Simak salah satu tata bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

“Asakusa e iku nara, kono densha ni notta hou ga hayai desu.”

Apa kalian tahu arti kalimat tersebut? Kalimat itu artinya “kalau pergi ke Asakusa, lebih cepat naik kereta ini”.

Dalam percakapan sehari-hari, kita sering menggunakan kata “kalau”. Sebelumnya kita telah belajar pola “tara”. Selanjutnya, kali ini mari belajar mengenai tata bahasa “nara”.

Fungsi “nara”

Pola kalimat

  • Kata kerja kasual (+ partikel “no”) + nara
  • Kata sifat i (+ partikel “no”) + nara
  • Kata sifat na (tanpa na) (+ partikel “no”) + nara
  • Kata benda (+ partikel “no”) + nara

Penggunaan “nara”

Pola “nara” dalam bahasa Jepang digunakan untuk menyatakan berbagai hal, utamanya untuk suatu saran atau rekomendasi akan hal tertentu. Dalam bahasa Indonesia pola ini bisa diartikan “kalau”. Penggunaannya bisa dibagi menjadi tiga, yaitu untuk menyampaikan:

Saran / permintaan

Pola “nara” diungkapkan ketika ingin menyampaikan saran / rekomendasi, dan bisa juga untuk menyampaikan permintaan terhadap suatu topik pembicaraan yang disampaikan oleh lawan bicara.

Topik pembicaraan

Selain untuk menyampaikan suatu saran, “nara” juga bisa digunakan untuk menunjukkan penjelasan mengenai suatu topik atau hal tertentu yang sedang dibicarakan.

Suatu batasan

Tata bahasa “nara” juga dapat digunakan untuk menyatakan batasan tertentu, sehingga terdapat kesan penekanan terhadap satu hal di dalam kalimatnya. Pola “nara” di sini digunakan untuk menyampaikan bahwa “hal yang lain mungkin tidak, tetapi untuk satu hal ini…..”.

Contoh kalimat

Untuk bisa lebih mudah memahami pola ”nara”, mari lihat contoh kalimat berikut ini.

1. Saran / permintaan

A : Nenmatsu, Indonesia ni ikun desu ga, osusume no ryouri wa nan desuka?
B : Indonesia nara, nashi goren to rundan ga osusume desu.
A : Raishuu, Kyouto wo kankou surun desu kedo, osusume no kankouchi, oshiete kuremasenka?
B : Kyouto nara, Fushimi Inari Taisha toka, Kiyomizudera toka, Kinkakuji toka desu ne.
A : Eigo wo benkyou shitain desu ga, doko de benkyou shitara ii desuka?
B : Eigo wo benkyou suru nara, daigaku no chikaku ni aru juku e ittara ii to omoimasu.
A : Chotto suupaa e itte kuru ne.
B : Suupaa e iku nara, tsuide ni banana mo katte ne.
A : Monjayaki wo tabetai na.
B : Monjayaki nara, eki no tonari ni aru yo. Asoko wa aji mo oishii shi, nedan mo yasui.
A : Mou onaka ippai da.
B : Ja, kore wo tabenai no nara, moratte ii kana?
A : Kore, mou iranai wa.
B : Iranai no nara, choudai.
A : Kondo, eiga wo mi ni ikitai na.
B : Eigakan ni iku no nara, isshoni dou?
A : Atama ga itai na.
B : Atama ga itai nara, kono kusuri wo nonde, yukkuri yasunda hou ga ii yo.
A : Atarashii tomodachi ga hoshii na.
B : Sore nara, saakuru ni sanka shite minai?
Atsui nara, mado wo akete kudasai.
Heya ga kurai nara, denki wo tsukereba ii desu.
Kanojo no koto ga suki nara, hakkiri itte kudasai.
Kirai nara, tabenakutemo ii desu.

Topik pembicaraan

A : Sumimasen, erebeetaa wa dochira desuka?
B : Erebeetaa nara achira ni arimasu.
A : Tanaka-san wa doko ni imasuka?
B : Tanaka-san nara, jimusho ni imasu.
A : Sumimasen, enpitsu wa arimasuka?
B : Enpitsu nara, kochira ni arimasu.
A : Kare no koto, shinpai shiteru yo.
B : Kare nara kitto daijoubu dakara, anshin shite.

Suatu batasan

A : Nihongo ga wakarimasuka?
B : Sukoshi nara wakarimasu.
A : Osake wo nomimasuka?
B : Sukoshi nara nomimasu.
A : Gakki ga hikemasuka?
B : Gitaa nara hikemasu.
A : Gaikokugo wo benkyou shita koto ga arimasuka?
B : Eigo nara, benkyou shita koto ga arimasu.
A : Kaigai ni itta koto ga arimasuka?
B : Kankoku nara itta koto ga arimasu.
A : Hon wo yomimasuka?
B : Hon wa amari yomimasen. Shinbun nara mainichi yonde imasu yo.
A : Ashita, jikan wa arimasuka?
B : Sumimasen. Asatte nara daijoubu desu ga, dou desuka?
A : Kanji wa kakemasuka?
B : Kantan na kanji nara kakemasu.

Contoh soal

Pola ini tergolong dalam tata bahasa JLPT N4. Untuk itu, coba perhatikan juga contoh soal JLPT yang menggunakan pola ini, seperti pada contoh berikut ini.

Soal 1 : かのじょ____まだきょうしつにいます。
  1. れば
  2. なら
  3. たら
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 2 : きょうはいそがしいですが、あした____じかんがあります。
  1. なら
  2. たら
  3. ななら
  4. だたら
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 3 : これを____のなら、わたしがつかいます。
  1. つかって
  2. つかわない
  3. つかい
  4. つかわなく
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 4 : いそがしい____、このしごとはほかのひとにまかせてもだいじょうぶです。
  1. かったなら
  2. だなら
  3. なら
  4. ななら
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 5 : ラーメンを____なら、駅のとなりにあるラーメンやがおすすめです。
  1. たべるだ
  2. たべ
  3. たべて
  4. たべたい
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 6 : ____なら、たくさんたべてください。
  1. すきで
  2. すきだ
  3. すきな
  4. すき
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 7 : あの____ ____、__☆__ ____おいしいです。
  1. でも
  2. レストラン
  3. なら
  4. なん
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 8 : 日本語____ ____ __☆__、____かしっています。
  1. なんにん
  2. なら
  3. せんせい
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 9 : パンを____ ____、__☆__ ____はおすすめです。
  1. なら
  2. かう
  3. みせ
  4. あの
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 10 : 夏休み____ ____ __☆__、____がいいです。
  1. バリとう
  2. りょこう
  3. なら
klik di sini untuk melihat jawabannya

Informasi tambahan

Bagaimana perbedaan “to”, “ba”, “tara” dan “nara”?

Keempat tata bahasa ini memiliki arti yang cenderung sama dalam bahasa Indonesia, yaitu “kalau”, karena digunakan untuk menyatakan suatu syarat. Akan tetapi, dalam bahasa Jepang, keempat tata bahasa tersebut memiliki persamaan dan perbedaan, sehingga ada tata bahasa tersebut yang bisa saling menggantikan, dan ada pula yang sama sekali tidak bisa menggantikan pola lain. Secara singkat, perbedaannya adalah (tanda ○ bisa digunakan, tanda × tidak bisa digunakan) :

Fungsi “to”

Pola “to” digunakan untuk hal yang pasti terjadi. Oleh karena itu, pola ini tidak bisa diikuti dengan suatu perintah, ajakan, atau keinginan. Misalnya :

  • ○ Haru ni naru to, sakura ga sakimasu. (kalau musim semi, bunga sakura akan bermekaran.)
  • × Moshi ichioku-en aru to, nani wo shitai desuka?

Fungsi “ba”

Pola “ba” juga bisa digunakan menyatakan hal yang pasti terjadi. Selain itu, bisa juga digunakan untuk suatu asumsi akan perkiraan suatu hal (tetapi belum tahu apakah akhirnya terjadi atau tidak), sehingga bisa saling menggantikan dengan pola “tara”. Namun, pola ini tidak bisa dipakai untuk perintah.

  • ○ Haru ni nareba, sakura ga sakimasu. (kalau musim semi, bunga sakura akan bermekaran.)
  • ○ Moshi ichioku-en areba, nani wo shitai desuka? (kalau seandainya punya 100.000.000 yen, mau melakukan apa?)
  • × Konbini e ikeba, gyuunyuu wo katte kudasai.

Fungsi “tara”

Jika merupakan suatu asumsi (tetapi belum tahu apakah akhirnya terjadi atau tidak), bisa saling menggantikan dengan pola “ba”. Selain itu, pola ini bisa diikuti dengan suatu perintah atau ajakan.

  • ○ Moshi ichioku-en attara, nani wo shitai desuka? (kalau seandainya punya 100.000.000 yen, mau melakukan apa?)
  • ○ Konbini e ittara, gyuunyuu wo katte kudasai. (kalau pergi ke toserba, tolong beli susu.)

Fungsi “nara”

Pola “nara” mengandung makna bahwa terdapat suatu saran, perintah atau pemikiran dari pembicara. Misalnya :

  • ○ Oosaka e iku nara, okonomiyaki wo tabete mite kudasai. (kalau pergi ke Osaka, silakan coba makan Okonomiyaki.)

Untuk mengingat kembali lebih banyak mengenai fungsi setiap tata bahasanya, silakan lihat kembali setiap artikelnya ya!

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari tata bahasa “nara”?

Pola “nara” dalam bahasa Jepang digunakan untuk menyatakan tiga hal, yaitu menyampaikan saran atau permintaan terhadap suatu topik yang disampaikan lawan bicara, menyampaikan sesuatu tentang topik tertentu, serta untuk menyampaikan suatu batasan tertentu. Dalam bahasa Indonesia pola ini bisa diartikan “kalau”.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai bahasa Jepang ya! Jangan lupa untuk ikuti terus berbagai informasi seputar Jepang dari Kepo Jepang!

Sambil mengingat materi kali ini, coba lihat kembali pertanyaan terkait tata bahasa Jepang di bawah ini!

Q)Bagaimana fungsi tata bahasa “nara”?

A)Pola “nara” digunakan untuk menyatakan tiga hal, yaitu menyampaikan saran atau permintaan terhadap suatu topik yang disampaikan lawan bicara, menyampaikan sesuatu tentang topik tertentu, serta untuk menyampaikan suatu batasan tertentu.

Q)Contoh kalimat dengan pola “nara”?

A)Misalnya “Oosaka e asobi ni iku nara, Okonomiyaki wo tabete mita hou ga ii to omoimasu”, yang artinya “kalau pergi bermain ke Osaka, menurut saya sebaiknya mencoba makan Okonomiyaki”.

Q)Bedanya “tara” dan “nara”?

A)Meski dalam bahasa Indonesia sama-sama berarti “kalau”, fungsinya berbeda ya! Pola “tara” digunakan untuk menyatakan syarat berupa suatu pengandaian / asumsi jika suatu hal terjadi, syarat berupa suatu hal yang pasti terjadi, yang diikuti suatu keinginan, ajakan, atau perintah, sebagai penghubung kalimat (setelah / saat), untuk menunjukkan suatu hal yang baru diketahui / di luar dugaan, sebagai suatu saran / partikel akhir kalimat, serta untuk menunjukkan suatu ungkapan yang telah ada. Namun, pola “nara” untuk menyatakan tiga hal, yaitu menyampaikan saran atau permintaan terhadap suatu topik yang disampaikan lawan bicara, menyampaikan sesuatu tentang topik tertentu, serta untuk menyampaikan suatu batasan tertentu.

Kembali ke halaman daftar Materi Tata Bahasa N4

Kali ini kita sudah belajar pola “nara”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!