Ane to tokidoki eiga wo mi ni iku.
Saya kadang-kadang pergi menonton film dengan kakak perempuan.

Kalian pasti sering mendengar atau membaca kata tokidoki. Salah satu kata keterangan (fukushi) dalam bahasa Jepang ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, baik dalam nuansa formal maupun kasual.

Kali ini, Kepo Jepang akan berusaha menjelaskan arti, makna, dan bagaimana penggunaan tokidoki dalam kalimat bahasa Jepang. Kalian juga bisa memahaminya langsung melalui contoh kalimat yang ada di akhir artikel ini.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Tokidoki

ときどき/時々/時時
tokidoki

Tokidoki bisa ditulis dengan Hiragana maupun Kanji. Selain itu, Kanji tokidoki juga terkadang dibaca jiji. Tokidoki dalam bahasa Jepang bisa dikategorikan sebagai kata benda maupun kata keterangan. Oleh karena itu, makna dan penggunaannya pun disesuaikan dengan masing-masing kategori.

Sebagai Kata Benda

Tokidoki sebagai kata benda umumnya dipasangkan dengan partikel tertentu yang disesuaikan dengan konteks kalimat yang akan disampaikan (biasanya partikel “no”). Dalam kamus bahasa Jepang, makna tokidoki sebagai kata benda dijelaskan sebagai berikut :

  1. Tergantung situasi pada waktu tersebut dan tempat tersebut. Setiap waktu atau setiap musim.
  2. Digunakan ketika mengungkapkan perkembangan terus menerus dari waktu ke waktu.

Sederhananya, tokidoki sebagai kata benda menggambarkan situasi dan keadaan lingkungan sekitar kita yang berubah, seperti musim, iklim, dan waktu. Waktu terus berjalan, dan segala sesuatu di dunia terus berubah. Kata tokidoki inilah yang menunjukkan aliran perubahan dan momen dalam proses perubahan tersebut. Secara harfiah diartikan “pada waktu itu”, “musiman”, “setiap ~ (disesuaikan dengan musim atau momen tertentu)”.

Sebagai Kata Keterangan

Tokidoki sebagai kata keterangan digunakan untuk interval waktu yang terus menerus tetapi tidak menentu, atau ketika kita ingin bertindak ketika sesuatu terjadi. Dalam kamus bahasa Jepang, dijelaskan sebagai berikut :

  1. Mengulang suatu kegiatan setelah jangka waktu tertentu atau secara berkala (tidak selalu dilakukan).
  2. Menunjukkan kegiatan yang jarang dilakukan.
  3. Menunjukkan kegiatan yang dilakukan ketika ada kesempatan atau ada waktu.

Sederhananya dalam bahasa Indonesia diartikan “kadang-kadang”, “terkadang”, “dari waktu ke waktu”, “sesekali”, “ada kalanya” atau “pada interval tertentu”.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Kadang-kadang”

Tokidoki merupakan istilah yang paling banyak digunakan untuk mengungkapkan “kadang-kadang” dalam bahasa Jepang. Namun, selain tokidoki ada beberapa istilah lain yang memiliki makna yang hampir sama. Di antaranya adalah sebagai berikut :

Tamani

Secara sederhana, tamani artinya sama persis dengan tokidoki yaitu “kadang-kadang” atau “sesekali”. Yang membedakan keduanya adalah “frekuensi” dari kegiatan yang dilakukan. Jika dibandingkan dengan tokidoki, tamani jauh lebih jarang dilakukan.

Sebagai contoh, apabila tokidoki menunjukkan makna “kadang-kadang” yang dilakukan 1 atau 2 minggu sekali, maka ketika tamani yang digunakan, kegiatan tersebut bisa saja dilakukan dalam jangka waktu 1-2 bulan sekali.

Tokiori

Tokiori pun dalam bahasa Indonesia diartikan “kadang-kadang”, “tidak selalu”, atau “sesekali”. Bisa dikatakan frekuensinya pun sama dengan tokidoki. Yang membedakannya adalah, tokiori lebih umum digunakan sebagai bahasa tulisan dibandingkan sebagai bahasa lisan, terutama dalam seni sastra. Selain itu, dikarenakan tokiori memiliki nuansa yang sopan dan halus, kata ini bisa digunakan sebagai bahasa sopan dalam dunia bisnis dan kerja.

Oriori

Sama halnya dengan tokidoki, oriori bisa digunakan sebagai kata benda maupun kata keterangan. Sebagai kata benda umumnya diartikan “pada waktu itu”, sedangkan sebagai kata keterangan artinya adalah “kadang-kadang” atau “jarang”, yang penggunaannya hampir sama dengan tokidoki

Tokitama

Bisa dikatakan istilah ini adalah bahasa gaul atau bahasa yang umum digunakan oleh anak muda. Tokitama merupakan kata yang dibentuk dari gabungan tokidoki dan tamani, dan makna “kadang-kadang” dari kata tokitama sama persis dengan tokidoki. Sebagai tambahan, walaupun bahasa gaul, saat ini tokitama digunakan secara umum dalam percakapan sehari-hari.

Pola Kalimat “~ koto ga aru”

Selain menggunakan istilah-istilah di atas untuk mengungkapkan “kadang-kadang”, kalian juga bisa menggunakan pola kalimat “~koto ga aru” yang digunakan untuk menyatakan hal yang tidak selalu dilakukan.

Untuk memahami bagaimana penggunaannya, penjelasan lengkapnya bisa kalian baca di halaman ini.

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan kosakata di atas, coba perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Tokidoki

Sebagai Kata Benda

Nihon wa shiki ga aru node, shunkashuutou sono tokidoki no keshiki ga tanoshimeru.
Sono tokidoki no hana wo heya ni kazatte iru.
Watashi wa kodomo no koro kara nikki wo kaite ite, ichi-nichi no dekigoto dake denaku, sono tokidoki ni kanjita koto wo kaki tomete iru.

Sebagai Kata Keterangan

Shuumatsu ni tokidoki jogingu wo shimasu.
A : Tokidoki, denwa suru ne. 
B : Watashi mo. Genki de ne! 
Imouto wa karada ga yowai node, tokidoki gakkou wo yasumu koto ga arimasu.
Tanaka-kun wa tokidoki shukudai wo suru no wo wasuremasu.
Itsumo densha de kaisha ni itte iru ga, kenkou no tame ni, tokidoki jitensha de iku koto mo aru.
A : Karada, hiki shimatteru yo ne. Nanka hiketsu wa aru no?
B : Tokubetsu-na koto wa shitenai kedo. Tokidoki jimu de kitaeteru kurai.
Tokidoki hiru kyuukei ni chikaku no kafe ni koohii wo nomi ni iku.

Istilah Lainnya

A : Oshigoto, isogashii ndesuka?
B : Ee, tamani hayaku kaeru koto mo aru ndesu ga, hotondo mai-ban shuuden desu.
Kanpeki-na kare demo, tokiori misu suru koto ga aru.
Kono yama de wa shiki oriori no utsukushii keshiki ga tanoshimemasu.  
Tsuukin no oriori ni mikakeru koto ga aru josei no koto ga ki ni natte iru.
Tokitama choushi ga waruku naru.
Asa-gohan wo tabenai koto ga arimasu.

Kesimpulan

Itulah penjelasan bahasa Jepang tokidoki yang berarti “kadang-kadang”, dan bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata keterangan. Selain tokidoki, ada beberapa istilah lain yang bisa kalian gunakan seperti tamani, tokiori, oriori, maupun tokitama. Namun, karena masing-masing istilah memiliki sedikit nuansa makna yang berbeda, pastikan kalian memahaminya terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan kosakata bahasa Jepang dan contoh-contoh kalimat di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Q) Apa bahasa Jepangnya “kadang-kadang”?
  • Q) Apa artinya 時々 (tokidoki)?
  • Q) Apa bedanya 時々 (tokidoki) dan たまに (tamani)?
  • Q) Apa artinya 時たま (tokitama)?

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.

Mari Belajar Kosakata Lainnya!

Setelah mempelajari arti dan penggunaan kata tokidoki, yang merupakan bahasa Jepang untuk mengungkapkan “kadang-kadang”, yuk kita pelajari kosakata lainnya yang masih berhubungan dengan kosakata di atas dan tentunya bisa kalian gunakan dalam kehidupan sehari-hari.