemasuka?
Itsu ni nareba, tai’in dekimasuka?
Oosaka e ikitai desu ga, nani ni noreba ii desuka?
Kore wa dou kakeba ii desuka?

5.Mengungkapkan saran

A : Chotto atama ga itai no yo. 
B : Kusuri wo nondara?
A : Saikin chotto futotte kita ki ga suru.
B : Takusan undou sureba?
A : Saikin niku bakari tabete iru.
B : Yasai to kudamono wo takusan tabereba?
Q : Kono jidou hanbaiki, daijoubu kana?
A : Mou ikkai ano botan wo oshite mireba?

6.Mengungkapkan suatu kebiasaan

Ane wa ryokou ni ikeba, kanarazu omiyage wo katte kureru.
Tenki ga yokereba, ojiisan wa mainichi ie no chikaku ni aru kouen wo sanpo suru.
Daigaku jidai, jugyou ga owareba, sugu ni asobi ni itte ita mono da.
Natsu-yasumi ni nareba, itsumo kazoku de kaigai ryokou ni iku.

7.Mengungkapkan kesadaran terhadap sesuatu

Supein-go wa muzukashii to omotte ita kedo, benkyou shite mireba, igai to wakariyasukatta yo.
Tashikani sou iwarete mireba, jibun ga yarisugita kamo.
Matsumoto-kun wa, saisho wa totemo kowai hito da to omotte ita kedo, jissai ni atte hanashite mireba, igai to omoshiroi hito datta.
Osanai koro, karai mono wa nigate datta kedo, kinou, karai mono wo tabete mireba, igai to totemo oishikatta.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami pola partikel “ba” ini?

Partikel “ba” memiliki berbagai fungsi, yaitu untuk menyatakan suatu kondisi yang akan terjadi, pengandaian yang belum terjadi, pengandaian yang faktanya berlawanan dengan yang disampaikan, mengungkapkan suatu pertanyaan, saran, suatu kebiasaan, serta kesadaran terhadap sesuatu. Secara sederhana bisa diartikan dengan kata “jika”, “kalau, “seandainya”, dan “ketika”.

Partikel “ba” bisa dikatakan level yang cukup sulit ya, terutama bagi yang baru belajar bahasa Jepang. Cobalah untuk memahami berbagai contoh kalimat di atas dengan perlahan.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, yuk kita simak lagi beberapa hal di bawah ini!

Q) Partikel “ba” itu untuk apa sih?

A) Secara umum, partikel “ba” digunakan dalam kalimat bentuk syarat (jouken-kei), di mana maksud dari kalimat ini adalah menunjukkan bahwa jika syarat yang dinyatakan pada kalimat pertama terjadi, maka isi yang dinyatakan pada kalimat kedua juga terjadi secara umum dan logis.

Q) Partikel “ba” biasanya di simpan di bagian mana dalam kalimat?

A) Partikel “ba” biasanya dicantumkan di belakang berbagai predikat, baik itu kata kerja, kata sifat, maupun kata benda.

Q) Bagaimana bentuk perubahan kata sifat ketika dibubuhi partikel “ba”?

A) (2) Kata sifat i-keiyoushi : akhiran i menjadi kereba. (2) Kata sifat na-keiyoushi : tanpa na ditambahkan de areba/denakereba.

Q) Contoh penggunaan partikel “ba” dalam kalimat?!

A) Kono botan wo oseba, otsuri ga demasu yo. (Jika menekan tombol ini, maka uang kembalian akan keluar.)

Semoga informasi kali ini bermanfaat! Jangan lupa untuk ikuti terus informasi dari Kepo Jepang ya! Untuk pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, bisa kalian lihat di halaman ini!